Women Business Leaders

Alexandra Askandar: Mendorong Tim Berinovasi dan Berpikir Out of the Box

Alexandra selalu berharap ada inovasi dan terobosan yang eksploratif dari timnya (Foto Wisnu Tri Rahardjo/SWA)

Pascapandemi, Bank Mandiri menghadapi banyak tantangan sebagaimana bank-bank lain. Sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar yang bertanggung jawab untuk memastikan sinergi dan kinerja, serta melakukan supervisi unit kerja Special Asset Management, Digital Marketing dan Environment-Social-Governance (ESG) secara langsung, tentu memiliki tantangan tersendiri.

Saat ini tantangan perusahaan yaitu bagaimana tetap survive di tengah ketidakpastian, tumbuh dengan baik untuk mencapai komitmen dan target yang telah disepakati bersama, serta memberikan yang terbaik agar bisnis Bank Mandiri bisa sustain ke depan.

Dua Tantangan

Alexandra membagi tantangan menjadi dua, internal dan eksternal. Tantangan internal antara lain pengembangan dan implementasi strategi operasional yang efisien dan efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Lalu, meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam operasi perusahaan, terutama dalam konteks perubahan teknologi dan proses kerja.

Selain itu, membangun dan memelihara budaya kerja yang positif dan kolaboratif di antara tim. Tak kalah pentingnya, mempersiapkan talenta yang dapat mendukung sinergi perusahaan untuk mencapai visi-misi melalui pelatihan yang tepat.

Adapun tantangan eksternal yang dihadapi di antaranya mengikuti tren pasar yang berubah dengan cepat dan persaingan ketat industri perbankan. Selanjutnya, merespons perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi operasi perusahaan, termasuk aspek ESG. Juga, beradaptasi dengan tren teknologi baru serta memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Berbagai tantangan itu dihadapi dalam upaya mencapai goal Bank Mandiri. Tahun 2024 ini target dan ekspektasinya tentu lebih besar daripada pencapaian sebelumnya. Sustain di sini tidak hanya tentang ESG dan emisi, tapi termasuk juga bagaimana dapat membawa Bank Mandiri terus maju dari tahun ke tahun, achieving market dominance.

“Saya berharap ada inovasi dan terobosan yang eksploratif dengan mendorong tim untuk terus berinovasi dan memiliki kerangka berpikir yang out of the box dalam mendukung pertumbuhan bisnis Bank Mandiri,” kata Alexandra.

Dia senang rekan-rekan Mandirian (sebutan untuk pegawai Bank Mandiri yang memiliki visi “always deliver always ahead”) saat ini telah hadir dengan semangat untuk “accelerating sustainable business growth”. Dia berharap dapat melihat terobosan dan sinergi, baik antar-unit kerja maupun anak perusahaan untuk mengeruk business opportunities.

Pihaknya berharap leaders dapat memimpin transformasi bisnis yang membawa perubahan positif bagi direktorat dan unit kerja masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja perusahaan. Dan, transformasi bisnis ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya peningkatan kapasitas dan kapabilitas, baik dari sisi technical skill maupun managing skill para pemimpin.

Untuk menghadapi tantangan dan mencapai goal tersebut, hal terpenting pertama yang harus dilakukan Bank Mandiri sebagai strategi ialah fokus menyamakan persepsi culture dan mindset seluruh leader dan pegawainya, baik di kantor pusat maupun di 12 kantor wilayah di seluruh Indonesia. Dengan adanya satu pola pikir yang agresif tapi prudent, Bank Mandiri sebagai suatu organisasi telah memiliki goal yang sama, yakni menjadi market leader di industri perbankan Indonesia.

Strategi selanjutnya, mengembangkan sumber daya manusia (SDM) melalui upskilling dan reskilling untuk menjadi Mandirian yang tangguh. Juga memperbaiki sistem dan mempercepat proses bisnis untuk mendorong keunggulannya. Terakhir, melakukan transformasi digital di seluruh elemen, mulai dari cara kerja, komunikasi, digitalisasi operasional, dan cabang, serta meluncurkan superplatform Kopra dan superapp Livin’ pada Oktober 2021.

Fondasi ini secara keseluruhan bertujuan mencapai strategi jangka panjang Bank Mandiri yang fokus pada pertumbuhan bisnis value chain, CASA (current account saving account) dan pendapatan nonbunga, serta high yielding segment. serta menjadi undisputed industry leader.

Tiga Strategi

Manajemen pun turut mempersiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang sebagai panduan untuk mendukung visi-misi tersebut, yang tertuang dalam main focus yang dirumuskan secara tahunan, corporate plan setiap lima tahun, hingga proyek jangka panjang untuk 10 tahun ke depan.

Strategi pertama, menciptakan fokus utama setiap tahun, yang memungkinkan Bank Mandiri menyesuaikan strategi dan taktik operasional sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di tahun berjalan.

Strategi kedua, corporate plan setiap lima tahun sebagai panduan strategis untuk Bank Mandiri dalam jangka waktu yang lebih panjang. Saat ini, fokusnya ialah menyusun corporate plan untuk periode 2025-2029 sambil tetap mempertahankan komitmen periode 2020-2024. Dengan demikian, Bank Mandiri dapat mengikuti arah strategis yang telah ditetapkan sambil tetap responsif terhadap perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Strategi ketiga, LUNAR Project. Ini merupakan strategi jangka panjang yang mengarahkan Bank Mandiri untuk 10 tahun ke depan.

Peran Medsos

Terkait penggunaan media sosial (medsos), Alexandra berpendapat, hal itu berperan penting dalam keberlangsungan bisnis dan sudah saatnya dimaksimalkan oleh perusahaan. Bank Mandiri memiliki unit kerja digital marketing yang dia supervisi secara langsung. Unit kerja ini hadir dengan strategi efektif mendukung peningkatan penggunaan dan transaksi digital channel Bank Mandiri yang tergambar dari pencapaian kuartal I/2024.

“Saya secara aktif terlibat dalam pengelolaan dan strategi konten medsos yang sesuai agar Bank Mandiri dapat terus bersaing dengan kompetitor lain. Tidak hanya untuk membagikan informasi terkini terkait perusahaan atau sekadar promo menarik, akun Bank Mandiri juga menjadi wadah edukasi bagi masyarakat sebagai bentuk dukungan meningkatkan kesadaran literasi keuangan masyarakat Indonesia,” ungkap Alexandra.

Baginya, medsos menjadi salah satu alat komunikasi yang efektif untuk membangun konektivitas, melakukan corporate branding, menyampaikan informasi penting, hingga edukasi.

Di samping peran sebagai Wakil Dirut Bank Mandiri sejak 2020, Alexandra juga diamanahkan menjadi Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN yang hadir sebagai wadah bagi para pemimpin dan pegiat human capital untuk bersinergi dalam membangun SDM yang unggul dan berdaya saing.

Dia juga aktif dalam Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) sebagai ketua. “Tugas dan tanggung jawab saya di Bank Mandiri, FHCI, dan ILUNI FEB UI tentunya tidak lepas dari peran akun official medsos yang aktif di berbagai platform untuk menginformasikan program yang telah disiapkan sedemikian rupa agar tepat sasaran dan tepat guna dengan strategi yang sesuai,” Alexandra menjelaskan.

Bagaimana hasil dari serangkaian strategi yang dijalankan?

Menurut Alexandra, selama 25 tahun perjalanannya, Bank Mandiri berhasil melewati krisis dan ketidakpastian dengan performa yang baik. Industri perbankan menyaksikan transformasi yang signifikan dari tahun ke tahun.

Krisis pertama terjadi pada 2005, dengan angka NPL yang cukup tinggi, yaitu 26,58%. Dan, krisis kedua tahun 2015- 2016, ditambah adanya kondisi pandemi tahun 2020. Setiap krisis yang dihadapi Bank Mandiri dapat dikelola dengan baik, hingga menghasilkan perbaikan ke arah yang positif. Pascapandemi, pertumbuhan bank ini semakin baik, begitu pun di tahun 2023 hingga kuartal I/2024.

Bank Mandiri juga terus mengembangkan fitur inovatif untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Untuk pembayaran di dalam negeri, salah satu fitur unggulannya ialah QRIS, dengan berbagai sumber dana: tabungan, kartu, kredit dan paylater.

Kemudahan dan fleksibilitas pembayaran QRIS dengan berbagai sumber dana ini sukses meningkatkan kinerja QRIS via Livin’. Ini terlihat dari pertumbuhan volume transaksi sebesar 3,3 kali year on year dengan pertumbuhan nilai transaksi QRIS sebesar 3,4 kali YoY.

Selain itu, untuk mendukung transaksi nasabah yang membutuhkan transfer ke luar negeri, Livin’ menghadirkan kemudahan transfer valas ke luar negeri dengan cepat, mudah, dan murah. Nasabah pun dapat memantau transaksi secara real time.

Tidak hanya perkembangan teknologi, seiring dengan hangatnya topik ESG yang menjadi tugas kita bersama untuk mencapai Net Zero Emission operations tahun 2030 dan financing pada tahun 2060, Bank Mandiri aktif mendukung dan berperan dalam upaya menuju low carbon economy. Dengan mengintegrasikan prinsip sustainable financing ke dalam kegiatan penyaluran kredit, Bank Mandiri secara berkelanjutan akan semakin memperluas dampak positif bagi jutaan masyarakat Indonesia, baik untuk UMKM, pertanian, energi terbarukan, transportasi bersih, dan berbagai kegiatan lain yang selaras dengan prinsip ESG. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved