Trends

Potensi Podcast Jadi The New Mass Medium

Podcast atau siniar, bagi beberapa kalangan, kini semakin diyakini menjadi "The New Mass Medium". Ini adalah istilah yang merujuk pada sebuah bentuk media baru yang telah mencapai atau sedang menuju popularitas dan jangkauan yang sangat luas, sehingga dapat mempengaruhi dan menjangkau audiens dalam jumlah besar, mirip dengan media massa tradisional seperti televisi, radio, dan surat kabar.

Dalam konteks ini, podcast disebut sebagai "The New Mass Medium" karena memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya cocok untuk mencapai status ini. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa podcast dianggap sebagai medium massa baru, mengacu pada laporan terbaru Digital News Report 2024 yang dirilis Reuters Institute:

  1. Peningkatan Popularitas :
    • Selama beberapa tahun terakhir, podcast telah mengalami lonjakan popularitas di seluruh dunia. Sebanyak 38% responden dari 47 negara telah mendengarkan podcast dalam sebulan terakhir.
  2. Aksesibilitas yang Luas :
    • Podcast dapat diakses dengan mudah melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Podcasts, Google Podcasts, dan platform lokal lainnya. Ini memungkinkan audiens dari berbagai latar belakang untuk mengakses konten yang beragam kapan saja dan di mana saja.
  3. Fleksibilitas Konten :
    • Podcast cocok untuk berbagai jenis konten, termasuk wawancara, diskusi mendalam, cerita berseri, dan lainnya. Fleksibilitas ini memungkinkan podcaster untuk menyelami topik-topik spesifik yang mungkin tidak tercakup dalam format radio tradisional.
  4. Daya Tarik Bagi Audiens Muda :
    • Podcast sangat populer di kalangan audiens muda dan digital natives yang mencari konten yang dapat diakses secara on-demand. Mereka cenderung lebih tertarik pada konten yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka, yang sering kali disajikan dalam format podcast.
  5. Peningkatan Adopsi Global :
    • Adopsi podcast telah meningkat di berbagai pasar global. Sejak tahun 2019, adopsi podcast telah meningkat di semua pasar dengan Spanyol, Amerika Serikat, dan Swedia menjadi rumah bagi pendengar podcast terbanyak dengan tingkat adopsi masing-masing sebesar 44 dan 43 persen. Jepang dan Prancis berada di ujung lain dari skala, dengan 26 dan 28 persen dari responden telah mendengarkan siniar dalam sebulan terakhir.
  6. Konsumsi yang Fleksibel :
    • Podcast memungkinkan pendengar untuk mengkonsumsi konten dalam berbagai situasi, seperti saat berkomuter, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah. Ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh media tradisional.
  7. Respon Terhadap Disrupsi Pandemi :
    • Meskipun pandemi COVID-19 awalnya memperlambat pertumbuhan podcast karena gangguan pada rutinitas komuter, tren konsumsi podcast kembali meningkat. Ini menunjukkan kemampuan podcast untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Podcast kini telah menjadi bagian integral dari rutinitas digital banyak orang di seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia.

Menurut laporan dari We Are Social pada Januari 2024, sebanyak 20,6% pengguna internet global secara rutin mendengarkan siniar setiap minggunya. Namun, yang menarik adalah fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua dalam hal frekuensi mendengarkan podcast, dengan 38,2% pengguna internet di tanah air yang mendengarkan podcast setiap minggu.

Brasil menempati posisi pertama dengan 39,7% dari pengguna internet di negara tersebut mendengarkan podcast secara rutin setiap minggunya. Indonesia berada tepat di belakang Brasil, diikuti oleh Meksiko dengan 36,6%, Afrika Selatan dengan 33,4%, dan Irlandia dengan 31,8%. Data ini menunjukkan bahwa pendengar podcast di Indonesia sangat besar, mencerminkan minat yang tinggi terhadap konten audio yang mendalam dan beragam.

Menurut lembaga riset Ipang Wahid Stratejik, podcast "Curhat Bang Denny Sumargo" menjadi yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia, dengan total pendengar sebanyak 39,69%. Podcast ini bersaing dengan dua podcast populer lainnya, yaitu "Mata Najwa" dan "Close the Door" dari Deddy Corbuzier, yang juga memiliki penggemar setia di tanah air.

Curhat Bang Denny Sumargo adalah siniar yang cukup digemari (Dok. CURHAT BANG Denny Sumargo)

Lalu, mengapa siniar begitu populer di Indonesia?

Ada beberapa alasan mengapa podcast begitu digemari di Indonesia. Pertama, formatnya yang fleksibel memungkinkan pendengar untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja, baik saat sedang dalam perjalanan, bekerja, atau bersantai di rumah. Kedua, keragaman topik yang ditawarkan, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga diskusi mendalam tentang isu-isu sosial dan politik, memberikan banyak pilihan bagi pendengar dengan minat yang berbeda-beda.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pendengar, masa depan podcast di Indonesia tampak cerah. Banyak kreator konten yang mulai beralih ke format siniar untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun komunitas yang lebih erat dengan pendengar mereka. Ini sejalan dengan tren global di mana podcast semakin dianggap sebagai media massa baru yang memiliki potensi besar untuk mempengaruhi dan menginspirasi banyak orang.

Jadi, apakah Anda sudah mendengarkan podcast hari ini? Jika belum, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai dan menjelajahi dunia menarik dari audio konten yang informatif dan menghibur. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved