Trends

Family Office, Sejarah dan Perkembangannya di Dunia: Ada Hartono Bersaudara yang Kelola Aset Ratusan Triliun

Family Office, Sejarah dan Perkembangannya di Dunia: Ada Hartono Bersaudara yang Kelola Aset Ratusan Triliun
R. Budi Hartono dan Michael Hartono menempati posisi pertama daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan sebesar USD 38,8 miliar atau Rp 555,8 triliun. Hartono Bersaudara mendapatkan sebagian besar kekayaan dari investasi di BCA. Tetapi, akar kekayaan mereka berasal dari usaha rokok Djarum yang dimulai oleh ayah mereka dan sekarang dijalankan oleh putra sulung Budi, Victor Hartono. Selain itu, kepemilikan keluarga ini juga termasuk merek elektronik populer, Polytron, dan real estate utama di Jakarta. Forbes

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Negara pada Senin, 1 Juli 2024. Mereka membahas skema family office atau kantor keluarga yang pernah diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun menteri yang hadir, di antaranya adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.

Sandiaga membenarkan bahwa pertemuan menteri itu guna membahas penguatan ekonomi, salah satunya, family office.“Iya, ada undangan untuk membahas penguatan ekonomi dan keuangan kita, salah satu yang akan dibahas adalah family office. Nanti dilaporkan setelah pertemuan,” kata Sandiaga.

Lantas, Apa itu Family Office?

Menurut Forbes, kantor keluarga dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga dengan kekayaan bersih sangat tinggi yang mencakup manajemen keuangan, perencanaan pajak, filantropi, dan menjaga harta. Entitas-entitas itu beroperasi secara privat dalam melindungi kekayaan keluarga kaya dari pandangan publik.

Secara sederhana, family office adalah perusahaan swasta yang mempekerjakan karyawan untuk membantu mengelola aset dan kebutuhan keluarga miliarder. Oleh karena itu, diperlukan staf profesional dengan keahlian di berbagai bidang, seperti properti, akuntansi, manajemen investasi, pengawasan perumahan, hingga pemeliharaan jet pribadi dan kapal pesiar.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, family office telah mengalami transformasi, salah satu penyebab utamanya karena konsentrasi kekayaan yang sangat besar di antara sejumlah individu dan keluarga tertentu. Akumulasi harta dalam jumlah besar disebut memerlukan sistem pengelolaan yang lebih canggih, sehingga mendorong pendirian banyak family office di seluruh dunia.

Sovereign Wealth Fund (SWF) Institute membuat peringkat sepuluh kantor keluarga terbaik di dunia berdasarkan total asetnya yang dipimpin oleh Walton Enterprises LLC, Cascade Investment, Bezos Expeditions, Mousse Partners, Ballmer Group, Waycrosse, Fedesa, The Woodbridge Company, Pontegadea Inversiones, dan Dubai Holding.

Perkembangan Family Office di Indonesia

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan Raffles Family Office dan Campden Wealth menunjukkan bahwa 58 persen kantor keluarga di Asia Pasifik mengalami pertumbuhan aset yang diinvestasikan (AUM) pada 2021. Survei dilakukan terhadap 76 kantor keluarga tunggal (SFO) dan kantor multi-keluarga (MFO).

Dalam survei tersebut, total kekayaan keluarga-keluarga di Asia Pasifik dilaporkan mencapai US$ 68 miliar. Sementara total AUM-nya sebesar US$ 41 miliar.

Keberadaan entitas family office di Indonesia sebenarnya bukanlah hal baru. Beberapa perusahaan yang menawarkan layanan pengelolaan kekayaan keluarga di Indonesia, yaitu Primus Wealth, Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia yang diluncurkan pada Juni 2023 lalu, dan Hartono Family Office.

Melansir laman SWF Institute, Hartono Family Office merupakan kantor keluarga yang berlokasi di Jakarta. Perusahaan milik keluarga Hartono (Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono) itu memiliki aset lancar hingga US$ 21,1 miliar.

Dalam kesempatan sebelumnya, Sandiaga menyatakan pihaknya tengah menggodok regulasi untuk menarik potensi ekonomi dari family office yang direncanakan terpusat di Bali. Konsep kantor keluarga, menurut dia, sudah banyak diimplementasikan di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, London (Inggris), Hong Kong, Monako, dan Dubai (Uni Emirat Arab).

“Saya akan menghitung berapa target awal dan regulasinya seperti apa yang harus dihadirkan,” ucap Sandiaga usai menghadiri World Water Forum (WWF) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Mei lalu, seperti dikutip dari Antara.

Dia menilai family office menarik dan strategis untuk dikembangkan di Indonesia. Bali dianggap lebih siap karena memiliki ekosistem pariwisata. Di samping itu, pemerintah juga mempunyai kebijakan golden visa untuk mewujudkan investor sekaligus turis asing yang berkualitas.

“Jadi length of stay-nya (masa tinggal) sangat panjang. Kedua, mereka membawa pendanaan, sehingga keberlanjutannya lebih terasa dan ini sangat cocok dengan konsep golden visa,” ujar Sandiaga.

Sumber: Tempo.co


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved