Management

MDKA Jadikan Keberlanjutan sebagai Fondasi Operasi Bisnis

Keberlanjutan adalah fondasi utama dalam operasi bisnis pertambangan. Keberlanjutan operasi tambang dan bisnisnya ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam melestarikan lingkungan, memberdayakan karyawan, melibatkan masyarakat, dan mengadopsi standar tertinggi dalam tata kelola yang baik atau Environmental, Social and Governance (ESG).

Praktik ESG harus diterapkan di semua tahapan pertambangan, mulai dari pembukaan lahan, konstruksi, produksi, hingga penutupan tambang. Pertambangan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan jika mampu mengelola sumber daya alam dan lingkungan secara bertanggung jawab.

“Keberlanjutan merupakan landasan bisnis kami. Kami percaya bahwa keberlanjutan perusahaan kami tidak hanya bergantung pada bisnis yang efisien dan menguntungkan, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggung jawab, hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan, juga kontribusi signifikan kami kepada kesejahteraan masyarakat. Komitmen kami atas keberlanjutan tertuang dalam Kebijakan Keberlanjutan Merdeka serta implementasinya melalui SoP, Target-target serta pelaporannya,” kata Presiden Direktur Merdeka Copper Gold (MDKA), Albert Saputro kepada swa.co.id, Senin (13/5/2024).

Kebijakan keberlanjutan perseroan disusun dengan mengacu pada instrumen otoritatif seperti United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs), Deklarasi ILO tentang Prinsip-Prinsip dan Hak-Hak Mendasar di Tempat Kerja, Pedoman Uji Tuntas OECD untuk Bisnis yang Bertanggung Jawab, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Selain itu juga melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait. Pelibatan kepentingan tersebut digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan pemahaman dan harapan dari para pemangku kepentingan terkait dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Pengelolaan Lingkungan

Perseroan mengidentifikasi risiko untuk mencegah dampak lingkungan dengan mengacu pada persyaratan peraturan pemerintah yang berlaku dan standar internasional. Selain itu menggunakan prinsip perbaikan yang berkelanjutan berdasarkan regulasi lingkungan yang berlaku di Indonesia dan Standar Sistem Manajemen Lingkungan sesuai dengan ISO 14001:2015. Pada tahun 2023, 89% entitas bisnis Merdeka yaitu, Tambang Tembaga Wetar, Tambang Emas Tujuh Bukit, Tambang Nikel Konawe, Bukit Smelter Indonesia, Cahaya Smelter Indonesia, Merdeka Mining Servis, dan Proyek Emas Pani telah memperoleh sertifikat ISO 14001:2015.

“Memahami dampak pertambangan terhadap lingkungan menjadi respons terhadap tantangan industri saat ini. Pendekatan dan kebijakan lingkungan Perseroan bertujuan untuk melindungi lingkungan dan meminimalkan konsekuensi lingkungan dari operasi tambang. Kami berkomitmen untuk terus menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang efektif untuk memahami risiko lingkungan, melestarikan lingkungan, dan mencegah pencemaran,” ucap Albert.

Dalam pengelolaan air, Perseroan menggunakan air untuk melakukan eksplorasi, penyiraman debu, penggunaan domestik di mess dan kantor, pencucian kendaraan dan infrastruktur, serta pengolahan di area operasional. Merdeka Copper Gold berkomitmen untuk menggunakan sumber daya air secara bertanggung jawab melalui praktik pengelolaan air yang efektif dan berusaha untuk mengurangi pembuangan air limbah (efluen). Merdeka Copper Gold juga mendorong implementasi life cycle perspective kepada pemasok untuk mengurangi penggunaan air dan timbulan air limbah.

Perseroan juga mengadopsi hierarki mitigasi yang mencakup pencegahan dan meminimalisasi dampak dari penggunaan air dan wastewater generation terhadap pekerja, masyarakat yang terkena dampak, dan lingkungan sekitar. Pemantauan efektivitas target dan program pengelolaan air dilakukan oleh KTT atau general manager di setiap entitas bisnis.

Sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan hasil tambang, Merdeka Copper Gold menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta limbah non-B3 yang berpotensi menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya degradasi lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan pada manusia.

Merdeka Copper Gold menggunakan jasa pihak ketiga yang memiliki perizinan dari pihak yang berwenang untuk melaksanakan pekerjaan pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemanfaatan, dan/atau pembuangan limbah berbahaya. Merdeka mendorong penerapan life cycle perspective bagi seluruh rantai pasokan dengan tujuan untuk mengurangi volume limbah.

Pengurangan penggunaan energi sangat penting bagi Perseroan untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta meminimalkan dampak lingkungan. Perseroan saat ini tengah memasang modul surya pada beberapa peralatan pendukung operasional perusahaan. Pada tahun 2023, total konsumsi energi Merdeka Copper Gold sebesar 29,675,654 gigajoule (GJ). Dari total konsumsi energi tersebut, 3,691,563 GJ (12%) yang berasal dari sumber energi terbarukan, dan 25,984,091 GJ (88%) dari sumber energi tidak terbarukan. Intensitas energi yang tercatat sebesar 17,386.9 GJ per juta US$.

Albert menegaskan pengurangan penggunaan energi sangat penting bagi Merdeka Copper Gold untuk mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta meminimalkan dampak lingkungan. Seluruh inisiatif pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) bertujuan untuk meningkatkan rasio efisiensi energi, dengan harapan dapat mengurangi intensitas penggunaan energi perusahaan

Pemberdayaan Masyarakat

“Merdeka berkomitmen untuk mendukung pengembangan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di area sekitar operasi tambang. Pengakuan dan penghormatan terhadap budaya, kepercayaan, dan nilai-nilai masyarakat menjadi landasan utama dalam setiap aspek operasional kami. Dalam tantangan sosial, prinsip grup Perseroan tercermin dalam berbagai kebijakan, standar, prosedur, dan program yang diterapkan di seluruh area operasi. Proses komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dilaksanakan secara terbuka dan transparan, dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku,” kata Albert.

Izin sosial merupakan kunci penting dalam mewujudkan keberlanjutan bisnis Perseroan. Merdeka Copper Gold melibatkan masyarakat sejak tahap awal operasi sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku dan komitmen perusahaan untuk memperoleh persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan (FPIC). Pertambangan dan pengolahan mineral memiliki potensi dampak sosial terhadap masyarakat lokal dan memperhatikan masyarakat lokal merupakan prioritas.

Dalam memberdayakan masyarakat, perseroan memiliki berbagai program mulai dari edukasi melalui pemberian beasiswa, pelatihan, bantuan sarana dan prasarana pendidikan, di bidang kesehatan, pemberian makanan bergizi, layanan dokter, renovasi Puskesmas, rumah sehat, dan penyediaan ambulans. Perseroan juga membantu mewujudkan tingkat pendapatan riil masyarakat, kemandirian ekonomi, sosial budaya dan agama, pembangunan infrastruktur, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Pada tahun 2023, Perseroan berhasil mendapatkan peningkatan peringkat ESG MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi peringkat “A" dari peringkat “BBB” pada tahun sebelumnya. Dengan peningkatan ini, Merdeka Copper Gold menjadi satu-satunya perusahaan pertambangan Indonesia yang mendapatkan peringkat "A" pada industri logam dan pertambangan di dalam sub-industri Logam dan Pertambangan terdiversifikasi.

Selain itu, anak perusahaan Merdeka yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk mendapatkan penghargaan ESG TrenAsia 2023 untuk Kategori Aksi Nikel. Pencapaian-pencapaian tersebut merupakan pengakuan atas komitmen dan kinerja seluruh insan Merdeka dalam penerapan dan peningkatan kinerja praktik-praktik keberlanjutan serta transparansi dan kualitas pelaporan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola,” ungkapnya.

Tata Kelola yang Baik

Implementasi tata kelola perusahaan yang baik di Perseroan dipandu oleh pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Kode Etik, piagam, kebijakan, dan Prosedur Operasi Standar. Pedoman tata kelola perusahaan yang baik memberikan panduan komprehensif kepada Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan Perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap pengambilan keputusan dan aktivitas bisnis. Kode Etik Perseroan dibentuk untuk memandu karyawan Merdeka dalam menerapkan perilaku bisnis yang etis pada semua kegiatan bisnis.

Kebijakan-Kebijakan Perseroan terkait tata kelola perusahaan yang baik di antaranya pedoman tata kelola perusahaan yang baik, kode etik, kode etik keberlanjutan pemasok, piagam komite audit, piagam unit audit internal, piagam komite nominasi dan remunerasi, piagam komite keberlanjutan, kebijakan anti korupsi, anti pencucian uang, benturan kepentingan, dan kebijakan speaking up dan anti pembalasan.

Melalui komitmen pada keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola yang baik, Merdeka Copper Gold terus berupaya menjadi yang terdepan di dalam industri pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, karyawan, dan masyarakat. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved