Property

Summarecon (SMRA) Patok Marketing Sales Rp5 Triliun di 2024

Pendapatan PT Summarecon Agung Tbk meningkat sebesar 14,1% dari Rp 5,72 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 6,66 triliun pada tahun 2023 dalam paparan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk, di Jakarta (20/6). (Foto: Dok/SA).

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengincar pendapatan pra penjualan (marketing sales) di 2024 senilai Rp5 triliun. Perseroan optimistis target ini tercapai lantaran pendapatan pra penjualan per Mei 2024 mencapai Rp1,5 triliun. Demi mencapai target itu, SMRA menyiapkan beberapa proyek properti yang diproyeksikan berkontribusi terhadap target pendapatan pra penjualan di tahun ini.

Selain itu, Summarecon bakal membuka proyek ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun 2024. Proyek properti ini meningkatkan portofolio residensial. SMRA menyiapkan investasi tahap awal senilai Rp500 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Summarecon Tangerang.

Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur Summarecon Agung, menyampaikan kinerja finansial perseroan pada 2023 mencatatkan pertumbuhan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan SMRA di tahun lalu itu tumbuh sebesar 14,1%, menjadi Rp6,6 triliun dari Rp5,72 triliun pada 2022. “Laba bersih Summarecon mengalami peningkatan sebesar 27% dari Rp 772 miliar menjadi Rp 1.058 miliar,” kata Adrianto pada paparan publik mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Adrianto menjabarkan kontribusi penjualan terbesar Summarecon bersumber dari penjualan properti di Summarecon Serpong. Rumah dan ruko masih menjadi penyumbang terbesar yang masing-masing sebesar 68% dan 21% dari total pendapatan pra penjualan . Produk lainnya memberikan kontribusi kurang dari 10% untuk masing-masing jenis produk.

Sedangkan dari bisnis pengembangan properti di 2023 menyumbang pendapatan Rp4,04 triliun, meningkat sebesar 15% dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 3,53 triliun. Segmen usaha ini masih menjadi kontributor terbesar dengan 61% dari total pendapatan.

Pendapatan dari segmen bisnis investasi properti dan manajemen naik menjadi Rp1,74 triliun dari Rp1,48 triliun di 20222. Peningkatan pendapatan sebesar 17% berasal dari pendapatan sewa mal yang meningkat sebesar Rp136 miliar.

Secara geografis, properti perseroan di Kelapa Gading merupakan kontributor pendapatan terbesar, yakni sebesar 44% dari total pendapatan di segmen bisnis ini. Kontributor lainnya adalah Serpong (33%) dan Bekasi (21%), yang mencerminkan ciamiknya kinerja pada pusat perbelanjaan milik SMRA di wilayah tersebut.

Bisnis dari pusat-pusat perbelanjaan masih menjadi kontributor utama segmen bisnis ini dengan kontribusi sebesar 94% dari pendapatan segmen tersebut. Kontribusi dari properti investasi lainnya tidak signifikan karena properti ini dikembangkan untuk melengkapi dan menambah kelengkapan kota terpadu dengan fasilitas-fasilitas tersebut.

Pendapatan di unit bisnis lain-lain meningkat 23% yakni sebesar Rp 166 miliar dari Rp 710 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 876 miliar pada tahun 2023. Pada segmen bisnis ini, bisnis perhotelan menjadi kontributor terbesar. Bisnis manajemen estat & properti akan terus berkembang karena semakin banyak properti yang dikembangkan dan diserahkan kepada pelanggan. Harga saham SMRA pada penutupan perdagangan Kamis ini turun tipis 0,40%, menjadi Rp498 di perdagangan sebelumnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved