Trends

Jamkrindo dan Subranto; Kisah Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Subranto, pemilik Blangkon Jaya di rumah produksi di Yogyakarta pada Jumat, 28 Juni 2024. (Foto : Sri Niken Handayani/SWA).

Di tengah gemerlap modernitas, ada sebuah warisan budaya yang tetap lestari dan terjaga dengan baik, blangkon, ikat kepala pria dalam tradisi busana Jawa. Subranto, pemilik usaha Blangkon Jaya asal kota Yogyakarta, adalah salah satu sosok yang menjaga kelestarian warisan budaya ini.

Sejak tahun 1997, Subranto memulai usaha blangkon dengan memasarkan produk milik saudaranya. Melihat potensi pasar yang menjanjikan, ia pun bertekad mendirikan usaha pembuatan blangkon sendiri. "Berbisnis ini tidak hanya bisnis tetapi sekaligus melestarikan budaya," ujarnya dengan penuh semangat saat ditemui swa.co.id beberapa waktu lalu di Yogyakarta.

Blangkon Jaya memproduksi blangkon khas Yogyakarta dan Solo, yang kini telah dipasarkan di berbagai tempat wisata seperti Borobudur dan Prambanan. Tak hanya itu, permintaan blangkon juga datang dari berbagai daerah seperti Tulungagung, Jakarta, Sulawesi, bahkan sampai ke Kalimantan. Subranto juga memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produknya lebih luas lagi.

Dibantu oleh delapan karyawan, Blangkon Jaya mampu memproduksi sekitar 15-20 blangkon setiap harinya. "Pembuatannya masih dibuat menggunakan tangan, sehingga tidak bisa diproduksi massal dalam waktu singkat," jelasnya. Proses pembuatan yang manual ini membuat blangkon tetap memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri.

Pada hari-hari besar seperti libur lebaran, Hari Kartini, dan libur sekolah, permintaan blangkon meningkat signifikan. Namun, pria 52 tahun ini sering kali terbentur modal usaha untuk memenuhi permintaan tersebut. Ia bercerita pernah mendapatkan pesanan hingga 6000 pcs, namun karena terbatasnya stok dan modal, ia tidak bisa memenuhi permintaan tersebut sepenuhnya.

"Karena pembuatannya manual, jadi kami harus stock dari jauh-jauh hari, sehingga saat permintaan banyak, barangnya sudah ada. Biasanya kalau stoknya kurang, saya bekerjasama dengan pengrajin lain untuk memenuhi permintaan tersebut," tambahnya.

Tahun 2019 membawa keberuntungan bagi Subranto, ketika ia mendapatkan pendanaan dari Jamkrindo dalam program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK). Bersama 10 pengrajin lainnya di Kampung Pilahan, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, Subranto mendapatkan pinjaman sebesar Rp500 juta, dimana masing-masing pengrajin mendapatkan Rp50 juta. "Uangnya untuk beli bahan baku, jadi ketika permintaan landai kami bisa tetap produksi kemudian waktu permintaan ramai, dikeluarkan," ungkapnya.

Dalam seminggu, blangkon buatan Subranto ini laku sekitar 30 kodi dengan harga sekitar Rp500 ribu-Rp700 ribu per kodi. Ia berharap ke depan bisa memproduksi barang lain seperti sandal khas Jawa dan baju Jawa.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Aribowo, menambahkan bahwa industri kerajinan sebagai salah satu subsektor industri kreatif berperan penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga untuk meningkatkan daya saing bisnisnya termasuk di sektor kerajinan.

“Industri kreatif bukan hanya menjadi salah satu sektor ekonomi yang potensial, melainkan menjadi wadah untuk menggali dan mempertahankan kearifan lokal serta warisan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Di Yogyakarta, Jamkrindo membina sebanyak 12 pengrajin di Kampung Pilahan, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede. Selain blangkon, Jamkrindo juga telah membina banyak pengrajin lainnya seperti pengrajin perak. “Semoga pendampingan dan permodalan yang telah kami berikan dapat membantu dalam pengembangan usaha,” tutup Aribowo.

Dengan dedikasi dan semangat yang tak pernah pudar, Subranto terus menjaga dan melestarikan warisan budaya blangkon, memastikan bahwa tradisi ini tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, sekaligus meningkatkan kehidupan ekonomi. Dan bersama Jamkrindo, mereka bersama-sama mewujudkannya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved