Technology

Digitala Ungkap 4 Kunci Keberhasilan Transformasi Digital

Ilustrasi foto : Istimewa.

Di era digital ini, Indonesia bagaikan raksasa yang tertidur, siap untuk bangkit dan menunjukkan potensinya yang luar biasa. Didukung oleh populasi internet terbesar keempat di dunia dengan 202,6 juta pengguna pada Januari 2023, penetrasi internet yang tinggi mencapai 73,7% dari total populasi, dan berbagai inisiatif pemerintah, transformasi digital membuka gerbang menuju masa depan yang gemilang, di mana ekonomi digital menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

Ekonomi digital Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai US$130 miliar, bahkan berpotensi mencapai US$200 miliar. Lokapasar atau e-commerce, sang bintang baru, telah menunjukkan tajinya dengan nilai transaksi mencapai Rp329 triliun pada kuartal pertama 2023. "Kontribusi sektor ini terhadap PDB non-migas pun tak kalah fantastis, mencapai 8,6% pada tahun 2022, dan ditargetkan meningkat hingga 21% pada tahun 2025,” ungkap Pendiri dan Direktur Digitala, Muhammad Iman Prasetyo pada keterangannya di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Iman menyampaikan transformasi digital bagaikan mantra ajaib yang membuka pintu menuju peluang tak terbatas. Otomatisasi proses bisnis, analisis data, dan platform digital siap meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membuka jangkauan pasar yang lebih luas, dan memicu inovasi tiada henti. Keputusan pun semakin cerdas dengan memanfaatkan analisis data dan kecerdasan buatan (AI), memperkuat ketahanan bisnis di tengah gejolak pasar.

McKinsey Global Institute memprediksi potensi peningkatan produk domestik bruto (PDB) pada 2025 senilai US$1,1 triliun. Angka ini telah menjadi alarm positif bagi para pemangku kepentingan. Tak hanya di sektor ekonomi, transformasi digital pun mewarnai industri kreatif. Konten digital, desain grafis, dan animasi menjadi ladang subur bagi para seniman dan kreator untuk menuangkan ide-idenya yang cemerlang. Di sisi lain, teknologi finansial (fintech) bagaikan angin segar yang memudahkan akses keuangan bagi masyarakat, mulai dari pembayaran digital, pinjaman online, hingga pengelolaan keuangan pribadi.

Kehadiran Internet of Things (IoT) pun tak kalah revolusioner. Koneksi antar perangkat membuka peluang baru bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasi, memantau data secara real-time, dan melahirkan layanan inovatif yang tak terbayangkan sebelumnya.

Transformasi digital juga menjadi kunci bagi perusahaan untuk memberdayakan artificial intelligence (AI). Dengan mengadopsi teknologi digital seperti cloud computing, big data, dan internet of things (IoT), perusahaan dapat mengumpulkan dan mengolah data dalam jumlah besar, menyediakan bahan bakar bagi AI untuk belajar dan berkembang. AI, di sisi lain, berperan penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan. AI mampu mengotomatisasi tugas berulang, membantu pengambilan keputusan, meningkatkan layanan pelanggan, mengoptimalkan proses bisnis, mengembangkan produk baru, meningkatkan keamanan, dan mendorong peluang marketing. Sinergi transformasi digital dan AI ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif, meningkatkan inovasi, dan membangun bisnis yang lebih tangguh dan berkelanjutan di era digital.

Pemerintah tak mau ketinggalan dalam transformasi ini. Berbagai program diluncurkan, seperti Gerakan Nasional Masyarakat Cerdas (GNMC), Palapa Ring Barat, dan Digital Talent Scholarship. Roadmap Ekonomi Digital Indonesia 2021-2025 menjadi kompas arah, menargetkan penciptaan 17 juta lapangan kerja baru dan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB hingga 21% pada tahun 2025.

Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tapi juga tentang perubahan mindset dan budaya. Perusahaan yang sukses adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat, memanfaatkan teknologi secara optimal, dan berfokus pada nilai tambah bagi pelanggan.

Transformasi digital memiliki tantangan besar, seperti dipaparkan pada laporan BCG tahun 2020 mengatakan bahwa lebih dari 70% proyek transformasi digital gagal mencapai tujuannya, dan sering kali menimbulkan konsekuensi yang besar. Mengubah kebiasaan dari manual ke digital dapat menjadi sulit karena dikarenakan beberapa faktor seperti usia, tempat tinggal, dan kebiasaan menggunakan teknologi. Sehingga tidak cukup mentransformasi infrastukturnya saja, kultur kerjanya pun perlu ditransformasi untuk mampu beradaptasi. “Tantangan paling berat dalam terminologi People, Process, and Technology adalah bagian People. Mengubah kebiasaan dari manual ke digital dapat menjadi sulit karena dikarenakan beberapa faktor seperti usia, tempat tinggal, dan kebiasaan menggunakan teknologi. Sehingga tidak cukup mentransformasi infrastukturnya saja, kultur kerjanya pun perlu ditransformasi untuk mampu beradaptasi,” ungkap Iman.

Iman menyatakan kesiapan kolektif sangat membantu terjadinya digitalisasi bisnis. Berusaha adaptif memang tidak mudah. Akan tetapi, dibandingkan dengan bisnis konvensional, digitalisasi dapat mempermudah segala pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya, kemauan, dan partner yang yang tepat untuk mngadopsi teknologi dan budaya baru. Iman membagikan empat strategi kunci untuk keberhasilan transformasi digital sebagai berikut:

1. Dukungan Stakeholder Terkait

Perubahan tidak dapat dilakukan jika tidak mendapat dukungan dari pemangku kepentingan terkait terutama kepala organisasi. Kepala organisasi secara langsung maupun tidak langsung harus dapat mendukung program, agar dalam satu organisasi tersebut memiliki kesamaan tujuan.

2. Pendekatan User-Centric

Pendekatan ini penting agar kebutuhan dan pengalaman yang dirasakan pengguna dapat berjalan dengan maksimal oleh end-user. Terkadang stakeholder memaksakan sistem dibangun dengan pendekatan top-down namun tidak menyentuh pengguna secara langsung.

3. Memilih Partner yang Tepat

Partner transformasi digital sangat berperan menentukan keberhasilan proyek. Partner transformasi digital harus unggul tidak hanya dalam membangun infrastruktur digital, namun juga mampu membangun kultur budaya baru yang sanggup mengutilisasi infrastruktur digital yang telah dibangun.

4. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi secara reguler penting dalam keberlanjutan program jangka panjang. Ketika seluruh operasional dijalankan secara digital, keberhasilan dapat dilihat dengan melihat report dan insight yang ada. Seluruh data terekam dengan baik dan realtime. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved