Strategy

Widodo Makmur (WMUU) Bertekad Memulihkan Kerugian

Ilustrasi foto : Istimewa.

PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) masih dibekap kerugian. Rugi bersih WMUU pada kuartal I/2024 senilai Rp37 miliar. Omset emiten peternakan unggas ini belum kinclong di periode tersebut. Pada Januari-Maret 2024, WMMU mencatatkan pendapatan senilai Rp54,8 miliar atau lebih rendah dari Rp124 miliar di periode yang sama tahun lalu. Manajemen WMUU, pada paparan publik, menyampaikan tekad untuk memulihkan kinerja pada semester kedua tahun ini.

Serangkaian program bisnis bakal digelar, antara lain WMUU mencari mitra bisnis untuk utilisasi fasilitas agar mendongkrak pendapatan perseroan di kuartal kedua dan periode berikutnya.“Makro ekonomi secara konsisten terus menunjukkan peningkatan dan supply and demand pada tahun 2024 ini mulai menunjukkan titik keseimbangan dibandingkan tahun lalu. Perseroan terus mengupayakan kemitraan, berkolaborasi dengan teman-teman koperasi peternak dengan harapan bisa melakukan pengembangan industri sampai dengan luar Jawa," kata Ali Mas’adi, Chief Executive Officer Widodo Makmur Unggas pada keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Langkah-langkah ekspansi itu diantaranya berkolaborasi dengan beberapa mitra bisnis sehingga perseroan bisa mendorong kinerja fundamental dan pertumbuhan industri pengunggasan di Indonesia. WMUU memiliki produk daging ayam dan memproduksi telur yang bernilai tambah dengan kualitas yang bergizi. "Kami bekerjasama dan berkolaborasi dengan teman-teman di Yogyakarta memproduksi Telur Ayam Bahagia, telur tersebut harapannya bisa meningkatkan immunity dan sudah kami produksi," ujarnya.

Ke depannya, perseroan bisa melakukan pengembangan industri sampai dengan luar Jawa Kemudian, WMUU sudah lolos sertifikasi untuk melakukan ekspor ke Singapura sehingga perseroan berpeluang membuka keran ekspor ke negara lainnya. WMUU mengelola breeding farm, hathcery, broiler comercial farm, layer comercial farm, dan poultry abbaltoire. Harga saham WMUU pada perdagangan Selasa ini stagnan di Rp7. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved