Economic Issues

Setoran BRI ke Kas Negara Capai Rp192,06 Triliun

Sunarso, Direktur Utama BRI. (Foto : Istimewa).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus berkomitmen untuk memberikan nilai ekonomi dan sosial (economic value & social value) kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), salah satunya kepada negara. Perseroan sejak 2019 hingga kuartal pertama di tahun ini menyetorkan Rp192,06 triliun kepada kas negara.

Rinciannya, BRI pada 2019 menyetorkan Rp26,56 triliun, Rp28,38 triliun di 2020, dan setahun berikutnya berkontribusi ke kas negara senilai Rp27,09 triliun. Kemudian, BRI pada 2022 menyetorkan Rp34,18 triliun dan Rp45,34 triliun pada 2023. Sedangkan Januari-Maret 2024, BRI telah menyetorkan senilai Rp31,03 triliun ke kas negara. Setoran ini berasal dari pembayaran Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai & Bea Materai, Pajak Penghasilan Badan, Dividen dan Pajak Daerah.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan BRI sebagai perusahaan BUMN, memiliki peran sebagai agent value creator dan agent of development. Agar dapat menjalankan fungsi tersebut secara simultan, BRI harus mencetak keuntungan. Sunarso menekankan keuntungan yang diperoleh BRI dikembalikan ke negara sebagai pemegang saham mayoritas. Selanjutnya, profit perseroan dipergunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia melalui berbagai program pemerintah. "Dengan memperoleh keuntungan atau economic value, maka perusahaan BUMN bisa memiliki modal untuk menciptakan social value sehingga ekonomi akan berputar. Dan BRI sudah membuktikan bahwa selama ini bisa menjalankan peran economic value dan social value secara simultan,” ujar Sunarso pada siaran pers yang dikutip Minggu, (23/6/2024).

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN), Erick Thohir, melalui akun instagramnya mengungkapkan bahwa 15 perusahaan BUMN mencatatkan total laba bersih sebesar Rp319,28 triliun pada 2023. BRI pada 2023 lalu mencatatkan laba Rp60,4 triliun atau setara dengan 19% dari total laba 15 BUMN tersebut.

Erick mengapresiasi belasan BUMN dengan laba jumbo itu tetap bisa berkontribusi positif ke negara di tengah tantangan ekonomi global. “Pencapaian ini berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran komisaris, direksi, dan insan BUMN,” ucap Erick. Harga saham BBRI pada penutupan perdagangan Jumat lalu naik sebesar 3,98%, menjadi Rp4.440 dari perdagangan sebelumnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved