Property

Prospek Investasi Properti di Barat Jakarta

Paramount Petals segera membangun akses tol langsung menuju jalan Tol Jakarta-Merak mulai Juli 2024 dan ditargetkan selesai tahun 2025 (Foto: Eva/Swa)

Koridor barat Jakarta terus berkembang menjadi kawasan hunian yang semakin masif, didukung oleh pembangunan infrastruktur yang pesat. Keberadaan infrastruktur ini tidak hanya menciptakan konektivitas yang lebih baik tetapi juga mendorong perekonomian kawasan dan daerah-daerah sekitarnya. Salah satu contoh nyata dari perkembangan ini adalah kawasan Curug, Tangerang, tempat bagi Paramount Petals, sebuah kota mandiri baru seluas ±400 hektare yang dikembangkan oleh Paramount Land.

Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menjelaskan bahwa pengembangan Paramount Petals dilakukan sesuai komitmen awal, dengan investasi signifikan dalam pembangunan akses tol langsung menuju jalan Tol Jakarta-Merak. Pembangunan akses tol langsung akan dimulai pada Juli mendatang dan ditargetkan selesai pada tahun 2025.

"Paramount Land telah mendapat izin pembangunan modifikasi akses masuk dan keluar Gerbang Tol Bitung (Tol Jakarta-Merak) di KM 25,5 yang diterbitkan Kementerian PUPR akhir Januari 2024. Izin prinsip gerbang tol baru menuju Paramount Petals sudah keluar dan ditandatangani Kementerian PUPR melalui Dirjen Binamarga. Pembangunan itu dilanjutkan dengan rencana flyover atau jembatan layang sepanjang 100 meter, untuk menghubungkan Paramount Petals yang terbelah di jalur tol,” ujar Nawawi dalam diskusi "Dukungan Infrastruktur Kawasan Hunian di Koridor Barat Jakarta" (20/06/2024).

Melalui akses tol langsung ini, Paramount Petals akan terhubung ke berbagai destinasi penting seperti Bandara Soekarno-Hatta, pelabuhan Merak, Jakarta, tol JORR, dan tol Serbaraja (Balaraja-Serpong). Aksesibilitas yang baik menjadi kunci utama hidupnya sebuah kota, dan Paramount Petals diharapkan akan hidup dan berkembang pesat seiring dengan semakin mudahnya akses dan semakin lengkapnya fasilitas kota.

Dalam diskusi tersebut, Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business, menjelaskan kemitraan mereka dengan Paramount Land dalam pembangunan dan modifikasi simpang susun (interchange) Bitung yang mendesak untuk dilakukan karena ketersediaan lahan di sekitar tol yang terbatas dan tingkat kepadatan di jalan arteri yang diproyeksikan akan mengalami stagnasi pada tahun 2036. Pembangunan simpang susun ini diharapkan rampung pada tahun 2025 dan akan diuji kelayakannya oleh Kementerian PUPR sebelum resmi dioperasionalkan.

Sebelumnya, Jasa Marga telah mengoperasikan jalan tol Jakarta-Tangerang untuk mendukung infrastruktur di koridor barat Jakarta. Namun, kata Bayu, saat ini kondisinya juga sudah sangat padat sekali, terutama karena banyak pengembangan kota mandiri yang dikembangkan di sepanjang jalan tol tersebut. Sementara penambahan lajur tidak mungkin lagi untuk dilakukan, sehingga dilakukan pembangunan jalan tol melingkar seperti JORR 1 dan juga JORR 2. Untuk JORR 2, saat ini untuk sisi baratnya telah tersambung, sedangkan sisi timur sebagian sudah tersambung. Jalan-jalan tol ini juga akan membantu kelancaran lalu lintas dari timur ke barat Jakarta.

Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land mengatakan, akses tol langsung ini terkoneksi dengan jalan boulevard kawasan hunian yang memiliki empat lajur dengan lebar (ROW) lebih dari 30 meter. Titik pertemuannya dekat pengembangan sisi utara Paramount Petals yang akan terkoneksi dengan jalan utama Paramount Petals bagian selatan.

Saat ini dari Jakarta dan Merak menuju Paramount Petals harus keluar di gerbang tol Bitung KM 26 yang jaraknya cukup jauh. Pintu tol baru ini akan memecah kepadatan di Jalan Raya Pantura/Jalan Raya Serang - Jalan Raya Curug, dan di sekitar pintu masuk tol Bitung di KM 26, karena langsung terkoneksi dengan kawasan Paramount Petals tembus ke Jalan Raya Pasir Randu, salah satu jalur protokol menuju Gading Serpong dan BSD City. Adanya pintu tol baru di KM 25,5 itu akan mempercepat waktu 3-5 menit dari Paramount Petals ke gerbang masuk tol Bitung.

Menurut Henry, dalam beberapa tahun mendatang kawasan Paramount Petals akan semakin berkembang, diminati dan menjadi kawasan masa depan. Paramount Land secara paralel juga akan menggenjot pembangunan infrastruktur lain di kawasan Paramount Petals dan peluncuran produk-produk baru. “Kehadiran akses langsung tol tersebut pasti akan langsung meningkatkan value properti di Paramount Petals,” tuturnya.

Sejak diluncurkan pada 2021, Paramount Petals telah berhasil menjual sekitar 1.280 unit rumah, yang mana lebih dari 700 unit sudah diserahterimakan dan sekitar 250 unit telah dihuni. Dalam waktu dekat produk komersial akan mulai diluncurkan pada Kuartal IV tahun 2024.

Fasilitas yang akan dibangun di dalam kawasan Paramount Petals dengan konsep smart city ini mencakup area komersial, mal, hotel, rumah sakit, sekolah, community club, pasar modern, dan sebagainya. Adapun fasilitas yang sudah dihadirkan saat ini antara lain marketing gallery, convenience store, Bethsaida Clinic, dan kantor Estate Management sebagai pengelola kawasan serta KFC Indonesia.

“Paramount Petals kini sedang membangun Community Club di atas lahan seluas 4.135 meter persegi yang di dalamnya terdapat lobby and lounge space, kafe, gym, multipurpose court (lapangan basket 3 on 3 & lapangan futsal), swimming pool olympic size, dan kids pool, serta children playground.

Yayat Supriatna, pengamat perkotaan menjelaskan bahwa koridor barat adalah Jakarta masa depan. New greater Jakarta adanya di poros barat. Jakarta harga rumahnya sudah mahal dan biaya hidup tinggi. Masyarakat akan mencari quality of life, nyaman, aman, udara bersih, lingkungannya bagus dan diversity-nya banyak.

"Kemudahan dalam mengakses kawasan menjadi kata kunci pertumbuhan kawasan. Koridor barat Jakarta sekarang sudah tersambung dengan koridor timur, dimana kedua poros tersebut memiliki basis ekonomi yang hampir sama yaitu industri. Bedanya koridor barat lebih unggul karena poros barat memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan pengembang besar berskala kota lebih banyak dan sudah terbangun kawasannya dengan desain lebih baik," Yayat menguraikan.

Dalam konteks investasi, koridor barat dinilai Yayat memiliki berbagai keunggulan. Di samping harga rumahnya relatif cepat berkembang, fixed income masyarakatnya juga besar. Koridor barat, khususnya lokasi Paramount Petals, berada di antara Proyek Strategis Nasional (PSN)-BSD dan PSN - PIK2. "Kekuatan terbesar buat kawasan yang berada dalam jaringan PSN itu adalah izin akan lebih mudah. Pajak-pajaknya banyak dapat insentif serta barang impor tidak dibatasi. Sehingga kekuatannya nanti adalah kecepatan dalam pengembangan kawasan," ujar Yayat. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved