CSR Corner

Peternak Sapi Perah Dimudahkan Mengakses Layanan Keuangan

Wakil Direktur Jenderal ILO, Celeste Drake saat mengunjungi salah satu tempat pengumpulan susu di KPBS Pengalengan (Foto: Dok. ILO)

Deputi Direktur Jenderal ILO (Organisasi Buruh Internasional), Celeste Drake, mengunjungi Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pengalengan, Jawa Barat pada 21 Juni 2024. Kantor ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, melalui proyek Mempromosikan Usaha UKM melalui Peningkatan Akses Wirausaha terhadap Jasa Keuangan Tahap 2 (Promise II Impact), yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), telah menjalin kerja sama erat dengan KPBS Pengalengan dalam mendorong transformasi digital dan meningkatkan inklusi keuangan melalui Layanan Keuangan Digital yang bertujuan untuk meningkatkan ekosistem rantai nilai KPBS, skala usaha, produktivitas, perluasan usaha dan akses keuangan yang lebih baik.

KPBS Pengalengan adalah salah satu koperasi susu terbesar di Jawa Barat dengan total anggota aktif sebanyak 2.050 peternak sapi perah. Drake menyoroti pentingnya digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UKM. “Manfaat yang diperoleh peternak sapi perah dari aplikasi digital yang kita lihat saat ini merupakan bukti penting dampak positif teknologi digital terhadap peningkatan dan perluasan usaha. Hal ini juga merupakan bukti yang baik tentang perlunya mempersempit kesenjangan dalam akses dan penggunaan teknologi, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam memperoleh manfaat dari digitalisasi,” ujar Drake pada keterangannya, Senin (24/6/2024).

Philippe Strub dari Kedutaan Besar Swiss di Indonesia, menyampaikan pemerintah Swiss berkomitmen untuk mendukung pengembangan UKM di Indonesia melalui pembukaan akses terhadap keuangan dan mendorong transformasi digital. "Program Promise II Impact ILO telah memberikan kontribusi signifikan terhadap agenda inklusi keuangan Indonesia dan mendukung UKM dalam mewujudkan potensi pertumbuhan mereka seperti yang diperlihatkan para peternak sapi perah di bawah KPBS Pengalengan,” kata Strub.

Kunjungan delegasi ILO itu diapresiasi oleh H. Aun Gunawan, Ketua KPBS Pengalengan. Mereka mengunjungi berbagai fasilitas KPBS Pengalengan, seperti tempat pengumpulan susu, rumah sakit, pabrik pengolahan, minimarket, serta berinteraksi dengan para peternak sapi perah perempuan dan laki-laki dari segala usia.

Aun mengatakan KPBS Pengalengan sangat menghargai dukungan yang diberikan ILO yang memungkinkan anggotanya memperoleh manfaat lebih banyak dari penggunaan teknologi digital dan memperoleh keterampilan baru yang meningkatkan produktivitas, pengetahuan dan akses keuangan mereka. "Ini tentunya akan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan penghidupan para peternak,” kata Aun.

Dukungan ini akan meningkatkan Enterprise Resource Planning (ERP) KPBS dengan menambahkan berbagai fitur yang mudah digunakan pada modul logistik, keanggotaan dan kesehatan hewan yang bermanfaat kepada seluruh 2.050 anggota KPBS yang saat ini berada di dalam ekosistem rantai nilai sapi perahnya. Fasilitas pinjaman persetujuan cepat ini pun baru saja diluncurkan pada Maret 2024. Hingga saat ini, 104 anggota telah menerima pinjaman melalui fasilitas ini.

Penerima pinjaman telah mengakui efektivitas penggunaan aplikasi tersebut. Pinjaman yang mereka ajukan mendapat persetujuan hanya dalam waktu satu hari, sehingga bermanfaat bagi produktivitas mereka karena tidak lagi harus kehilangan jam kerja penting untuk mengurus ternak dan produksi susu. Peternak sapi perah pun dapat mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat, kapan saja dan dari mana saja.

Selain itu, program Promise II Impact ILO telah melatih 29 pelatih lokal mengenai kewirausahaan dan pendidikan keuangan melalui program pelatihan untuk pelatih. Para pelatih ini telah melatih 340 peternak sapi perah, 30 persen di antaranya adalah perempuan, tentang cara mengelola pendapatan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan bisnis susu. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved