CSR Corner

Save The Children dan Nutrition International Cegah Stunting di Indonesia

Kerja sama Save the Children Indonesia dan Nutrition International selama lima tahun terakhir menunjukkan hasil positif (Foto: BISA)

Save the Children Indonesia dan Nutrition International telah mendukung upaya pemerintah selama lima tahun terakhir untuk menurunkan stunting, khususnya di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sumedang dan Bandung Barat serta Nusa Tenggara Timur. Upaya ini terealisasikan padai program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA).

Inisiatif ini didukung oleh Power of Nutrition, DFAT (Pemerintah Australia), dan Global Affairs Canada (Pemerintah Kanada) mencakup berbagai intervensi untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gizi seimbang di kalangan masyarakat “Upaya kami selama lima tahun terakhir telah menunjukkan hal yang positif. Kami percaya bahwa dengan dukungan berbagai pihak, kita dapat mencapai masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” jelas Aduma Situmorang, Plt. Direktur Kesehatan dan Gizi di Save the Children Indonesia.

Program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) melakukan serangkaian kegiatan komunikasi perubahan perilaku dan sosial yang ditargetkan untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap serta perilaku terkait ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, anemia dan makanan kaya zat besi bagi ibu hamil dengan pendekatan EmoDemo (Emotional-Demonstration) di Posyandu, serta mendorong perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di rumah tangga dan sekolah sebagai bagian dari pendekatan rumah bersih, serta mendorong peningkatan gizi remaja di sekolah termasuk konsumsi Tablet Tambah Darah Remaja Putri (TTD Rematri) melalui modul School of 5 (So5) dan Gizi Remaja.

Hasilnya, terjadi peningkatan pengetahuan akan pentingnya ASI eksklusif pada kelompok ibu dengan anak usia kurang dari dua tahun dari 61,7% menjadi 81,2%. Peningkatan kemampuan Remaja putri untuk mendefinisikan setidaknya dua manfaat tablet tambah darah dari 43,5% menjadi 62.4%.

Untuk intervensi di tingkat sistem layanan kesehatan, BISA berkontribusi terhadap peningkatan status kesehatan dan gizi ibu hamil melalui pelatihan dan dampingan teknis bagi petugas kesehatan di 119 puskesmas yang memiliki lebih dari 6.000 jaringan pelayanan di empat kabupaten dampingan. Hasil survei akhir menunjukkan bahwa para ibu lebih mudah memahami pesan kunci terkait gizi yang disampaikan oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan BISA.

Selain itu, pelatihan dan dampingan teknis juga diberikan untuk tenaga kesehatan di dinas kesehatan kabupaten, staf puskesmas, dan guru UKS terkait suplementasi TTD untuk remaja putri. Dampaknya, survei akhir BISA menunjukkan peningkatan konsumsi 24 tablet tambah darah dalam 12 bulan dari tahun 2020 hingga 2023 sebesar 12,5% di Bandung Barat, 18,6% di Sumedang, 58,6% di Kupang dan 35,8% di TTU. Dari hasil survei akhir ditemukan bahwa rumah tangga dengan anak bawah dua tahun yang menyediakan tempat bermain yang bersih meningkat 17,5%.

BISA juga memberikan pelatihan terkait manajemen rantai pasok yang berdampak pada peningkatan kapasitas staf farmasi di puskesmas untuk memperkirakan stok dan menghindari situasi kehabisan stok komoditas gizi, kapsul vitamin A, zink dan oralit). Sejak tahun 2022, BISA telah berperan penting dalam memastikan ketersediaan pasokan komoditas gizi di Puskesmas untuk semua penerima manfaat. “Nutrition International percaya pada pendekatan yang efisien dan efektif untuk memperoleh dampak yang maksimal dengan biaya dan kompleksitas yang minimal, dan memastikan bahwa setiap hasil kerja kami tidak merugikan para penerima manfaat. BISA menjadi salah satu model yang berhasil yang menitikberatkan pada pendekatan lintas sektor untuk mempercepat pengentasan stunting,” kata Herrio Hattu, Direktur Nutrition International di Indonesia pada Rabu, (26/6/2024).

Herrio berharap seluruh praktik baik yang telah dihasilkan dari kerja sama BISA dengan seluruh pemangku kepentingan dalam lima tahun terakhir dapat terus dilanjutkan, bahkan direplikasi oleh pemerintah daerah lain untuk mencegah terjadinya stunting baru di Indonesia.

BISA meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait di tingkat kabupaten dan provinsi untuk memberikan layanan gizi berkualitas. Sebanyak 625 petugas kesehatan, kader Posyandu dan kader pembangunan manusia (KPM) telah dilatih Emo-Demo dan Pendekatan Rumah Bersih di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang. Di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara (TTU), sebanyak 823 petugas kesehatan/kader Posyandu dan KPM telah dilatih Emo-Demo dan Pendekatan Rumah Bersih.

Melalui program BISA, Save The Children dan Nutrition International tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan praktik kesehatan yang baik, tetapi juga memperkuat infrastruktur kesehatan dengan dukungan pemerintah setempat. Dengan berbagai intervensi yang holistik dan berkelanjutan, harapannya dapat menciptakan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat dan mencipatakan masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi anak-anak Indonesia.(*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved