Women Business Leaders

Tina T. Kemala Intan, Aktif Mentransformasi SDM Pupuk Indonesia

Mengelola SDM di korporasi sebesar PT Pupuk Indonesia (Persero) jelas sangat menantang. Salah satu produsen pupuk terbesar di Asia Pasifik ini memang memiliki kompleksitas bisnis yang tinggi dengan banyaknya anak usaha yang dikelola dan dinamika kebutuhan skill SDM yang terus berkembang. Mengelola aset tak kurang dari Rp 143 triliun dan memperkerjakan sekitar 7.500 karyawan, Pupuk Indonesia yang membawahkan 10 anak perusahaan dituntut untuk memiliki sistem pengelolaan SDM yang selaras dan sinergis dengan visinya.

Hal itu menjadi salah satu misi utama Tina T. Kemala Intan sejak ditugaskan sebagai Direktur SDM PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Desember 2021. Sejak awal bertugas, Tina terus aktif mendorong perusahaannya untuk melakukan transformasi bidang pengelolaan human capital.

Contohnya, di bidang peningkatkan talent quality, ia mendorong perusahaan untuk mengembangkan standar dan panduan pengembangan individu (training, tour on duty, pendidikan, mentoring). Tak hanya bagi karyawan produksi, tapi juga untuk karyawan divisi lain. Termasuk dengan meningkatkan kompetensi customer focus, inovasi, kreativitas, serta analytical & problem solving karyawan.

Di sisi lain, Tina juga ditantang untuk merapikan tata kelola di bidang talent mobility di Pupuk Indonesia dengan melakukan penyelarasan dan sosialisasi untuk mempermudah talent mobility, serta membangun standar yang jelas dalam perputaran talent antar-entitas ataupun antarjalur fungsional dan struktural. Tentu saja, juga dengan membangun sistem yang terintegrasi di dalam grup perusahaan dengan satu employee database (single of truth) agar perputaran karyawan selalu terekam.

Tina mendorong Tim SDM (HR) berperan sebagai Strategic Partner dalam mendukung bisnis organisasi, terutama mendukung visi besar Pupuk Indonesia untuk menjadi korporasi kelas dunia. Untuk itu, pihaknya memiliki beberapa inisiatif strategis hingga 2028, antara lain mengimplementasikan road map Human Experience Management, serta memperkuat talent sourcing, diversity, engagement, dan afiliasi karyawan terhadap Pupuk Indonesia untuk mengembangkan dan mengakuisisi world class talent.

Tak lupa, juga mengembangkan performance-driven culture. “Kami merumuskan strategi pengelolaan SDM sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan,” kata Tina yang pernah menjabat sebagai Preskom PT Sinergi Informatika Semen Indonesia dan PT Industri Kantong Semen Gresik (2019-2022) ini. Program transformasi SDM di Pupuk Indonesia mengedepankan pengalaman dan kepuasan karyawan sebagai landasan utama untuk menuju kualitas karyawan yang mendunia.

Untuk itu, Tina membagi upayanya untuk HCM Roadmap di Pupuk Indonesia (Persero) dalam tiga fase.

Fase pertama, process standardization and integration. Fase kedua, optimalisasi kolaborasi dan high performance culture. Fase ketiga, scaling up pada people and organizational growth.

“Pada fase I, misalnya, pengelolaan SDM berfokus pada standardisasi dan implementasi model operasi, proses, kebijakan, dan sistem yang digunakan dalam mengelola SDM di seluruh entitas Pupuk Indonesia Group,” kata wanita yang pernah menjabat sebagai Director of Human Capital & Legal PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. ini. Dalam hal ini, pengelolaan SDM juga didukung dengan utilisasi teknologi terkini dalam pengembangan HCIS Single Platform.

Di luar itu, sebagai leader, ia juga sangat concern untuk menumbuhkan kepemimpinan pada SDM di Pupuk Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam pengembangan SDM karena kepemimpinan sangat membantu dalam mengarahkan dan menginspirasi SDM.

“Seorang pemimpin yang baik akan mampu mengartikulasikan visi, membangun strategi, dan memberikan arahan yang jelas kepada timnya. Ia mendorong dan memotivasi SDM untuk mencapai tujuan bersama, serta menginspirasi semangat kerja yang tinggi,” mantan Direktur Human Capital, General Affairs, and IT PT Angkasa Pura II (2017-2019) ini menandaskan.

Bukan hanya itu, kepemimpinan yang baik akan membantu mengembangkan potensi dalam diri SDM. Seorang pemimpin yang baik akan melihat potensi yang ada pada anggota timnya dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka. Kepemimpinan yang efektif juga dapat meningkatkan produktivitas SDM karena membantu timnya bekerja dengan lebih efektif. Ia pun mampu membangun tim yang solid serta mendorong SDM untuk berpikir kreatif, inovatif, mencari solusi baru, dan mengambil risiko yang terukur.

Sejauh ini, apa yang dilakukan Tina sudah menunjukkan hasil positif. Misalnya, terjadi peningkatan jumlah top talent perempuan dan top talent muda selama dua tahun (2022-2023), peningkatan kualitas layanan unit kerja berdasarkan skor ICSI dalam dua tahun berturut-turut, dari 5,23 menjadi 5,33 di tahun 2023 (skala pengukuran 1-6).

Keterikatan (engagement) karyawan juga meningkat selama tiga tahun berturut-turut dengan kategori “Sangat Tinggi” (skala pengukuran 0-100%). Dilihat dari indeks maturitas budaya, juga meningkat. dari 8,52 menjadi 8,91 di tahun 2023 (skala pengukuran 1-10). Begitu pun dari sisi parameter skor AKHLAK Acceptance, yang menjadi tolok ukur bagi BUMN, meningkat dari 255 menjadi 266 di tahun 2023 (skala pengukuran 0-300).

Tina pun cukup aktif dalam membangun konektivitas dengan publik, khususnya dalam rangka melakukan corporate branding dan menyampaikan informasi penting dari perusahaan ke publik. “Saya cukup aktif memanfaatkan media sosial, khususnya platform IG, terutama untuk membangun konektivitas dalam konteks memperkuat citra perusahaan,” tutur lulusan Psikologi Universitas Padjadjaran tahun 1985 ini.

Platform media sosial juga menjadi salah satu sumber informasi, dengan membagikan konten yang relevan dan bermanfaat, khususnya yang sesuai dengan bidang industri perusahaan. Selain itu, juga menjadi ajang sharing kegiatan dan agenda perusahaan, dengan harapan masyarakat lebih mengenal Pupuk Indonesia. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved