Property

Komitmen Ekonomi Hijau, BRI Menyodorkan KPR Green Financing

Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani. (Foto : BRI).

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyediakan KPR Green Financing untuk mendukung perubahan perilaku dari masyarakat tersebut. Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, menjelaskan perseroan sejak 2021 meluncurkan program KPR Green Financing ini. Dengan berbagai penawaran menarik bagi nasabah yang ingin memiliki hunian, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) dan kepedulian terhadap pemeliharaan lingkungan, khususnya terkait dengan energi terbarukan.

Handayani mengatakan partisipasi aktif perbankan menerapkan green development itu sangat penting. “Terutama dalam hal pembiayaan proyek pembangunan berkelanjutan yang mengusung green concept,” ujar Handayani pada siaran pers yang dikutip Minggu (23/6/2024). Menurutnya, rumah yang ramah lingkungan ini menjadi salah satu alternatif untuk bertempat tinggal. KPR hijau memang ada beberapa kemudian aspek yang diperhatikan mulai dari infrastruktur, kemudian material yang digunakan, pengelolaan sampah hingga kesehatan.

Penawaran menarik ini didukung oleh beragam promo menarik, misalnya bunganya lebih rendah. Kemudian, uang muka (DP) 0%, dan tenornya diperpanjang. Hal tersebut tentunya diharapkan menarik minat bagi para pengembang properti untuk juga bekerja sama dengan BRI untuk membuat bangunan ramah lingkungan yang terhadap perbaikan lingkungan.

BRI telah mengedukasi perlunya rumah sehat yang berwawasan lingkungan agar kehidupan penghuni di dalamnya semakin berkualitas. Tak sampai di sana, BRI juga beberapa kali mengadakan program untuk mengedepankan pentingnya green building seperti talkshow milenial cuan, Mini Property Expo Goes to Developer, dan website resmi untuk memperoleh KPR Green Financing yakni Homespot.id.

Handayani mengatakan pembiayaan hijau atau green financing semakin dibutuhkan pada masa mendatang, seiring dengan tuntutan keberlanjutan lingkungan di berbagai sektor, termasuk keuangan. Meski menjadi sebuah kebutuhan, saat ini green financing ataupun green investment belum menjadi tren yang masif. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved