Management

Achmad Zaky Siap Gelontorkan Investasi di Startup, Ini Kriterianya

(kiri-kanan) Rexi Christopher, Venture Partner Init-6 dan Achmad Zaky, Pendiri Init-6 (Foto: Eva Martha Rahayu/SWA).

Init-6, perusahaan venture capital besutan Achmad Zaky -- mantan pendiri Bukalapak -- kembali akan aktif berekspansi di 2024 dengan menyasar startup di industri kesehatan, edukasi, Business to Business (B2B), climate tech, dan konsumer. Salah satu kriteria bisnis yang disasar adalah adanya model bisnis yang kuat dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang substansial di masa depan.

Menjadi salah satu The Most Active VC di tahun 2023, Init-6 cukup puas dengan performa tahun 2023 dengan beberapa portofolio yang menunjukkan kinerja bisnis yang sehat dan berpotensi menarik investor baik dari regional dan global. Beberapa di antaranya Dibimbing.id, dengan Yayasan Dibimbing Indonesia yang diperkirakan sebentar lagi akan meluncurkan sebuah universitas dengan nama Cakrawala University.

Lalu, Imajin, sebuah startup yang berfokus pada pasar manufaktur online. Selanjutnya, Gently di ranah konsumen dan produk bayi yang baru saja mendapatkan penghargaan dengan pertumbuhan bisnis yang signifikan, dan Qiscus sebagai startup yang menghadirkan dukungan untuk penjualan dan program loyalitas melalui teknologi otomatisasi.

“Init-6 tumbuh begitu cepat, dalam waktu lebih dari 3 tahun kami telah memiliki lebih dari 35 portofolio investasi lintas sektor dan bekerja sama dengan lebih dari 50 founders di ekosistem kami. Di tahun ini, kami menargetkan portofolio akan bertumbuh hingga lebih dari 40 startup. Mimpi kami untuk Init-6 begitu besar, kami ingin Init-6 dapat menjadi partner yang membawa startup - startup ini dapat berekspansi lebih luas dan tumbuh signifikan. Kami ingin industri teknologi Indonesia tetap diperhitungkan di kancah regional dan global,” jelas Achmad Zaky, Pendiri Init-6 kepada Swa.co.id di Jakarta (27/06/2024).

Menyambut hal yang sama, Rexi Christopher, Venture Partner Init-6 juga mengatakan, “Tentu saja jumlah investasi di tahun 2024 akan bertambah, seiring dengan pertumbuhan industri dan pasar. Portofolio kami dikurasi dengan sangat selektif, dengan mengedepankan kriteria pertumbuhan bisnis yang tidak semata bergantung pada ekspansi kapital yang besar saja. Dengan pengalaman kami, kami ingin Init-6 jeli dalam melihat peluang yang ada.”

Zaky tidak menampik bahwa akhir-akhir ini industri juga dihadapkan pada fenomena adanya startup yang tidak berhasil dan faktor risiko itu akan selalu ada. Menurutnya memiliki riset yang mendalam dan mengetahui kesiapan pasar juga sangat krusial. Founders harus tahu kapan keputusan diambil untuk meluncurkan produk/layanan, pengaturan harga yang tepat, kapan melakukan investasi, ekspansi dan belana. Selain itu, daya saing bisnis juga tidak kalah penting.

Menurutnya, trial and error dan beta testing tetap sangat diperlukan. Seringkali startup yang belum mencapai profitabilitas dan sangat bergantung pada suntikan investasi investor, tergoda dengan ekspansi dan belanja yang mungkin saja belum terlalu dibutuhkan sehingga berdampak pada kesehatan bisnis startup. Pada akhirnya, startup dengan model bisnis yang kuat yang akan bertahan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved