Capital Market & Investment

Jurus Carsurin (CRSN) Capai Target Pendapatan Rp468,71 Miliar di Tahun Ini

CEO PT Carsurin Tbk, Sheila Tiwan (tengah) yang memimpin perusahaanya dan mempekerjakan karyawan lebih dari 1.021 orang di 20 kantor cabang dan 17 laboratorium di seluruh Indonesia (Foto: Eva Martha Rahayu/SWA).

PT Carsurin Tbk pada 2024 ini menargetkan pendapatan senilai Rp468,71 miliar dan laba Rp 39,08 miliar. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1968 atau sejak 56 tahun lalu dan kini dikelola oleh generasi kedua itu percaya diri untuk mencapai target 2024 serta melampaui kinerja tahun lalu. Perseroan membukukan performa keuangan positif dan sejumlah kerja sama strategis di sepanjang 2023.

Direktur Utama Carsurin, Sheila Tiwan, menyebutkan perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp444,43 miliar sepanjang 2023, tumbuh 22,31% dari Rp363,37 miliar di tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan pada periode tersebut diperoleh dari sejumlah lini usaha utama yang meliputi jasa inspection, testing, certification, consulting dan product sales. Perseroan menggarap bisnis pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification/TIC) “Kami percaya akan kinerja yang positif di tahun 2024. Pertumbuhan industri TIC masih akan terus tumbuh positif seiring dengan kebutuhan industri atas komitmen terhadap lingkungan, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi, meningkatnya permintaan untuk produk dan layanan berkualitas dan berteknologi tinggi, meningkatnya kesadaran konsumen tentang keamanan dan kualitas produk hingga tuntutan dari pertumbuhan perdagangan global” ujar Sheila seperti ditulis swa.co.id di Jakarta, Sabtu (29/6/2024).

Saat ini, Carsurin sudah memiliki lebih dari 1.021 karyawan untuk mengembangkan bisnis yang tersebar di 20 kantor cabang dan 17 laboratorium di seluruh Indonesia. “Pengalaman kami selama lebih dari 55 tahun berkarya, membuat kemampuan kami dalam hal pengetahuan pasar industri TIC, mitigasi risiko, penanganan terhadap isu teknikal dan non-teknikal serta solusi kepabeanan tak perlu diragukan lagi,” kata Sheila.

Perseroan telah melakukan revitalisasi sejumlah laboratoriumnya, diantaranya di Samarinda, Kendari, Cikarang, Palembang, dan Pontianak. Selain itu, Carsurin merelokasi 3 kantor cabang di Jambi, Medan, dan Gresik. Adapun, fasilitas operasi yang saat ini tengah dikembangkan di 3 tempat, yaitu di Jakarta, Bogor dan Kolaka.

Sejumlah upaya dilakukan untuk mendukung ambisi pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan peluang bisnis Carsurin di tiga sektor. Sektor pertama adalah ekonomi hijau (green economy) termasuk didalamnya mengenai climate change mitigation dan ekosistem kendaraan listrik Sektor selanjutnya adalah blue economy dan energy transition.

Beberapa peluang ekonomi hijau yang sedang dikembangkan Carsurin itu antara lain environmental testing, carbon footprint, greenhouse gas (GHG) certification, dan carbon trading. Selain itu, terdapat peluang di rantai pasok bijih nikel, tes baterai kendaraan listrik, hingga kelistrikan hilir. Selanjutnya untuk sektor ekonomi biru, terdapat peluang dari bisnis infrastruktur kelautan dan transportasi laut. Sedangkan untuk transisi energi, perseroan telah menerapkan energy efficiency audit, UAV digital transformation, dan layanan terkait dengan biofuel, palm kernel shell dan Green Gold Label (GGL).

Pada Februari 2024, Carsurin mengumumkan kerja sama aliansi strategis dengan National Battery Research Institute (NBRI) yang menandai kemajuan signifikan dalam kolaborasi kedua belah pihak untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kendaraan listrik (EV). "Pendirian fasilitas pengujian baterai EV merupakan langkah penting dalam perjalanan kami menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk Indonesia. Fasilitas laboratorium bersama NBRI merupakan representasi dari dedikasi kami terhadap keunggulan, inovasi, dan komitmen terhadap kesejahteraan lingkungan kita", ujar Sheila.

Kerja sama terkait pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai EV menjadi sebuah tonggak penting dalam upaya menuju mobilitas berkelanjutan dan kepemimpinan teknologi di sektor EV Indonesia.

Cetak Kinerja Positif

Carsurin juga berhasil mencetak laba kotor Rp229,67 miliar pada 2023, tumbuh 25,17% dari Rp183,48 miliar pada 2022. Sementara itu, laba operasi pada 2023 sebesar Rp54,39 miliar, tumbuh 11,67% dari Rp48,71 miliar pada 2022. Sementara laba bersih pada 2023 sebesar Rp27,80 miliar.

Perseroan juga berhasil membukukan pertumbuhan dari sisi aset. Pada 2023, aset lancar mencapai Rp129,74 miliar, melonjak 52,03% dari akhir 2022 sebesar Rp85,33 miliar. Sementara itu, aset tidak lancar juga mencatatkan pertumbuhan meyakinkan hingga 108,02% menjadi Rp176,31 miliar pada 2023, dari akhir tahun sebelumnya Rp84,76 miliar.

Dengan demikian, total aset pada 2023 mencapai Rp 306,05 miliar, meningkat 79,93% dibandingkan dengan total aset Rp170,09 miliar pada 2022. Adapun, liabilitas jangka pendek pada 2023 tercatat Rp30,62 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang Rp62,36 miliar. Meski demikian, perseroan mengupayakan agar liabilitas jangka pendek dan jangka panjang akan turun pada 2024, masing masing menjadi Rp27,98 miliar dan Rp57,34 miliar.

Sejak berdiri tahun 1968, Carsurin menjadi salah satu pionir di industri TIC di Indonesia, bahkan menjadi perusahaan swasta pertama di industri TIC yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2023 dengan kode saham CRSN. Perseroan kini bergerak di bidang Jasa Konsultasi Manajemen dan Pengelolaan Lapangan Golf, serta Pengembangan Properti dan Fasilitas Pendukungnya melalui sejumlah anak perusahaan. Harga saham CRSN pada penutupan perdagangan di Jumat kemarin naik 1,01% atau menjadi Rp100 dari perdagangan sebelumnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved