Trends

Transformasi dan Right Issue; Strategi Neo Bank Perkuat Diri di Tengah Persaingan Bank Digital

Di tengah persaingan bank digital yang kian tajam, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berbenah. Mereka mengincar dana senilai Rp393 miliar melalui aksi korporasi right issue. Dengan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) kepada para pemegang saham, BNC akan menerbitkan sebanyak 1,31 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp300 per saham. Jumlah ini setara dengan 9,82% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Dana yang diperoleh dari right issue ini akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dalam skema PUT ini, setiap pemegang saham yang memiliki 700.000.000 lembar saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 10 Juli 2024 pukul 16:00 WIB akan mendapatkan 76,26 juta Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru.

Dampak Strategis

Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Aditya Windarwo, menyatakan bahwa aksi korporasi right issue ini memiliki dampak strategis bagi perseroan dalam mendukung peningkatan kinerja yang lebih optimal. "Kami percaya perbaikan kinerja BNC sejak awal tahun ini menunjukkan titik balik dan kami percaya bahwa kebaikan ini sifatnya berkelanjutan. Dana yang didapat tentunya akan mendukung kinerja perseroan lebih baik lagi ke depannya," ujar Aditya.

Pada right issue kali ini, PT Akulaku Silvrr Indonesia, selaku Pemegang Saham Pengendali Perseroan, berkomitmen menjadi standby buyer. Artinya, PT Akulaku Silvrr Indonesia akan melaksanakan seluruh haknya dan membeli seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lain secara tunai di atas harga pasar saat ini.

Strategi ini tidak hanya memperkuat permodalan BNC, tetapi juga meningkatkan kemampuan bank untuk menyalurkan pinjaman dan mengembangkan inovasi-inovasi baru. Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang BNC untuk menjawab tantangan pasar dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berikut adalah beberapa tanggal penting terkait right issue ini:

  • Tanggal pencatatan saham (recording date): 10 Juli 2024
  • Periode pelaksanaan dan perdagangan HMETD: 12-18 Juli 2024
  • Akhir pembayaran pemesanan tambahan: 22 Juli 2024
  • Tanggal penjatahan: 23 Juli 2024
  • Tanggal pengembalian uang pemesanan: 24 Juli 2024

Transformasi Bisnis

Dalam tiga tahun terakhir, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) telah melakukan transformasi bisnis yang signifikan. Langkah-langkah ini termasuk optimalisasi pendapatan dan peningkatan efisiensi operasional. Melalui upaya tersebut, perseroan disebut-sebut meyakini akan membukukan laba pada tahun ini, meskipun angkanya belum terlalu besar.

Bank Neo Commerce saat ini memiliki lebih dari 26 juta nasabah, yang menunjukkan perkembangan yang pesat dalam hal produk dan jasa yang ditawarkan. Pengembangan layanan dan fitur yang dilakukan oleh BNC didasari oleh analisa dan use case dari perilaku transaksi nasabah eksisting. Dengan demikian, BNC mampu mendorong nasabah untuk semakin aktif menggunakan berbagai fitur dan layanan keuangan yang disediakan.

Melengkapi siklus transaksi nasabah, sejak pertengahan tahun lalu, BNC menyediakan layanan tarik tunai tanpa kartu (cardless cash withdrawal). Layanan ini memungkinkan nasabah BNC untuk melakukan tarik tunai di gerai-gerai Indomaret tanpa menggunakan kartu. Selain itu, layanan tarik tunai tanpa kartu ini juga dapat dilakukan di ATM BNI, CIMB Niaga, dan BRI yang berlogo PRIMA.

Sepanjang tahun 2023, BNC telah menyalurkan kredit senilai Rp10,78 triliun, tumbuh 5,26% year-on-year (yoy). Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank naik dari 13,83% pada 2022 menjadi 18,39% pada 2023.

Aditya Windarwo mengatakan bahwa Bank Neo Commerce terus melakukan berbagai inovasi. Sejak meluncurkan neobank di awal 2021, aplikasi mobile banking BNC dikenal sebagai salah satu aplikasi perbankan berbasis digital yang memiliki layanan dan fitur lengkap serta terintegrasi, yang dapat melayani berbagai kebutuhan, khususnya bagi nasabah perorangan. Mulai tahun lalu, BNC juga memperluas cakupan ke segmen nasabah UMKM.

“Dengan perluasan segmen tersebut, BNC juga menambah fitur dan layanan yang semakin beragam, seperti pembayaran melalui QRIS dan VA, juga Neo Bisnis yang dapat membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan kegiatan usahanya. Tidak hanya itu, BNC juga mengembangkan layanan Corporate Internet Banking (CIB) khusus bagi nasabah korporasi, yang dilengkapi dengan layanan payroll,” ujar Aditya.

Hingga kini, BNC telah melayani sebanyak 51 ribu rekening korporasi aktif yang berasal dari kerja sama dengan lebih dari 200 perusahaan dalam penyaluran payroll karyawannya. “Kami menargetkan untuk dapat menjangkau hingga 100 ribu rekening aktif dari layanan payroll hingga akhir tahun 2024 ini. Ini agar mendorong pertumbuhan dana murah (CASA) juga, agar porsinya bisa di kisaran 30 persen dari total DPK,” kata Aditya.

Transformasi bisnis yang dilakukan oleh Bank Neo Commerce dan inovasi yang terus-menerus menunjukkan komitmen perseroan untuk menjadi pemain utama dalam industri perbankan digital. Dengan strategi yang tepat dan fokus pada pengembangan layanan yang relevan, BNC siap menyongsong masa depan perbankan digital dengan optimisme dan keyakinan.

Dengan strategi yang matang dan komitmen dari para pemegang saham, Bank Neo Commerce optimis dapat meningkatkan kinerja dan menghadapi tantangan industri perbankan dengan lebih baik. Aksi korporasi ini menjadi langkah penting dalam perjalanan BNC menuju pertumbuhan yang lebih solid. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved