Management

Ini Komentar Bos Penilai Harga Efek Pasca Ditetapkan Menjadi Dirut

(kiri-kanan) Antonius H. Azwar (Direktur KPEI), Eqy Essiqy (Direktur KSEI), Risa E. Rustam (Direktur BEI), M. Kadhafi Mukrom (Dirut PHEI), Anis Baridwan (Komut PHEI), Djoko Saptono (Direktur PHEI), Verdi Ikhwan (Komisaris PHEI) di Jakarta pada Jumat, 21 Juni 2024. (Foto : PHEI).

PT Penilai Harga Efek Indonesia atau PHEI menunjuk M. Kadhafi Mukrom sebagai Direktur Utama PHEI dan Djoko Saptono sebagai Direktur PHEI. Mereka kembali diberikan kepercayaan oleh pemegang saham PHEI untuk memimpin PHEI pada periode 2024-2028. Dhafi, sapaan akrab Kadhafi, bergabung bersama PHEI sejak 2023 yang menggantikan Direktur Utama PHEI yang mengundurkan diri. Lalu, Djoko Saptono telah lebih dulu bergabung bersama PHEI sejak tahun 2020.

Sebelum bergabung bersama PHEI, Dhafi memulai kariernya di PT Bursa Efek Jakarta pada 1998 dan menempati beberapa posisi baik di PT Bursa Efek Jakarta maupun di PT Bursa Efek Indonesia. Dhafi menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham PHEI itu memotivasi bekerja keras guna memenuhi harapan pemegang saham PHEI. “Peran dan fungsi PHEI di industri pasar modal dan keuangan di Indonesia semakin ditingkatkan,” ucap Dhafi seperti dikutip pada Minggu (23/6/2024).

Pengangkatan Direksi PHEI periode 2024 – 2028 dilakukan melalui rangkaian proses yang dipersyaratkan oleh ketentuan terkait peran PHEI sebagai Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE), antara lain proses fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses pengangkatan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam perundangan yang berlaku di Indonesia dan sesuai dengan Anggaran Dasar PHEI.

Sebagai LPHE pertama dan satu-satunya di Indonesia, PHEI telah dijadikan acuan oleh berbagai institusi, termasuk Bank Indonesia dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai bank sentral. Selain itu, PHEI juga mendukung peran dan fungsi OJK dan juga SRO dalam melakukan pengawasan atas kegiatan transaksi yang terjadi di pasar efek bersifat utang dan sukuk di Indonesia.

Sampai Mei 2024, PHEI telah melakukan valuasi terhadap 1.271 seri efek bersifat utang dan sukuk dengan total nilai outstanding sebesar Rp7.429,32 triliun. Jumlah pengguna jasa informasi berbayar TheNewBIPS mencapai 309 perusahaan yang mayoritas merupakan institusi keuangan seperti dana pensiun, asuransi, perbankan, manajer investasi dan perusahaan efek.PHEI juga memiliki program pendidikan obligasi melalui School of Bonds & Fixed Income atau SoBFI, yang telah menjaring 3.406 peserta melalui penyelenggaraan 276 kelas. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved