Women Business Leaders

Tiga Strategi Indriyanti Tingkatkan Kinerja Prodia

PT Prodia Widyahusada Tbk berupaya terus menjadi market leader (Dok. Prodia)

Sebagai Direktur Business & Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk, Indriyanti Rafi Sukmawati menghadapi tugas yang tidak mudah: mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja Prodia sebagai pemimpin pasar di industri laboratorium klinik di tengah persaingan yang makin ketat. Maklum, pesaing-pesaing utama Prodia, termasuk Kimia Farma Diagnostika, Bio Medika, Parahita Diagnostic Center, Bumame Farmasi, dan Laboratorium Klinik Pramita, juga terus bergerak.

Lantas, apa yang dilakukan Indriyanti?

Tiga Strategi

Strategi 1: Meningkatkan Aksesibilitas

Prodia berkomitmen meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan melalui ekspansi dan kemitraan inovatif. Mereka mengembangkan jaringan klinik spesialis di berbagai wilayah, termasuk daerah sulit dijangkau, untuk memastikan layanan diagnostik berkualitas tinggi dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Kerjasama dengan apotek, klinik, pusat kesehatan masyarakat, dan rumah sakit diperluas untuk menyediakan layanan Point of Care yang lebih dekat dengan masyarakat. Indriyanti menjelaskan, “Kami menambah outlet baru dan menjalin kerjasama dengan klinik dan rumah sakit untuk memperluas cakupan layanan kesehatan.”

Prodia juga mengintegrasikan layanan diagnostik ke dalam platform digital seperti aplikasi U by Prodia, memungkinkan pelanggan mengakses layanan secara online, offline, dan mobile. Pelanggan dapat cepat mengakses hasil pemeriksaan, menjadwalkan janji temu, dan mendapatkan konsultasi kesehatan.

“Kami berupaya memastikan layanan kesehatan Prodia dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka,” tambah Indriyanti.

Strategi 2: Inovasi yang Proaktif dan Fleksibel

Prodia terus meningkatkan layanannya dengan mengembangkan tes laboratorium baru dan menghadirkan klinik berkonsep wellness. Mereka telah mendirikan 87 klinik yang fokus pada pelayanan kesehatan holistik serta tiga specialty clinics: Prodia Children Health Centre, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre, untuk menyediakan solusi kesehatan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan individu.

Selain itu, Prodia aktif berinovasi dengan mengedepankan proaktif dan fleksibilitas. Inovasi proaktif termasuk tes genetik untuk pencegahan penyakit dan pengelolaan kesehatan. Sementara inovasi fleksibilitas mencakup layanan pengambilan darah di rumah atau kantor melalui "Anywhere Service" serta layanan konsultasi kesehatan online yang memungkinkan pelanggan berkonsultasi dengan dokter dari rumah.

Prodia juga memperkenalkan "Next Generation Laboratory" yang dilengkapi teknologi mutakhir untuk hasil tes yang lebih akurat dan cepat, meningkatkan kapasitas laboratorium, serta berfokus pada penelitian dan pengembangan.

Generasi muda dan digital-savvy juga dijangkau melalui layanan kesehatan yang dapat dipesan via platform digital. Pelanggan dapat mengakses hasil pemeriksaan melalui aplikasi mobile atau website, memberikan pengalaman yang efisien dan nyaman.

Strategi 3: Scientific Marketing

Setelah aspek aksesibilitas dan inovasi, Indriyanti juga mengembangkan strategi marketing secerdas mungkin. Di sini, dalam memperkuat strategi segmentasi, targeting, dan positioning, pendekatan utama yang diambil Prodia adalah melalui edukasi menggunakan scientific marketing, yang tidak hanya bertujuan membangun reputasi dan kepercayaan pelanggan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Edukasi kesehatan dilakukan secara holistik, mulai dari memberikan informasi kepada para klinisi untuk membantu dalam menegakkan diagnosis, hingga memberikan pemahaman kepada perusahaan untuk memaksimalkan manfaat dari pengeluaran kesehatan. Prodia juga aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas, memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi lebih dini tentang kesehatan dan mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

“Kami meyakini bahwa melalui upaya edukasi yang berkelanjutan, hubungan antara Prodia dan pelanggan dapat terjaga dalam jangka panjang,” ungkap Indriyanti. Di luar itu, fokus utama Prodia adalah merawat basis pelanggan tradisional (loyalis Prodia) melalui program-program retensi, promosi, dan edukasi yang berkelanjutan.

Leadership Style

Dengan tiga strategi di atas, lalu bagaimana Indriyanti menerapkan gaya kepemimpinannya?

"Di Prodia, kami mengadopsi pendekatan kepemimpinan yang komprehensif dan adaptif, mencakup situational leadership, transformational leadership, serta konsep pemimpin sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Kami percaya bahwa dalam berbagai situasi yang berbeda, diperlukan pendekatan kepemimpinan yang sesuai untuk mencapai tujuan secara efektif. Oleh karena itu, kami terus belajar dan mengembangkan kemampuan memimpin yang responsif terhadap konteks dan kebutuhan yang ada," ujarnya.

Dia lalu mengungkapkan bahwa manajemen Prodia sangat memprioritaskan pengembangan budaya perusahaan yang kuat. Di Prodia, katanya, budaya kerja tercermin dalam nilai-nilai seperti "we are all in this together" yang menekankan pentingnya kerjasama serta kolaborasi di antara seluruh anggota tim. "Kami mengedepankan keterbukaan dan mengeliminasi pola pikir NETMA (Nobody Ever Tell Me Anything), mendorong komunikasi yang terbuka dan transparan di semua tingkatan organisasi," dia menambahka.

Kemudian, dihidupkan "The Spirit of Prodia" yang mendorong mereka untuk selalu memberikan yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan. "Sikap mental kami adalah bahwa setiap hari harus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kami percaya dalam filosofi 'learn well, work well, and play well', yang menggambarkan komitmen kami untuk terus belajar, bekerja dengan penuh dedikasi, dan merayakan kehidupan di luar pekerjaan.

Hasil yang Manis

Tiga strategi dengan gaya kepemimpinan yang dikembangkan Indriyanti beserta koleganya di jajaran manajemen Prodia telah memberikan hasil manis. Mereka mencatat pencapaian positif dengan pertumbuhan stabil dan berkelanjutan. Pendapatan tahun 2023 mencapai Rp2,22 triliun, naik sekitar 2% dari tahun sebelumnya, dengan peningkatan kunjungan sebesar hampir 0,5% dan volume tes naik sekitar 14%. Margin laba bersih tetap tinggi, mencapai 11,7%, di atas level CAGR tahun 2023. Adapun laba bersih mencapai Rp259,3 miliar di tahun 2023. Pangsa pasar Prodia tetap kuat di 40,5% pada tahun 2022, dengan harapan peningkatan pada tahun-tahun berikutnya.

Indriyanti sendiri menegaskan bahwa perusahannya optimistis mencapai kinerja lebih baik tahun ini dengan strategi matang dan fokus pada layanan esoterik dan genomik tes. Pertumbuhan pelanggan terus meningkat, dengan rata-rata akuisisi mencapai 40% setiap tahun, mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap layanan kesehatan Prodia.

Untuk mencapai hal itu, Indriyanti -- seperti dipaparkan saat public expose, 18 April 2024 --, menegaskan bahwa Prodia memiliki target meluncurkan 10 tes baru setiap tahunnya, dan membuka 1-2 cabang per tahunnya.

Dengan fokus pada ekspansi dan inovasi, serta kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif, juga "The Spirit of Prodia", Indriyanti percaya Prodia siap menghadapi tantangan dan melangkah maju untuk mencapai keunggulan di masa depan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved