Management

Panas Bumi di Pertamina Geothermal (PGEO) Berpeluang Menggerakkan Industri Pariwisata

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) aktif menjalin relasi yang berkelanjutan dengan pemangku kepentingan strategis, terutama para investor pada Pertamina Investor Day 2024 . “Geothermal adalah masa depan, tidak hanya bagi Pertamina Group, tetapi juga bagi Indonesia. Kita perlu untuk unlock potensi sumber daya yang melimpah tersebut. Mari bersama-sama memajukan iklim kebijakan investasi ke arah yang lebih baik, yaitu menuju transisi ke energi bersih. Apresiasi sebesar-besarnya bagi PGE Area Lahendong yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang, yang tidak hanya baik untuk lingkungan dan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan investasi yang baik,” tutur Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini pada Senin (26/6/2024).

Delegasi Pertamina mengunjungi area Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong yang memiliki kapasitas produksi hingga 120 MW dari 6 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang berkontribusi hingga 30% terhadap kebutuhan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo).

Setelah itu, mereka mengunjungi Lao-Lao Geothermal Park yang merupakan kolam pemandian air panas pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi panas bumi secara langsung (direct use). Ini menunjukkan panas bumi (geothermal) berpotensi besar sebagai tulang punggung energi hijau dalam transisi energi nasional dan pendorong industri pariwisata (beyond electricity).

PGE Area Lahendong juga merencanakan pengembangan bisnis melalui berbagai inisiatif sumber pendapatan baru, seperti penambahan unit yang diproyeksikan menambah kapasitas hingga 150 MW di tahun 2026 dan 200 MW di tahun 2029, serta skema bisnis baru melalui kemitraan strategis. Lebih lanjut, beberapa inisiatif, yaitu process heat & geo-agribusiness, Lao-Lao Geothermal Park, dan green hydrogen yang berkontribusi sebagai sumber pendapatan baru Perusahaan.

PGE mengembangkan Green Ecosystem dalam mendukung tujuan-tujuan ESG melalui berbagai program CSR, seperti program Mapalus Tumompaso di PGE Area Lahendong. Penerapan Green Ecosystem sendiri berhasil mereduksi limbah hingga 16,3 ton per tahun dan menurunkan emisi hingga 4.654,7 ton CO2 per tahun. Komitmen ESG melalui berbagai inisiatif PGE Area Lahendong dibuktikan dengan raihan PROPER Emas pada tahun 2023.

Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, menegaskan berbagai inisiatif PGEO dalam menegakkan aspek ESG merupakan langkah proaktif perusahaan mengoptimalkan sumber energi baru dan terbarukan, menurunkan emisi, dan menerapkan praktik operasi yang bertanggung jawab. “Sektor energi terbarukan, terutama geotermal, merupakan kesempatan investasi yang potensial untuk masa depan yang lebih hijau. PGEO tidak hanya mendukung aspirasi nol emisi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan menjaga lingkungan secara positif dan berkelanjutan,” kata Yurizki. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved