Management

Kantongi Pendanaan Rp897 Miliar, Xurya Pacu Inovasi Energi Terbarukan

PLTS Atap. (Foto : Xurya).

Xurya, start-up energi terbarukan yang mempelopori metode sewa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, memperoleh dana investasi sebesar US$55 juta atau setara Rp897 miliar (kurs Rp16.311). Putaran investasi kali ini dipimpin oleh Norwegian Climate Investment Fund yang dikelola oleh Norfund, bersama dengan Swedfund, Clime Capital sebagai pengelola SEACEF II, British International Investment (BII), dan AC Ventures. Dengan penambahan investasi ini, total pendanaan yang telah diterima Xurya sampai saat ini telah mencapai lebih dari US$ 88 juta (Rp 1,5 triliun).

Sebelumnya Xurya pada 2022 mendapatkan pendanaan sebesar US$33 juta dari East Ventures, Mitsui & Co. (Mitsui), Saratoga, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Schneider Electric, dan New Energy Nexus. GoTo Ventures (dulu Tokopedia) sebagai investor tahap awal Xurya.

Xurya menjadi perusahaan energi terbarukan pertama di Indonesia yang mendapatkan pendanaan langsung dari Norwegian Climate Investment Fund dan Swedfund, yaitu Development Finance Institution (DFI) dari Swedia. Xurya juga merupakan investasi ekuitas perdana di Indonesia oleh BII, yang merupakan DFI dan impact investor dari Inggris, sesuai dengan strategi investasi 2022-2026. Sedangkan Clime Capital dan AC Ventures sudah pernah memberikan pendanaan untuk Xurya pada putaran sebelumnya.

Xurya telah membantu mendorong pesatnya pemasangan PLTS atap akhir-akhir ini terutamanya di sektor komersial dan industrial. Sampai sekarang, tim Xurya terus berinovasi dan menjadi pionir dalam berbagai hal di industri ini, seperti menjadi yang pertama di Indonesia dalam menggunakan internet of things (IoT) untuk pengoperasian PLTS dari jarak jauh, dan penerapan machine learning dalam pengoperasian PLTS.

Eka Himawan, Managing Director Xurya, menjelaskan dana segar ini akan membantu Xurya agar terus menghasilkan inovasi guna mendukung transisi energi nasional yang berkelanjutan. "Namun, kami juga berambisi untuk menjadi perusahaan kelas dunia dalam beberapa tahun mendatang,” tutur Eka pada siaran pers di Jakarta, Senin (1/7/20240).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Untuk mengatasi risiko tersebut, pemerintah Indonesia telah menyusun sebuah roadmap untuk merealisasikan target net zero emission (NZE) sebelum tahun 2060, yang di dalamnya termasuk peningkatan porsi energi terbarukan seperti PLTS dalam bauran energi nasional.

Anders Blom, SVP Renewable Energy Norfund, menyatakan Norfund antusias mendapatkan kesempatan untuk memimpin putaran investasi di Xurya kali ini. "Kami memobilisasi modal swasta dan publik ke dalam perusahaan yang berkontribusi vital terhadap transisi energi di Indonesia. Investasi ini selaras dengan misi Climate Investment Fund, yaitu berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca melalui investasi dalam sektor energi terbarukan di negara berkembang,” ucap Blom.

Pada kesempatan ini, Gunilla Nilsson, Investment Director Energy & Climate di Swedfund, menyampaikan apresiasinya bermitra dengan Xurya pada investasi langsung pertama di sektor energi terbarukan di Indonesia. "Dengan misi bersama untuk memerangi perubahan iklim di negara yang memiliki emisi karbon yang tinggi, dan dengan fokus pada pengukuran dampak [sosial dan lingkungan], kami harap kami dapat berkontribusi aktif bagi masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan,” sebut Nilsson.

Hal senada disampaikan Mason Wallick, CEO Clime Capital. "Investasi lanjutan Clime Capital di Xurya ini menjadi bukti efektivitas model kerja Clime Capital yang memberikan modal tahap awal ke perusahaan energi ramah lingkungan yang berpotensi dan tengah berkembang, guna membantu mempercepat pertumbuhan bisnis mereka," ungkap Wallick.

Srini Nagarajan, Managing Director and Head of Asia di BII, mengatakan Xurya mendorong inovasi di pasar energi surya komersial dan industri di Indonesia. "Sebagai DFI dari Inggris, investasi ini merupakan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kemitraan kami dengan bangsa Indonesia dalam mencapai masa depan yang lebih hijau dan tangguh," imbuhnya. Helen Wong, Managing Partner AC Ventures, menegaskan pihaknya terus mendukung Xurya sebagai pemain PLTS terbesar di sektor komersial dan industri di Indonesia.

Hingga saat ini, Xurya telah memiliki lebih dari 170 PLTS yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. PLTS Xurya telah berkontribusi dalam menghindari emisi karbon sebesar 152.000 ton CO2 per tahun dan menghasilkan lebih dari 1.600 lapangan kerja hijau.

Manajemen Xurya mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan para investor. “Target NZE tahun 2060 yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia merupakan suatu target yang sangat ambisius, namun kami yakin bahwa dengan gotong-royong, kita akan dapat mencapainya. Xurya siap untuk bekerja sama dengan seluruh pihak dalam mencapai target ini," ucap Eka.

Dengan dana dari putaran investasi saat ini, Xurya diproyeksikan dapat meningkatkan lagi kontribusinya dalam penghindaran emisi karbon sebesar 370.000 ton CO2 per tahun. Xurya juga aktif sebagai anggota Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), dan berpartisipasi sebagai pelatih dan pakar dalam pelbagai kegiatan training of trainers di bidang teknis PLTS. Pada 2024, Xurya mendapatkan Sertifikasi B Corp sebagai pengakuan bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan governance (ESG) dalam operasional bisnisnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved