Property

Viruma Indonesia Siap Memasuki Property Marketplace 5.0

Viruma Indonesia baru saja mendapatkan pendanaan dari CyberAgent Capital, Jepang, untuk mengembangkan dan memasarkan teknologi Viruma lebih cepat (Foto: Viruma)

Transformasi proptech di dunia properti semakin berkembang yang disertai dengan kemudahan memasarkan produk properti yang mudah diakses konsumen. Penerapan teknologi saat ini menjadi faktor yang menentukan untuk dapat meyakinkan sekaligus mempermudah konsumen untuk mengenal proyek lebih baik.

Tidak terbatas dengan brosur digital dan penggunaan animasi, namun konsumen menginginkan untuk dapat merasakan sendiri proyeknya dari dekat. Bahkan saat lokasi mereka mungkin jauh, namun semuanya dapat dihadirkan dengan teknologi. Kemajuan teknologi yang dikembangkan oleh Viruma Indonesia dipercaya mampu menjawab keinginan tersebut dan menjadi satu-satunya virtual technology platform sektor properti yang dapat menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan yang ada saat ini.

Bukan sekadar sebagai virtual platfom, namun Viruma telah memperkenalkan virtual immersive dengan fitur yang lebih canggih sehingga konsumen bisa leluasa berselancar dan mengeksplorasi properti idamannya seakan mereka hadir di sana. Viruma Indonesia juga baru saja mendapatkan pendanaan dari CyberAgent Capital, Jepang, untuk mengembangkan dan memasarkan teknologi Viruma lebih cepat lagi di Indonesia.

Paulus Timothy, Pendiri Viruma menjelaskan, saat ini perkembangan properti proptech telah mengubah peta persaingan property marketplace ke tingkat yang lebih inovatif. Viruma mengubah definisi pemasaran properti yang lebih inovatif dan memasuki era Property Marketplace 5.0. Berawal dari penggunaan media marketing tools cetak, media digital, animasi, dan kemudian berkembang kombinasinya dengan penggunaan teknologi virtual 360 untuk memasarkan proyek, terus berkembang saat ini dengan teknologi virtual immersive yang lebih canggih lagi. “Viruma hadir menjadi immersive virtual technology platform properti dengan teknologi terbaru dan saat ini satu-satunya dan belum pernah ada di Indonesia. Bahkan di dunia sangat sedikit yang dapat membuatnya. Konsumen bisa menjangkau proyek di mana pun dengan terhubung melalui platform ini. Mereka juga bisa merasakan langsung dan hadir secara virtual di proyek impiannya,” jelas Paulus.

Setelah mengeluarkan Viruma Micro Gallery 1.0 yang saat ini diminati oleh para pengembang sebagai pelengkap bahkan pengganti marketing gallery, Viruma Indonesia telah melakukan beberapa penyempurnaan, sehingga hadirnya Viruma Micro Gallery 2.0 dengan yang memungkinkan konsumen berinteraksi dengan lebih mudah dan user friendly. Kehadiran Viruma Micro Gallery 2.0 ini bertepatan dengan peresmian Viruma Tech Lounge di kantor pusat Viruma Indonesia di Modernland, Tangerang, Banten.

Penggunaan Viruma Micro Gallery dapat lebih memberikan efektivitas dan efisiensi biaya, termasuk naiknya brand image karena menggunakan teknologi terkini. Beberapa pengembang yang saat ini sudah menjadi klien Viruma telah merasakan dampak positif dengan peningkatan penjualan dengan convertion rate yang tinggi dari konsumen yang datang dan berinteraksi langsung dengan Viruma Micro Gallery. Konsumen merasa terbantu untuk dapat merasakan langsung meskipun secara virtual dan memberikan ‘feel’ yang berbeda saat berinteraksi.

Menanggapi perkembangan produk digital seperti Viruma Indonesia, Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, berpendapat perkembangan teknologi tidak bisa dibendung dan perusahaan yang memiliki teknologi lebih unggul dengan perspektif konsumen akan memenangkan persaingan bisnis. “Viruma Indonesia harusnya dapat menjawab kebutuhan pengembang dan konsumen untuk meningkatkan emosi konsumen saat memilih propertinya. Teknologi tidak bisa diabaikan dan akan terus berkembang. Para pengembang yang harusnya harus lebih cepat menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi untuk dapat memasarkan propertinya dengan lebih inovatif,” ucapnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved