Business Research

Survey Kantar: Indomie Merek FMCG Pilihan Konsumen 2024

Dalam Survey Kantar, Indomie terpilih sebagai "The Most Chosen FMCG Brand". (Foto: Audrey/SWA)

Kantar Indonesia, Divisi Worldpanel, baru saja merilis laporan terbaru mereka, Brand Footprint Indonesia 2024. Brand Footprint adalah studi tahunan yang dilakukan oleh Kantar untuk mengukur merek yang paling dipilih oleh konsumen. Laporan ini mencakup lebih dari 550 merek di lima sektor FMCG, yaitu Makanan, Minuman, Produk Susu, Perawatan Rumah, dan Perawatan Tubuh. Brand Footprint Indonesia tahun ini mencakup 97% rumah tangga di berbagai kota besar dan kecil di seluruh wilayah urban dan rural Indonesia, dari keseluruhan populasi rumah tangga sebanyak 70 juta.

Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager of Kantar Indonesia, Worldpanel Division, menjelaskan lebih lanjut bahwa, “Dalam studi tahunan Brand Footprint, Kantar menggunakan metode yang disebut Consumer Reach Point (CRP) untuk mengukur sejauh mana suatu merek dapat menjangkau konsumen. CRP adalah matriks yang menggabungkan tingkat penetrasi, yaitu jumlah rumah tangga yang membeli merek tersebut, dengan frekuensi pembelian oleh konsumen. Dengan kata lain, nilai CRP memberikan gambaran tentang seberapa kuat hubungan antara merek tersebut dengan konsumennya.”

Lantas, siapa jagoannya?

Di edisi tahun ini, Indomie tetap mempertahankan posisi teratas dari The Most Chosen FMCG Brand di Indonesia, dengan 2,3 miliar titik jangkauan konsumen (CRPs) dan penetrasi sebesar 96,6%.

Yang menarik, kesuksesan Indomie ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi yang cerdas dan inovatif yang diterapkan untuk menarik dan mempertahankan konsumen.

Tiga Strategi

Ada tiga strategi utama yang digunakan oleh Indomie untuk mempertahankan posisinya sebagai merek FMCG paling dipilih di Indonesia adalah:

1. Kolaborasi Kreatif: Indomie terus berinvestasi dalam inisiatif menarik yang dirancang untuk membuat lebih banyak orang tertarik untuk membeli. Contoh terbaru adalah kolaborasi dengan Rabbit Habit, sebuah merek kecantikan lokal, untuk menciptakan palet eye shadow dengan kemasan yang menyerupai tampilan khas Indomie. Kolaborasi ini tidak hanya menarik perhatian tetapi juga menciptakan keinginan untuk memasak Indomie setelah menggunakan produk tersebut.

2. Aksesibilitas dan Distribusi yang Luas: Indomie memastikan portofolio produknya tersedia di seluruh saluran distribusi, termasuk perdagangan tradisional, modern, dan lokal. Indomie memastikan produk mereka selalu ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar.

3. Inovasi Produk dan Aktivasi Menarik: Mereka juga memperluas portofolio terlarisnya dengan meluncurkan kemasan jumbo untuk varian populer seperti Indomie Goreng Rendang. Lalu, dengan meluncurkan Seri Ramen, Indomie membuka peluang baru di segmen mie instan premium. Portofolio yang beragam, ditambah dengan aktivasi menarik seperti kedai ramen, menawarkan pengalaman baru bagi konsumen dan menyelamatkan segmen yang sebelumnya mengalami penurunan. Inovasi ini menunjukkan kemampuan Indomie untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tren pasar dan preferensi konsumen yang berubah.

Dengan kombinasi strategi-strategi ini, Indomie berhasil mempertahankan kepemimpinan di pasar mie instan Indonesia dan terus menjadi merek pilihan utama bagi konsumen. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved