Marketing

Asuransi Badal Haji Diminati Nasabah

Sejak diluncurkan pada Desember 2023, Asuransi Perlindungan Amanah Syariah dari AXA Mandiri sudah melindungi 2.089 nasabah. (Foto: Ist)

Produk asuransi yang memiliki fitur badal haji saat ini semakin banyak diminati masyarakat. Sejak diluncurkan pada Desember 2023, Asuransi Perlindungan Amanah Syariah dari AXA Mandiri melindungi 2.089 nasabah. Badal haji adalah haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang sudah wafat atau tidak mampu berangkat secara jasmani dan rohani.

Keuntungan lain memiliki asuransi syariah yang memiliki fitur badal haji adalah pemegang polis bisa mewujudkan amanahnya kepada diri sendiri, orang lain dan ibadahnya. “Produk ini sejalan dengan life-stage campaign dari AXA Mandiri yang mengajak masyarakat untuk mengelola risiko sejak tahap awal kehidupan. Melengkapi masyarakat untuk dapat meraih mimpinya di setiap tahap kehidupan sambil meraih kemuliaan,” tutur Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (29/6/2024).

Lebih lanjut, Uke menjelaskan asuransi Perlindungan Amanah Syariah dilengkapi dengan manfaat perlindungan dari 77 kondisi kritis, manfaat rawat inap (harian, ICU dan pemulihan) hingga mewujudkan impian masa depan dengan menggunakan manfaat akhir masa asuransi hingga 115% dari dana kontribusi dasar yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa asuransi. Manfaat akhir masa asuransi ini membantu pemegang polis mewujudkan impiannya pergi haji tanpa mengorbankan amanah kepada keluarga.

AXA Mandiri Syariah telah melindungi lebih dari 20 ribu lebih nasabah. Dari pemberian klaim dan manfaat AXA Mandiri Syariah mencapai Rp13 miliar sepanjang tahun 2023. Uke optimistis penjualan produk asuransi badal hajinya akan makin meningkat pada musim ibadah haji tahun 2025. Untuk rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi tahun 2024 atau 445 Hijriah memang telah usai dan ribuan jamaah haji asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air, termasuk pembeli produk Asuransi Perlindungan Amanah Syariah.

Menurit Uke, menunaikan ibadah haji adalah impian setiap umat muslim karena rukun Islam ke-5 ini menyempurnakan seluruh ibadah. Populasi penduduk muslim di Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Tak heran, daftar antrian ibadah haji cukup panjang untuk menunaikan ibadah tersebut.

Indonesia memiliki tiga program yang mengatur pemberangkatan jemaah haji. Tiga program pemberangkatan haji di Indonesia ini adalah program haji reguler, program haji plus, dan haji Furoda. Setiap program haji memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda. Haji reguler adalah program keberangkatan haji yang memiliki waktu tunggu paling panjang. Antrian haji reguler berkisar 30 tahun tergantung provinsi di Indonesia. Biaya haji reguler tahun 2024, menurut Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama adalah Rp56,04 juta dengan waktu ibadah selama 40 hari.

Haji plus adalah program keberangkatan haji yang memiliki waktu tunggu 5-9 tahun. Biaya haji plus tahun 2024, menurut Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah adalah Rp128,6 juta dengan waktu ibadah selama 19-26 hari. Selain itu, fasilitas untuk jemaah haji plus lebih dekat dengan Masjidil Haram.

Haji Furoda merupakan haji non-kuota yang pelaksanaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018. Haji ini merupakan program haji yang mendapatkan kuota khusus dari Pemerintah Arab Saudi. Keistimewaan haji ini berangkat di tahun yang sama saat mendaftar. Keistimewaan ini membuat haji Furoda sering disebut sebagai haji tanpa antre atau haji non-kuota. Berdasarkan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) kisaran biaya untuk Haji Furoda adalah Rp373,9 juta hingga Rp975,3 juta. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved