Management

Schneider Electric Tunjuk Martin Setiawan sebagai Leader di Indonesia & Timor Leste

Martin Setiawan, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste. (Foto : Istimewa).

Schneider Electric menetapkan Martin Setiawan sebagai Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste. Dia menggantikan Roberto Rossi, yang telah memimpin pasar Indonesia selama tiga tahun terakhir. Martin bertanggung jawab untuk mengembangkan portofolio bisnis Schneider Electric dengan misi menjadi mitra pemerintah dan pelaku industri dalam menyediakan solusi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Martin berpengalaman selama 20 tahun mengelola berbagai proyek digitalisasi pengelolaan energi dan otomasi industri, dan menempati ragam posisi manajerial di bidang penjualan, pemasaran hingga bisnis. Dia memperkuat posisi Schneider Electric sebagai mitra strategis di sektor industri dalam memulai perjalanan dekarbonisasi, dan keberlanjutan. “Indonesia berpotensi besar untuk menjadi negara adidaya energi hijau. Pengelolaan sumber daya yang tepat dengan prinsip-prinsip berkelanjutan, elektrifikasi, serta penerapan teknologi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi adalah faktor-faktor penting dalam merealisasikan potensi tersebut,” kata Martin pada siaran pers di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Selama setengah abad, Schneider Electric telah berperan dalam pengembangan sektor kelistrikan di Indonesia. “Dan kami terus memperluas keahlian, solusi, serta layanan sebagai penyedia teknologi industri untuk pengelolaan energi dan otomasi. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra Indonesia dalam menapaki dimensi baru sektor kelistrikan hijau dan industri hijau,” ucapnya.

Lebih lanjut, Martin menekankan komitmen keberlanjutan dan sirkularitas sebagai pondasi perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, yang akan terus dikembangkan dalam masa kepemimpinannya. “Keberlanjutan bukan hanya jualan kami, namun kami amini dalam menjalankan operasional perusahaan. Kami tidak hanya menjadi penyedia teknologi, namun kami juga menjadi perusahaan pertama yang memanfaatkan teknologi tersebut. Dalam hal sirkularitas,” tutur Martin. Schneider Electric menerapkan prinsip 3R (reuse, reduce dan recycle) pada kegiatan produksinya.

Mayoritas produknya mengantongi sertifikasi Green Premium yang menjamin keberlanjutan dalam proses produksinya. Seluruh pabrik Schneider Electric di Batam dan Cikarang telah bertransformasi menjadi smart factory dengan teknologi sendiri, dan telah merasakan dampak positif yang diberikan dari transformasi tersebut. Pabrik Batam telah berhasil mengurangi 319 ribu kWh/tahun atau 243 ton CO2/tahun, mengurangi 40% waste material, dan meningkatkan produktivitas hingga 20%. Schneider Electric mulai beralih ke energi bersih di pabrik Cikarang, Jawa Barat, yang memanfaatkan panel surya. Pabrik ini mampu mengurangi emisi karbon sebesar 181 ton CO2 per tahun (atau setara dengan penanaman 900 pohon per tahun).

Martin menyampaikan tujuan Schneider Electric adalah memberdayakan semua orang agar dapat memaksimalkan energi dan sumber daya, menjembatani kemajuan dan keberlanjutan. Kami berkomitmen menjadi mitra dialog berbagi praktik terbaik dalam inisiatif sustainability dan efisiensi, dan menyediakan solusi terintegrasi dari fase desain dan perencanaan, hingga pengoperasian dan pemeliharaan. Kami memberdayakan sektor industri dengan solusi yang cerdas, efisien, dan dapat diandalkan untuk meningkatkan kinerja, profitabilitas, dan keberlanjutan,” tutur Martin. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved