Capital Market & Investment

Mutuagung Lestari Segera Bayar Dividen Rp9,48 Miliar

Mutuagung Lestari akan berfokus pada bisnis green economy, sharia economy dan digital economy (Foto: MUTU)

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) menetapkan pembagian dividen senilai Rp9,48 miliar atau 30% dari laba bersih di 2023 sebesar Rp30,9 miliar. Aksi korporasi ini disepakati perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) di Jakarta pada hari ini.

Kinerja apik MUTU di tahun lalu itu berlanjut pada kuartal pertama tahun ini. MUTU mengantongi laba bersih senilai Rp4,39 miliar di Januari-Maret 2024. Raihan ini meningkat sebesar 34,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba ini ditopang pendapatan yang mencapai Rp60,51 miliar, tumbuh 17,40% dibandingkan Maret 2023. Perseroan bergerak di bidang jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi.

Sumarna, Direktur Mutuagung Lestari, menjelaskan, pendapatan segmen sertifikasi produk mengalami lonjakan13,01% atau sebesar Rp12,9 miliar di tahun lalu. Tren ini menular ke segmen pengujian laboratorium dan surveyor yang tumbuh 2,67% atau sebesar Rp2,68 miliar. Sedangkan, segmen inspeksi teknis tumbuh 16,28% atau senilai Rp9,97miliar.

Aset perusahaan per Maret tahun ini bertambah senilai Rp6,64 miliar atau menjadi Rp282,09 miliar dari Rp275,44 miliar pada 31 Desember 2023. Di sisi lain, liabilitas perseroan juga meningkat Rp2,66 miliar dari Rp74,85 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp77,51 miliar pada 31 Maret 2024. Pada periode yang sama, ekuitas dilaporkan mencapai Rp204,58 miliar, meningkat Rp3,99 miliar dibandingkan dengan posisi ekuitas pada 31 Desember 2023 yaitu Rp200,59 miliar. “Perusahaan terus melakukan inovasi dalam pengembangan dan penciptaan perdagangan nasional dan internasional,MUTU telah berhasil melayani lebih dari 3.000 klien perusahaan multinasional yang memiliki reputasi positif di seluruh dunia. MUTU juga menjadi lembaga sertifikasi pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi sebagai Lembaga Validasi atau Verifikasi Gas Rumah Kaca dari Komite Akreditasi Nasional (KAN),” ungkap Sumarna di Jakarta, Rabu (26/62024).

Direktur Operasional PT Mutuagung Lestari Tbk Irham Budiman, potensi industri testing, inspection, and certification (TIC) di Indonesia dan global. Nilai pasar TIC global pada 2027 diestimasikan mencapai US$270 miliar atau sekitar Rp4.000 triliun. Irham optimistis prospek industri ini masih sangat menjanjikan karena nilai pasar TIC di Indonesia mencapai Rp20 triliun.

Oleh karena itu, industri TIC masih akan terus tumbuh secara eksposional di masa mendatang seiring adanya kebijakan hilirasi industri, pembangunan ekonomi hijau, digitalisasi, pengembangan ekonomi syariah, peningkatan volume perdagangan dan juga peningkatan kesadaran konsumen akan pentingnya sertifikasi.

Menurut Irham, MUTU mengembankan bisnis TIC ke sektor green economy, sharia economy & digital economy. Perseroan menargetkan akan masuk ke bisnis perdagangan karbon di Bursa Efek Indonesia untuk kebutuhan green economy.

Untuk kebutuhan sharia economy, MUTU menargetkan sertifikasi halal, industri halal, dan wisata halal. Sementara untuk digital economy, tren digitalisasi yang terus diterapkan juga menjadi prospek usaha yang relevan melalui penyediaan sistem traceability, terutama untuk aset sumber daya alam. “MUTU meyakini beberapa langkah strategis akan terus lakukan sesuai dengan tren pasar. Kami akan fokus pada tiga prospek usaha ini, dan menjadikan MUTU sebagai lembaga penilai kesesuaian terkemuka yang tidak hanya dapat diterima secara nasional namun juga secara global,” kata Irham.

Berdiri sejak 1990, MUTU telah menjadi perusahaan di bidang TIC yang mendapatkan akreditasi sebagai Lembaga Validasi dan/ atau Verifikasi Gas Rumah Kaca dari Komite Akreditasi Nasional. Hingga kini. MUTU telah melayani lebih dari 3.000 klien perusahaan multinasional yang memiliki reputasi di seluruh dunia, dan MUTU juga melakukan ekspansi perusahaan hingga ke Vietnam, Tiongkok dan Jepang. Harga saham MUTU pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini stagnan di Rp79. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved