Economic Issues

OJK Gulirkan Literasi dan Inklusi Keuangan Untuk Warga Pengelola Sampah di Bantar Gebang

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat, 14 Juni 2024. (Foto : OJK).

swa.co.id, Bekasi- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di berbagai daerah, termasuk para pengelola sampah di wilayah tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan edukasi keuangan bagi pengelola sampah dan masyarakat peduli sampah digelar OJK di Kantor Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang dihadiri langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi pada Jumat pekan lalu

Friderica menyampaikan kegiatan edukasi ini dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bekasi, yang merupakan implementasi program kerja TPAKD Pemerintah Daerah Kota Bekasi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi pengelola sampah dan masyarakat peduli sampah. “OJK berkomitmen mendorong edukasi dan inklusi keuangan di masyarakat termasuk mendukung pengelolaan sampah dari hulu sampai dengan hilir sehingga menjadi bernilai ekonomi dan menyejahterakan masyarakat. Kami mendorong pelaku usaha jasa keuangan untuk mendukung pemberian akses pendanaan serta pembiayan pengelola sampah,” kata Friderica yang dikutip pada Selasa, (18/6/2024).

Friderica mengatakan permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat dan pengelolaan sampah yang baik memiliki potensi ekonomi sirkuler yang tinggi. Kegiatan dengan tema Bijak Kelola Pundi Sampah ini terselenggara secara hybrid yang dihadiri masyarakat secara tatap muka dan online. Edukasi keuangan bagi para pengelola sampah dan masyarakat peduli sampah ini sangat penting agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari kegiatan pengelolaan sampah.

Foto : OJK.

Partisipasi aktif dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengolahan sampah penting untuk diterapkan dan ber dampak positif untuk kesehatan dan lingkungan.Sebagai rangkaian edukasi keuangan, terdapat penyerahan simbolis produk keuangan kepada penerima manfaat meliputi program corporate social responsibility (CSR), sertifikat Keagenan Laku Pandai, Kredit Usaha Rakyat, Simpanan Pelajar, serta Pembiayaan produk Mekaar.

Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut antara lain pengenalan OJK, waspada wnvestasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan meliputi pengolahan sampah rumah tangga, bank sampah sebagai agen kaku pandai dan tabungan BNI pandai, memilah sampah menabung emas, serta perencanaan keuangan.

Friderica, pada rangkaian kegiatan tersebut, berkunjung Bank Sampah Jasmine Indah di Bantar Gebang dan meresmikan Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) di bank sampah tersebut. Agen Laku Pandai merupakan inovasi yang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital melalui kerjasama dengan bank sampah.

Peluncuran Agen Laku Pandai untuk bank sampah ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk terlibat dalam program pengelolaan sampah secara terpadu melalui bank sampah, serta dapat memanfaatkan layanan keuangan secara lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved