Trends

Yessiow: Melukis Harapan, Menembus Forbes 30 Under 30

Yessi Nur Mulianawati atau Yessiow, Seniman Mural Asal Bali. (Foto: Istimewa)

Di balik tembok yang berhiaskan lukisan perempuan dengan palet warna-warni, terdapat cerita seorang seniman yang merajut mimpinya sejak kecil. Yessi Nur Mulianawati, atau yang lebih dikenal dengan Yessiow, telah menyematkan namanya dalam dunia seni mural sejak tahun 2013. Dari kanvas ke tembok, perjalanannya adalah cermin dedikasi dan cinta terhadap seni yang mengakar kuat dalam dirinya.

"Sejak kecil saya bekerja keras untuk mengejar mimpi saya menjadi seorang seniman. Dunia ilustrasi saya tekuni sejak saya lulus kuliah, karena saya ingin mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua, jadi saat itu pekerjaan yang mudah dilakukan dari kejauhan adalah membuat ilustrasi. Saya mengerjakan apa yang saya suka dan juga saya dapat mandiri secara finansial. Dari sana lah saya meneruskan pekerjaan saya menjadi seorang ilustrator yang sekarang menjadi profesi saya full time," ungkap Yessi, yang menempuh pendidikan di jurusan Desain Komunikasi Visual di salah satu universitas swasta di Bandung.

Bagi Yessi, tembok-tembok yang kosong adalah kanvas besar yang memanggil jiwa seninya. Meskipun pernah mencoba peruntungannya di atas kanvas tradisional, dia menemukan bahwa mural di dinding dapat dinikmati lebih banyak orang.

"Kalau lukisan, harus melewati proses yang panjang untuk bisa masuk ke galeri atau pameran. Sejujurnya saya sudah coba beberapa kali, tapi sayangnya karya saya belum berhasil lolos kurasi," cerita Yessi kepada swa.co.id, Jumat (28/06/2024).

Kekecewaan itu tak membuatnya menyerah, justru menginspirasi cara lain agar karyanya dapat dilihat orang banyak tanpa batasan. "Saya sempat putus asa. Lalu terpikir cara lain bagaimana agar gambar saya bisa dilihat orang lain tanpa ada ‘syarat’. Dan mural adalah jawabannya," tambahnya.

Warna cerah dan desain yang playful menjadi ciri khas karyanya. Setiap goresan adalah pesan positif yang dia harapkan dapat menyentuh hati setiap orang yang melihatnya. "Saya senang warna-warni yang ceria dan playful karena saya ingin mural buatan saya membawa pesan dan kesan yang positif," tuturnya.

Dalam proses kreatifnya, Yessi selalu mencari tahu tema dan benang merah dari cerita yang akan dia gambar. "Biasanya saya mencari tahu apa tema dan benang merah dari cerita ilustrasi tersebut. Karena di setiap ilustrasi saya, pasti ada ceritanya. Lalu masuk ke proses kreatif yang mana saya akan membuat sketch, dan pewarnaan ilustrasi tersebut," jelasnya.

Inspirasi dan Kolaborasi dalam Karya

Inspirasi Yessi datang dari segala penjuru, baik dari seniman lain maupun lingkungan sekitarnya. Dia sering kali membawa pesan tentang perempuan, merayakan keragaman warna kulit, dan mengangkat tema positivity in life. "Karya saya selalu membawa hal yang simple yang terinspirasi dari hal-hal di sekeliling kita. Saya juga sering membawa pesan mengenai perempuan, menghighlight tentang perempuan di dunia mural, atau di dunia ini secara general. Terutama mengenai perbedaan warna kulit, diversity, dan positivity in life," terangnya.

Salah satu karya yang sangat dibanggakannya adalah mural di Yordania. Ketika Rita, kurator Baladk Festival, mengajaknya untuk mengintegrasikan tema kesehatan mental dalam karyanya, Yessi merasa tertarik. "Ketika saya mendalami topik ini dan membaca artikel tentang kesehatan mental perempuan di Yordania yang dibagikan oleh Rita, saya tidak bisa mengabaikan kesamaan mencolok dengan pengalaman perempuan di Indonesia," kenangnya. Karya berjudul "Gotong Royong" yang menggambarkan dua perempuan saling mengangkat satu sama lain, melampaui batas negara dan melambangkan ketahanan serta komunitas.

“Dengan menggambarkan dua perempuan saling mengangkat satu sama lain, karya seni saya melampaui batas negara, melambangkan ketahanan dan komunitas. Ini mencerminkan pengalaman bersama perempuan di berbagai negara dan berkontribusi pada dialog yang sedang berlangsung tentang hak-hak perempuan dan kesadaran kesehatan mental. Melalui tindakan kolektif dan solidaritas, kita bisa berupaya menciptakan masyarakat yang lebih penuh kasih di mana perempuan merasa diberdayakan untuk memprioritaskan kesejahteraan mental mereka,” jelasnya.

Perjalanan Yessi tak hanya berhenti di mural. Dia juga telah bekerja sama dengan klien ternama seperti Meta Instagram, Astra International, Teh Botol Sosro, dan Citra. Perempuan muda asal Bali ini berhasil menggelar pameran seni di lima negara: Spanyol, Yunani, Austria, Italia, dan Australia pada tahun 2022. Di tahun 2023, dia kembali mengikuti pameran seni internasional dan diundang sebagai residensi di Australia. "Saya bersyukur dan beruntung klien besar ini memberikan kebebasan kepada saya untuk berekspresi sesuai gaya ilustrasi saya, tapi masih dalam garis identitas perusahaan tersebut. Sejauh ini saya memiliki pengalaman yang baik dan mengesankan bekerja sama dengan brand-brand besar tersebut yang selalu supportive kepada anak muda Indonesia," ujarnya.

Pengalaman dan dedikasinya dalam dunia seni membuat Yessi terpilih dan dinobatkan dalam Forbes 30 Under 30. "Saya senang pastinya dan shock, karena saya tidak pernah menyangka. Saya bersyukur juga bisa mewakili teman-teman seniman street art perempuan. Menurut saya ini adalah statemen kuat bahwa pekerjaan yang mungkin dipandang hanya untuk laki-laki, tapi saya bisa membuktikan bahwa sebagai seniman street art perempuan kita juga bisa maju dan sukses," ujarnya dengan penuh semangat.

Yessi sedang beraksi (IG yessiow)

Lakukan Dari Hati

Yessi juga aktif di komunitas seni di Bali. Bersama beberapa teman seniman, dia mendirikan sebuah yayasan yang mendukung seniman, terutama seniman street art. Yayasan ini mengadakan festival seni jalanan bernama Tangi Street Art Festival, yang mempertemukan seniman internasional dan nasional untuk membuat mural di Bali. "Kami membuat sebuah yayasan yang bergerak di bidang seni untuk mendukung teman-teman seniman, tidak hanya street artists tapi juga seniman dari berbagai bidang untuk berjejaring dan menyediakan kesempatan bagi seniman-seniman muda," jelasnya.

Di tengah kemajuan industri ilustrasi di Indonesia, Yessi melihat banyak event, tempat, dan sosok penting yang memberikan wadah bagi ilustrator lokal. "Saya sangat bangga dan senang melihat perkembangan pesat dari industri ilustrasi. Kemajuan digital berjalan beriringan menurut saya, karena kesempatan dan wadah itu juga berkat teknologi digital yang semakin mudah diakses," jelasnya.

Yessiow, dengan karya-karyanya yang penuh warna dan cerita, terus membawa pesan positif dan inspirasi bagi banyak orang. Saran Yessi untuk para ilustrator lainnya sederhana namun mendalam: "Lakukan semuanya dari hati, lakukan apa yang kita sukai dan tekuni. Jangan berhenti berkarya, dan ambil kesempatan yang ada."

Dengan segala pencapaian dan dedikasinya, Yessi Nur Mulianawati menjadi bukti bahwa mimpi yang dirajut dengan tekad dan warna-warni akan selalu menemukan jalannya, mengisi dunia dengan keindahan dan inspirasi.

Ke depan, harapannya untuk seniman perempuan bisa mendapatkan kesempatan yang lebih luas lagi, seniman street art perempuan Indonesia juga semakin bersinar dan memiliki panggung yang lebih besar lagi di dunia industri kreatif. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved