Strategy

Cetak Rekor Investasi, Dana Pembangunan Pabrik Frisian Flag di Cikarang Capai Rp3,8 Triliun

Jumlah investasi pabrik FFI Cikarang ini merupakan investasi terbesar perusahaan induk FrieslandCampina di seluruh dunia (Foto: FFI)

PT Frisian Flag Indonesia (FFI) berkomitmen untuk membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses terhadap produk susu yang terjangkau dan bergizi, serta mendorong kesejahteraan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Untuk itu, perusahaan susu asal Belanda itu mendirikan pabrik susu baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. FFI berinvestasi sekitar € 257 juta atau setara Rp3,8 triliun untuk membangun pabrik di Cikarang. Nilai investasi pabrik ini merupakan investasi FrieslandCampina (induk perusahaan FFI) yang terbesar di seluruh dunia.

Pabrik susu ini seluas 25,4 hektare atau setara dengan 35 lapangan sepakbola. Rencananya, kapasitas produksi pabrik ini mencapai 400 ribu kilogram susu segar setiap hari untuk menghasilkan 700 juta kilogram produk susu setiap tahunnya, dengan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan untuk memenuhi tujuan keberlanjutan perusahaan. Pabrik ini berpeluang untuk memproduksi hingga 1 miliar kilogram produk susu setiap tahunnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri, produk susu dari pabrik Cikarang ini akan diekspor ke Thailand, Filipina dan Vietnam. Pada sambutannya, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, yang diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengapresiasi kesungguhan perusahaan global seperti FrieslandCampina yang telah memperluas investasinya dan membangun pabrik baru di Indonesia. Pabrik ini diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dan inovasi, mengembangkan program kemitraan antara Frisian Flag Indonesia dengan peternak sapi perah.

Hal ini akan memperkuat kontribusi perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah di dalam negeri untuk pertumbuhan ekonomi nasional serta menyiapkan masyarakat Indonesia yang sehat menyongsong Indonesia Emas 2045.

CEO Royal FrieslandCampina N.V., Jan Derck van Karnebeek, mengatakan pabrik susu baru FrieslandCampina di Cikarang adalah dedikasi FrieslandCampina untuk berinvestasi di sektor susu di Indonesia. "Sebagai investasi produksi global terbesar kami hingga saat ini, fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat penghubung untuk Asia Tenggara. Pabrik ini merupakan perwujudan dari komitmen kami untuk menghadirkan produk susu berkualitas dan bergizi bagi generasi masa kini dan masa depan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, yang didukung oleh teknologi modern yang seimbang dengan kelestarian lingkungan,” ujar Karnebeek pada siaran pers di Cikarang, Selasa (2/7/2024).

Pabrik Berbasis Prinsip Berkelanjutan

Menawarkan nutrisi yang relevan dalam keseimbangan dengan manusia dan planet, pabrik susu baru di Cikarang dibangun selaras dengan rencana iklim FrieslandCampina, yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 63% dari tahun 2015 hingga 2030 melalui pengurangan konsumsi energi dan penggunaan sumber daya terbarukan.

FFI telah memulai upaya pelestarian lingkungan dengan menerapkan inovasi ramah lingkungan di seluruh rantai produksinya. Inovasi-inovasi tersebut antara lain boiler biomassa untuk pembangkit listrik tenaga uap, fasilitas daur ulang air limbah untuk pengelolaan air, dan sistem atap panel surya.

Pabrik FFI Cikarang menargetkan untuk mengurangi emisi CO2/gas rumah kaca sebesar 45%, menghemat konsumsi listrik sebesar 22% dan konsumsi air sebesar 25%. Inisiatif ramah lingkungan lainnya adalah penggunaan lebih dari 55.000 palet ramah lingkungan yang diimplementasikan di Pusat Distribusi Utama dan Gudang Bahan Baku di pabrik baru ini. “Peresmian pabrik di Cikarang ini menandai momen penting bagi FrieslandCampina dan FFI, yang memungkinkan kami untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung kemajuan Indonesia. Dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan dan inovasi, kami berdedikasi untuk memproduksi produk susu yang bergizi bagi keluarga Indonesia sambil meminimalkan jejak ekologi kami sebanyak mungkin, berkontribusi positif bagi masyarakat dan planet ini," ungkap Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia, Berend van Wel.

Pabrik susu di Cikarang menandai ekspansi terbaru FFI. Sebelumnya, FFI memiliki fasilitas pabrik di Pasar Rebo, Jakarta Timur (beroperasi sejak tahun 1971) dan Ciracas, Jakarta Timur (didirikan pada 1977). Fasilitas canggih di pabrik terbaru itu dilengkapi dengan peralatan untuk memproduksi dan memproses berbagai macam produk susu, termasuk susu kental manis dan minuman siap saji untuk memasok kebutuhan konsumen di pasar domestik dan ekspor.

Sebagai wujud dedikasi FFI untuk memenuhi permintaan konsumen yang beragam, pabrik ini memastikan akses terhadap produk susu berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Pabrik ini memperkuat komitmen FFI untuk mendukung perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat

Portofolio produk FFI dirancang untuk konsumen di seluruh tahap kehidupan. Produknya menggabungkan kelezatan susu segar dan racikan gizi dari para ahli nutrisi untuk menentukan nutrisi yang tepat untuk setiap tahap kehidupan konsumen. FFI menjadi mitra terpercaya konsumen untuk memiliki kekuatan untuk menang dalam menjalani hari-harinya.

FFI juga mendukung para peternak sapi perah lokal untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas melalui pengetahuan dan keahlian FrieslandCampina selama lebih dari 150 tahun di bidang peternakan sapi perah. Fasilitas baru di pabrik Cikarang ini diproyeksikan dapat meningkatkan kemampuan FFI untuk menyerap susu segar nasional yang dipasok oleh 30 ribu peternak sapi perah rakyat di Pulau Jawa.

FFI juga menekankan partisipasinya dalam mendukung aspirasi gizi Indonesia untuk membangun bangsa yang maju dan berkembang, dengan terlibat dalam berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesehatan anak-anak. Pad 2012, FrieslandCampina mempublikasikan studi SEANUTS I (Southeast Asian Nutrition Surveys) dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Memanfaatkan hasil penelitian di Indonesia, FFI pada 2013 meluncurkan program Gerakan Nusantara untuk meningkatkan kebiasaan hidup sehat anak-anak Indonesia melalui kebiasaan minum susu, berolahraga, dan mengonsumsi jajanan yang aman, berkualitas, dan bergizi di kantin sekolah. Program ini dilanjutkan pada 2022, yakni SEANUTS II sebagai tahap kedua yang melanjutkan penelitian mengenai status gizi, pola makan, dan gaya hidup lebih dari 14.000 anak di bawah usia 12 tahun di mana ditemukan bahwa 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting dan lebih dari 70 persen anak Indonesia memiliki asupan zat gizi mikro yang kurang (tidak memenuhi kecukupan gizi mikro kalsium dan vitamin D). Temuan SEANUTS II di Indonesia menggarisbawahi urgensi misi FFI untuk mengatasi masalah gizi pada anak – anak.

Berend van Wel mengatakan pihaknya terus mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah agar FFI dapat meningkatkan kontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih kuat di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, FFI telah menunjukkan upaya kolaboratif dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , para ahli gizi, organisasi dan akademisi melalui Program Susu Sekolah. “Dengan investasi pabrik baru yang terbesar ini sekaligus Peresmian Program Kolaborasi kami - proyek percontohan Program Makanan Bergizi, sebagai dukungan terhadap agenda Pemerintahan Indonesia terpilih pada periode mendatang dalam menyediakan nutrisi yang berkualitas bagi anak-anak dan ibu. Bekerja sama dengan Indonesia Food Security Review, program ini diharapkan dapat menjangkau 10 sekolah di Cikarang yang memberikan manfaat bagi lebih dari 2 ribu siswa setiap harinya hingga Desember 2024,” ungkapnya. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved