Capital Market & Investment

Prospek Investasi Sektor Perbankan di 2024

Kresna Hutabarat, Deputi Divisi Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas. (Tangkapan layar: Audrey Aulivia/SWA)

Beragam dinamika ekonomi dan politik serta geopolitik di tahun ini mempengaruhi iklim investasi di pasar modal domestik, termasuk sektor perbankan. Kresna Hutabarat, Deputi Divisi Equity Research and Strategy PT Mandiri Sekuritas, menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil sebesar 5,1% di tahun lalu. Kemudianm Kresna menyampaikan sektor perbankan memainkan peran penting melalui pertumbuhan kredit tahunan sebesar 9% dan rasio kredit terhadap deposito (LDR) yang tetap stabil di 92%, menunjukkan ketersediaan likuiditas yang cukup untuk ekspansi.

Laba bersih sektor perbankan yang meningkat 15% dari tahun sebelumnya juga memperkuat peran sektor ini dalam mendukung perekonomian nasional "Analisis menunjukkan bahwa kredit sektor perbankan naik 8% tahun lalu, sementara deposito tumbuh 6%. Penurunan rasio kredit bermasalah dari 2,9% menjadi 2,5% juga menunjukkan peningkatan kualitas aset, memperkuat peran sektor perbankan sebagai pilar utama dalam ekonomi dan pasar modal Indonesia," ujar Kresna pada webinar Prospek Saham di Sektor Perbankan di Kamis, (20/06/2024).

Pertumbuhan kredit di sektor perbankan meningkat 8% tahun lalu, sementara deposito stabil di 6%. Penurunan rasio kredit macet dari 2,9% menjadi 2,5% juga menunjukkan peningkatan kualitas aset di sektor perbankan. Dia menggarisbawahi peran perbankan mendukung perekonomian dan pasar modal.

Kresna menjelaskan perbankan berhasil meningkatkan margin bunga bersih dari 4,3% menjadi 4,8%. Strategi kredit yang disesuaikan dan manajemen risiko yang baik memungkinkan penurunan NPL dari 3,2% menjadi 2,8%, mencerminkan upaya untuk memaksimalkan keuntungan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved