Economic Issues

Asia Tenggara Siap Melejit, Dua Sektor Ini Menyokong Pertumbuhan Ekonomi Regional

KTT Asean 2023 di Jakarta. Perekonomian di kawasan ini diprediksi tumbuh di masa mendatang. (Ilustrasi foto : M.Ubaidillah/SWA).

Perusahaan properti global Cushman and Wakefield pada kajian bertajuk 2024 Southeast Asia Outlook memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara berpotensi menjadi wilayah yang unggul secara global pada 2024. Pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara di tahun ini diproyeksikan mencapai 4,6%, atau berpotesi melampaui pertumbuhan ekonomi di 2023 sebesar 4%.

Ketahanan ekonomi Asia Tenggara diperkirakan akan didorong secara besar-besaran oleh konsumsi swasta yang kuat, yang didorong oleh tingkat pengangguran rendah, keyakinan konsumen yang stabil, dan permintaan yang tertahan. Konsumsi swasta biasanya memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB) di negara pada kawasan Asia Tenggara. “Seiring dengan proyeksi melemahnya perekonomian global, Asia Tenggara siap memimpin Asia Pasifik dengan perkiraan pertumbuhan yang kuat, terutama di pasar berkembangnya. Dengan fokus pada pertumbuhan PDB dan aktivitas yang kuat di bidang industri dan manufaktur, kondisi ekonomi di kawasan ini menghadirkan peluang menjanjikan bagi investor dan pengusaha,” ujar Head of Research Cushman and Wakefield Singapura & Asia Tenggara, Wong Xian Yang pada Kamis (20/6/2024).

Rata-rata pertumbuhan PDB kawasan Asia Tenggara pada tahun ini diperkirakan sebesar 4,6%, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat 2,5% dan kawasan Eropa 1%. Meski inflasi masih tinggi, namun inflasi di Asia Tenggara diproyeksikan turun seiring meredanya gangguan rantai pasokan dan stabilisasi harga energi.

Pemotongan suku bunga AS yang diantisipasi diharapkan dapat mengurangi tekanan devaluasi pada mata uang Asia Tenggara, menstabilkan harga impor dan berkontribusi pada penurunan inflasi di sebagian besar pasar di kawasan ini. Wong menyebutkan penurunan inflasi dan biaya finansial menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk investasi yang lebih tinggi di Asia Tenggara. Antisipasi Pertumbuhan ekspor global, pemulihan penerbangan regional, dan permintaan domestik yang kuat siap untuk meningkatkan ekspansi ekonomi Asia Tenggara pada tahun 2024, menarik investor ke kawasan yang berkembang pesat.

Menurutnya sektor utama yang mendorong pertumbuhan di Asia tenggara adalah sektor industri dan manufaktur. DI sektor industri, tidak termasuk Singapura, fokus investasi di kawasan ini sangat menguntungkan sektor industri, yang mencakup 47% dari volume investasi, didorong oleh optimisme terhadap aset dan sektor ekonomi baru. Nilai modal industri di seluruh Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat dan produksi industri tahunan di Asia Tenggara yang sedang berkembang diproyeksikan akan meningkat dalam dekade berikutnya, dengan Vietnam memimpin pertumbuhan karena kedekatannya dengan China.

Selanjutnya aktivitas manufaktur global juga siap untuk bangkit kembali dan ini menguntungkan Asia Tenggara, di mana ekspor secara signifikan berkontribusi terhadap PDB. Indeks Manajer Pembelian (PMI) menunjukkan momentum positif di negara-negara yang berorientasi ekspor seperti Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Indikator-indikator ini menandakan penguatan manufaktur dan ekspor, dengan investasi yang diantisipasi dalam manufaktur elektronik dan kendaraan listrik yang akan semakin meningkatkan momentum ini. “Tren ini menyoroti ketahanan dan potensi pertumbuhan ekonomi-ekonomi, menempatkan mereka pada jalur ekspansi yang berkelanjutan di tahun mendatang. Peningkatan ekspor global yang diharapkan, pemulihan perjalanan udara regional yang berkelanjutan, dan permintaan domestik yang tangguh akan memperkuat pertumbuhan Asia Tenggara pada tahun 2024,” ujarnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved