Capital Market & Investment

Bangun Pabrik Baru, Proline Berharap Payback dalam 5 Tahun

Direksi dan shareholder Prodia Diagnostic Line (Proline) saat konferensi pers topping off pabrik baru di Jababeka. (Foto Ubaidillah/SWA)

Salah satu unit bisnis Prodia Grup, Proline membangun pabrik baru senilai Rp140 miliar di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Perseroan berharap jangka waktu pengembalian investasi (payback) dalam waktu sesingkat-singkatnya lima tahun.

Secara lebih detail, belanja modal tersebut digunakan masing-masing untuk membeli tanah dan bangunan dari pemilik sebelumnya Rp50 miliar, Rp22 miliar untuk material konstruksi dan sisanya untuk finalisasi saluran produksi, termasuk membeli mesin dan alat-alat produksi. Capex sendiri berasal dari PT Prodia Utama sebagai pemegang saham perseroan.

“Untuk payback period, harapan dari pemegang saham itu tidak lama-lama, harapannya tidak lebih dari 5 tahun. Saya kira itu angka yang cukup bagus dan feasible, kami sangat optimistis bahwa kami bisa mencapainya,” ujar Direktur Proline, Cristina Sandjaja dalam konferensi pers topping off pabrik baru tersebut, Selasa (25/6/2024).

Perseroan menargetkan pabrik baru sudah bisa beroperasi pada kuartal I/2025. Dengan adanya pabrik baru ini, jumlah produksi akan meningkat dan diharapkan berkontribusi ke revenue Prodia secara keseluruhan. “Mungkin hanya 5% sampai 6%,” ucapnya.

Pembangunan pabrik kedua ini nantinya akan menjadi tempat produksi produk Proline dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan pabrik pertama Proline. Pabrik baru yang disiapkan tersebut akan mengakomodir peningkatan produksi berbagai diagnostik in vitro. Pabrik saat ini memiliki kapasitas produksi instrumen lab 1.000 unit dan akan menjadi 4.000 unit dengan adanya pabrik baru, hematologi dari 60.000 pak menjadi 180.000 pak, kimia klinik dari 320.000 kit menjadi 960.000 kit.

Perseroan meyakini masih terdapat peluang besar bagi Proline sebagai produsen alat kesehatan diagnostik In Vitro, karena dengan adanya keberpihakan pemerintah kepada produk lokal serta karena standar kualitas tinggi yang diterapkan, Proline banyak dicari oleh berbagai industri alat kesehatan global yang ingin berpartner dengan industri lokal. Juga optimistis dengan standar kualitas sebagai core value yang diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari hari, akan tercermin dalam kualitas produk yang kami hasilkan.

“Ditambah tingginya nilai TKDN produk Proline, akan mampu menunjukkan peran Indonesia sebagai produsen alat kesehatan nasional yang berstandar global. Tentunya kami berharap pencapaian ini mampu membangun kepercayaan pelanggan atas standar mutu dan kualitas unggul yang dimiliki Proline,” harap Cristina. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved