Trends

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Subsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Subsidi

Pemerintah telah menggandakan alokasi subsidi pupuk menjadi 9,66 juta ton, meningkat tajam dari sebelumnya 4,7 juta ton. Menanggapi peningkatan ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah merancang strategi untuk memastikan petani lebih banyak memanfaatkan pupuk subsidi yang disediakan.

Hingga Mei 2024, sebanyak 58% petani yang terdaftar dalam sistem elektronik Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) belum menebus pupuk subsidi. Pada 15 Juni 2024, realisasi serapan pupuk subsidi baru mencapai 2,8 juta ton dari total alokasi 9,55 juta ton, atau sekitar 29% dari keseluruhan. Angka ini mencakup 1.586.663 ton pupuk Urea, 1.203.754 ton pupuk NPK, dan 9.334 ton pupuk NPK Formula Khusus.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa untuk mengatasi kendala ini, perusahaan meluncurkan program sosialisasi melalui PI Menyapa dan mengajak petani untuk menebus pupuk bersubsidi lewat program Tebus Bersama.

PI Menyapa berfungsi sebagai forum komunikasi dan koordinasi antara Pupuk Indonesia dan pemangku kepentingan di lapangan, bertujuan untuk mengurangi kesalahan dalam tagihan pupuk subsidi. Selain itu, program Tebus Bersama mendorong petani untuk secara kolektif menebus pupuk subsidi di kios-kios, dengan fokus pada wilayah dengan tingkat serapan pupuk yang rendah.

Salah satu faktor utama penunjang produktivitas pertanian nasional adalah distribusi pupuk yang memadai bagi seluruh petani di Indonesia,” ujarnya dalam acara Rapat Dengar Pendapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Menurut Rahmad, PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak hanya berfokus pada ketersediaan pupuk bersubsidi di kios-kios, tetapi juga pada kemudahan akses bagi petani untuk mendapatkannya. Dia berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan demi keberhasilan petani dalam musim tanam kedua ini. Untuk mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian telah mengimplementasikan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi), yang kini sudah beroperasi 100 persen secara nasional. Melalui aplikasi i-Pubers, petani dapat menebus pupuk bersubsidi di seluruh kios mitra Pupuk Indonesia hanya dengan menggunakan KTP.

Mekanisme penebusan melalui aplikasi ini melibatkan pemindaian KTP, penandatanganan bukti transaksi, dan pengambilan foto sebagai bukti. Sebelum menebus pupuk, petani harus memastikan mereka memenuhi syarat sebagai penerima pupuk subsidi sesuai Permentan dan terdaftar dalam daftar e-RDKK Kementerian Pertanian. Dengan aplikasi i-Pubers yang sudah digunakan di lebih dari 27.000 kios pupuk di seluruh Indonesia, kami memastikan petani dapat menebus pupuk subsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan. "Sehingga tidak hanya memudahkan proses penebusan, sistem ini juga meningkatkan efektivitas pengawasan distribusi pupuk bersubsidi secara luas.” tutur Rahmad. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved