Strategy

Strategi Bisnis Unilever Indonesia Mengatasi Tantangan Stagnasi Pendapatan

Unilever menggunakan berbagai strategi untuk menangkap tren pasar dan preferensi konsumen. (Dok. UNVR)

Sejak 2017, pendapatan Unilever Indonesia (UNVR) dinilai stagnan, berada dalam kisaran Rp10 sampai Rp11 triliun. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Tren Pasar dan Kurangnya Inovasi

Manajemen Perseroan mengidentifikasi tren pasar dan kurangnya inovasi sebagai penyebab utama keterlambatan perusahaan FMCG ini dalam menanggapi dinamika pasar yang cepat berubah.

Dalam upaya untuk memperbaiki situasi ini, Unilever pun mengimplementasikan strategi inovasi melalui pendekatan organisasi yang lebih sistematis, termasuk peluncuran produk-produk inovatif seperti Vaseline Glutahya. Manajemen mengakui bahwa untuk membalikkan performa tahun-tahun sebelumnya, perusahaan perlu meningkatkan laju inovasi yang dapat meraih preferensi konsumen dan menguasai pasar.

Analisis strategi bisnis atas kiprah Unilever menunjukkan bahwa adaptasi terhadap pergeseran kanal penjualan dari general trade ke minimarket dan rencana integrasi lebih lanjut dengan kanal e-commerce adalah langkah yang cerdas. Dengan mengoptimalkan distribusi produk melalui kanal-kanal yang berkembang, Unilever dapat memperluas jangkauan produknya, memperkuat kehadiran merek, dan mengikuti pola belanja konsumen yang semakin digital.

“Saya rasa kami sudah cukup belajar dari pengalaman sebelumnya. Akan diperlukan waktu bagi kami untuk mengambil tindakan setelah mengidentifikasi masalahnya. Namun kami tahu apa yang perlu dilakukan, yaitu salah satunya meluncurkan inovasi yang tepat pada saluran yang tepat agar bisa menjadi yang terdepan dalam tren masyarakat. Ini adalah salah satu pilar utama yang harus kami lakukan dengan lebih baik,” kata Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap dalam Public Expose, Kamis (20/6/2024).

Lima Strategi Prioritas

Selain fokus pada inovasi produk, Unilever juga menetapkan lima strategi prioritas: memperkuat merek-merek utama, menciptakan pasar baru, meningkatkan eksekusi di pasar, meningkatkan dampak bisnis, dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.

Manajemen menekankan bahwa menjadi pencipta pasar berarti lebih terdepan daripada tren yang ada. Banyak contoh yang telah disebutkan, menunjukkan bahwa Perseroan mencoba mengakselerasi inovasi untuk menjadi yang terdepan dalam tren.

“Saya pikir di masa lalu kami lebih lambat dibandingkan pasar sehingga kami tidak bisa bertumbuh lebih dari pasar. Namun sekarang dengan organisasi Compass yang baru dan inovasi yang lebih cepat, kami berharap dapat memberikan dampak yang lebih kuat dan lebih besar di pasar dengan adanya inovasi big bets yang kami harap dapat membuat terobosan besar di pasar. Hal ini merupakan salah satu prioritas utama yang akan kami dorong dan kami berharap dapat terus menambahkan lebih banyak inovasi untuk dibagikan pada pertemuan berikutnya,” ujarnya.

Dengan fokus yang tajam pada inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang cepat, Unilever Indonesia optimistis untuk mengatasi tantangan stagnasi pendapatan dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam waktu mendatang. Sesuatu yang pastinya ditunggu para investor. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved