Technology

Platform Padigital Bentuk Lumbung Pangan Sejahtera di Bandung

Lumbung Pangan Sejahtera atau LPS adalah forum komunitas warga yang menjadi katalisator antara produsen dengan konsumen. (Foto: Padigital)

Tingginya harga beberapa komoditas pangan, utamanya beras masih berlanjut Padigital dan Forum RT RW di Kota Bandung, Jawa Barat, mendirikan dua depot Lumbung Pangan Sejahtera (LPS) agar memudahkan masyarakat memperoleh beras premium yang harganya lebih murah dari harga pasar. Ketua Tim Kerja LPS, Irwan Muchtar, menjelaskan pada tahap awal pelaksanaan LPS ini melaksanakan program yang memberikan layanan pengadaan beras premium dengan harga lebih murah dari harga pasar. ''Itu sebabnya kenapa bisa lebih murah, karena berasnya langsung dari petani binaan Padigital,'' jelas Irwan pada siaran pers, Minggu (23/6/2024). Padigital adalah platform digital yang mempertemukan petani dan konsumen.

LPS adalah upaya penguatan kebersamaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. LPS memantau distribusi beras premium itu di setiap pekan. Untuk mengakses layanan ini, masyarakat dihimbau mendaftar melalui link form yang disediakan Padigital. "Hanya warga yang sudah terdaftar yang berhak memperoleh beras premium murah ini,'' tegas Irwan.

Ke depannya, LPS berencana menyediakan layanan untuk produk sembako lainnya. Irwan menegaskan LPS bukan pedagang sembako. ''LPS adalah forum komunitas warga yang berupaya menjadi katalisator antara produsen dengan konsumennya yang melibatkan berbagai pihak yang sesuai peraturan,'' tegasnya. Adanya LPS ini menjembatani ribuan keluarga miskin di Kota Bandung untuk mengakses pangan berkualitas yang harganya relatif murah. Rencananya, LPS ini dibuka pada 151 depot di 151 kelurahan di Kota Bandung.

Kehadiran LPS di Kota Bandung merupakan sebuah terobosan yang memberikan solusi kehadiran beras premium murah bagi masyarakat di tengah kelangkaan dan melonjaknya harga beras. CEO dan Co-Founder Padigital, Pamrihadi Wiraryo, menyampaikan kehadiran beras premium murah dan berkelanjutan ini pembuktian dari model bisnis yang dibuat oleh Padigital. '' Padigital itu platform yang menghubungkan antara investor dengan farm management serta di hilirnya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga murah dengan kualitas yang baik,'' jelas Pamrihadi.

Kuncinya, kata Pamrihadi, pertanian ini benar-benar dikelola oleh pihak-pihak yang paham manajemen dan hasil produksinya langsung disalurkan ke konsumen. Farm management ini membuat perencanaan mengenai rencana taman, rencana panen, termasuk rincian anggaran biaya (RAB). Kemudian, Farm Manager bersama petani binaannya melakukan penanaman hingga panen. ''Prosesnya beras langsung dikirim ke depot LPS dan konsumen tinggal mengambilnya. Jadi tanpa melalui tangan lain dan harga bisa lebih murah,'' jelas Pamrihadi.

Sehingga dengan adanya platform ini, petani bisa menentukan harga jual beras dengan memperhitungkan biaya budidayanya. Ini adalah sistem yang menjadikan petani sebagai price maker (pembuat harga) bukan lagi price taker (hanya menerima harga yang di bentuk pasar). Platform ini memangkasi mata rantai pasok sehingga menjadikan harga jual produk lebih murah.

Untuk membuat produksi padi ini berkelanjutan, Farm Manager ini menyusun jadwal tanam. Jadi, tidak ada tanam serentak, tapi terpolakan. Saat ini, Padigital sudah memiliki petani binaan yang tersebar di Jawa Barat, Serang, Banten hingga Lampung. ''Pola ini sudah berjalan di Jakarta dan Bandung. Ke depannya, kami akan memperluas lagi daerah-daerahnya. Dan program ini terbuka untuk siapa saja,'' ucap Pamrihadi. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved