Trends

Bank DKI Terapkan Kualitas GCG

Kejati DKI Jakarta sebagai instansi penegak hukum telah menjadi mitra terbaik bagi Bank DKI, khususnya dalam menjaga prinsip penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Foto: Bank DKI)

Konsisten dalam memberikan pendampingan, pertimbangan dan tindakan hukum lainnya bagi Pemprov DKI Jakarta dan BUMD milik DKI Jakarta, Bank DKI mengapresiasi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono, mengatakan Kejati DKI Jakarta seringkali membantu Bank DKI dalam layanan pendampingan dan pertimbangan hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), khususnya Pemprov DKI Jakarta serta BUMD Jakarta.

Penghargaan diserahkan oleh Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Rudi Margono, di Monas bertepatan pada HUT Kota Jakarta Ke-497. Penghargaan ini didasari atas kinerja Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) selama periode 2023 sampai Mei 2024.

Lebih lanjut Amirul mengatakan Kejati DKI Jakarta sebagai instansi penegak hukum telah menjadi mitra terbaik untuk Bank DKI dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Sinergi yang dibangun antara kedua pihak itu sesuai koridor prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) yang berkesinambungan.

Bank DKI telah bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, yang dituangkan dalam Nota Kesepakatan Bersama antara Bank DKI dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tentang Kerja Sama di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara. Dalam kesepakatan tersebut, Kejati DKI Jakarta memberikan pendampingan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, hingga peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia di bidang hukum. “Kejati Jakarta melalui bidang Perdata dan Tata usaha Negara juga telah membantu dalam jasa hukum terkait penyelesaian permasalahan kerja sama pemanfaatan tanah milik Bank DKI di Jalan MH. Thamrin 10 Jakarta Pusat, termasuk penagihan kredit bermasalah,” jelas Amirul pada siaran pers di Jakarta, Jumat (28/6/2024).

Bank DKI per Mart 2024 mencetak laba bersih sebesar Rp187 miliar yang didorong oleh pendapatan bunga bersih Rp650 miliar dan fee based income sebesar Rp134 miliar. Secara keseluruhan, total aset mencapai Rp78,2 triliun.

Sementara dana murah yang dihimpun Bank DKI mencapai Rp25,8 triliun terdiri dari giro Rp15,9 triliun per Maret 2024, tumbuh 16,41% dari Rp13,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pada periode ini, tabungan sebesar Rp9,9 triliun, tumbuh 4,86% dari Rp9,4 triliun.

Bank DKI juga mengurangi porsi dana mahal yang dimiliki, tercermin dari deposito yang menurun 17,44% atau menjadi menjadi Rp36,4 triliun dari Rp44,1 triliun. Langkah ini dipilih bank dalam menjaga likuiditas perseroan dengan posisi loan to deposit ratio (LDR) meningkat sebesar 81,31% dari 72,06%. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved