Strategy

Inocycle Technology (INOV) Siapkan Rp20 Miliar Garap Bisnis Resin Daur Ulang

Pekerja di pabrik PT Inocycle Technology Tbk. (Foto : Dok).

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) berencana menambah lini bisnis baru, yaitu pembuatan resin/chips daur ulang. Penambahan lini bisnis tersebut diharapkan akan menjadi sumber pendapatan baru perseroan serta menambah daya saing INOV di era kompetitif saat ini. Emiten daur ulang limbah PET ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp20 miliar tahun ini untuk membiayai ekspansi ke bidang usaha baru tersebut. “Kami melihat ada peluang bisnis yang bagus dari potensi permintaannya," jelas Direktur Inocycle Technology Group, Victor Choi di Jakarta, Minggu (30/6/2024).

Victor, pada keterangan tertulisnya ini, menyampaikan INOV berada pada posisi yang kuat untuk dapat memenuhi peningkatan permintaan tersebut. Resin/chips daur ulang sendiri merupakan proses penyempurnaan dari bottle flakes yang dihasilkan dari pengolahan botol PET bekas. Dalam produksi resin/chips dari bottle flakes tersebut dilakukan beberapa proses tambahan yang berbeda dengan pembuatan serat daur ulang, yaitu pemrosesan menggunakan mesin granulator dan pelletizer, dan akan dijual langsung kepada konsumen.

Bisnis baru ini diperkirakan akan berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar Rp41 miliar – Rp114 miliar per tahun. Jumlah tonase resin/chips daur ulang yang dapat diproduksi berkisar 12 juta- 15 juta kg/tahun. Perseroan menargetkan menjual sebanyak 30% dari utilitas maksimum, atau sekitar 3,6 juta kg/tahun setelah selesai melakukan instalasi mesin.

Biasanya, industri pengolahan menggunakan bahan chips daur ulang antara lain adalah industri kemasan untuk makanan dan minuman, industri pakaian atau polyester, industri boneka, dan industri lainnya seperti kosmetika, farmasi, elektronik, pipa plastik, peralatan rumah tangga, otomotif dan lainnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved