Capital Market & Investment

Investor Amati Sentimen Pelemahan Rupiah

Sentimen pelemahan rupiah masih membayangi, berdamlak negatif terhadap kinerja emiten berbasis impor. (Ilustras foto : Vicky Rachman/SWA)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu dipengaruhi oleh sejumlah sentimen yakni Bank Indonesia yang menahan tingkat suku bunga di level yang sama (6,25%). Sentimen berikutnya yakni revisi kebijakan FCA (Full Call Aution) atau Papan Pemantauan Khusus. Dari total 11 kriteria, revisi kebijakan FCA yang baru berlaku ini menekankan perubahan pada 4 kriteria yang sudah ada sebelumnya.

Sentimen terakhir yakni rebalancing Indeks FTSE. Saham AMMN menjadi saham yang menerima inflow terbesar pada rebalancing ini setelah kegagalan saham BREN untuk masuk ke dalam indeks FTSE karena masuknya BREN ke PPK pada saat pengumuman rebalancing ini diumumkan.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, mengimbau para trader untuk memerhatikan sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan di periode 24-28 Juni 2024 Sentimen pertama yakni aliran masuk (inflow) dana asing ke IHSG. Pergerakan indeks sangat berkorelasi dengan aksi jual atau beli investor asing di IHSG."Jika kita lihat selama perdagangan minggu lalu, asing mencatatkan inflow di pasar regular IHSG sebesar Rp290 miliar. Jumlah ini memang relatif kecil dalam seminggu, meskipun ada rebalancing FTSE," katanya di Jakarta, Senin (24/6/2024).

Ia menambahkan meskipun investor asing melakukan inflow di IHSG di minggu lalu, namun hal ini masih perlu untuk terus dipantau hingga beberapa minggu ke depan. Apakah asing akan terus melakukan akumulasi di IHSG setelah distribusi yang terjadi dalam 3 bulan terakhir atau justru kembali melanjutkan penjualan yang sudah dilakukan sebelumnya. Total penjualan investor asing sejak 27 Maret 2024 (IHSG mulai mengalami penurunan) sampai dengan saat ini adalah sebesar Rp34,2 triliun. Ini adalah nominal yang sangat besar dan menjadi alasan dari penurunan yang terjadi di IHSG. "Salah satu emiten yang menarik terkait sentimen inflow asing adalah PGAS yang mengalami inflow dari investor asing sebesar Rp85 Miliar dan breakout dari sideways-nya pada minggu lalu," terangnya.

Sentimen berikutnya yakni pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USA$. Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan ke level 16.445 sepanjang minggu lalu yang merupakan level terendah sejak pandemi 2020 silam. Sejak BI meningkatkan suku bunga acuan pada April lalu, rupiah mengalami pelemahan terhadap dollar AS sebesar 3,6%. Dimas menjelaskan penguatan dollar AS terhadap rupiah ini berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan yang basis usahanya impor, karena profitabilitas yang berkurang akibat selisih kurs yang terjadi. Faktor fundamental ini juga yang menjadi katalis terhadap pergerakan IHSG kedepannya.

Sentimen terakhir yang perlu dicermati yakni Core PCE AS bulan Mei. Pada Jumat mendatang AS akan mengumumkan data ekonomi yang selama ini dijadikan acuan bagi The Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga yaitu, Core PCE AS bulanan untuk bulan Mei. Indeks Harga Pengeluaran Personal Inti bulan Mei diprediksi akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,1% atau lebih kecil dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,2%.

Berkaca pada data-data ekonomi dan sentimen potens inflow asing ke IHSG,IPOT merekomendasikan 3 saham ini untuk trading pada hari ini hingga Jumat, 29 Juni 2024.

1. Buy saham PGAS (support Rp1.470, resist Rp1.600).

Emiten ini breakout dari sideways disertai dengan lonjakan volume dan inflow dari investor asing sebesar Rp85 miliar di minggu lalu. Emiten ini masih mempertahankan uptrend yang terjadi sejak 3 bulan terakhir meskipun penurunan yang terjadi pada 10 Juni lalu karena sentimen dividen.

2. Buy on breakout JPFA (support Rp1.380, resist Rp1.680).

Emiten ini melanjutkan kenaikan jangka menengahnya dengan breakout chart pattern bullish flag pada perdagangan 19 Juni lalu.

3. Buy PANI (support Rp4.710, resist Rp5.200).

Emiten ini memiliki risk to reward yang menarik karena dekat dengan area support MA200 yang berada di level 4.710. Batasi risiko dengan stop loss apabila PANI tutup dibawah level tersebut. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved