Economic Issues

Sri Mulyani Prioritaskan Prinsip Kehati-Hatian

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan di Jakarta pada Senin, 24 Juni 2024. (Tangkapan layar : SWA).

Kementerian Keuangan mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memitigasi risiko dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 per Mei 2024 defisit senilai Rp21,8 triliun atau 0,1% dari produk domestik bruto (PDB). Pada April 2024, masih tercata surplus Rp75,7 triliun atau setara dengan 0,33% PDB.

Sri Mulyani menyatakan bahwa capaian ini masih sesuai dengan rencana pemerintah yang diatur dalam Undang-Undang APBN 2024. Menurutnya, defisit ini didesain sebesar 2,29% dari PDB untuk tahun ini. "Primary balance masih surplus, tetap overall balance Rp21,8 triliun atau 0,1%, Ini masih on track dengan UU APBN 2024," ungkap Sri Mulyani pada jumpa pers di Jakarta, Senin (24/6/2024).

Penerimaaan negara per 31 Mei tahun ini terkumpul Rp1.123,5 triliun, turun 7,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. "Penerimaan pajak kontraksi 8,4% terutama kinerja perusahaan-perusahaan dengan penurunan harga komoditas seperti mining dan CPO mengalami koreksi kinerja," lanjut Sri Mulyani.

Defisit di bulan lalu itu terjadi karena pendapatan negara mengalami kontraksi sebesar 7,1% dan belanja negara meningkat 14%. Faktor-faktor global seperti harga minyak global dan nilai tukar rupiah mempengaruhi pendapatan negara, termasuk penerimaan pajak yang turun 8,4%. Sri Mulyani menjelaskan bahwa perusahaan komoditas, khususnya perusahaan pertambangan CPO, mengalami penurunan kinerja pada 2023, yang berdampak pada pendapatan negara.

Adapun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terkumpul Rp492 triliun selama 5 bulan pertama 2024. Turun 3,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. "PNBP kita turun 3,3% karena sumber daya alam. Sementara kepabeanan dan cukai turun 7,8%," tutur Sri Mulyani.Sementara di sisi belanja, sudah direalisasikan Rp1.145,3 triliun. Melonjak 14% dibandingkan 5 bulan pertama di tahun 2023. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved