Women Business Leaders

Rina Apriana, Jurus Komprehensif Menumbuhkan AstraPay

Salah satu elemen penting dari ekosistem bisnis Astra Group adalah PT Astra Digital Arta. Perusahaan penyedia alat pembayaran berbasis mobile bernama AstraPay ini tengah menjalankan ekspansi pasar, baik di dalam maupun di luar ekosistem Astra. Fokus perhatiannya antara lain menjadikan AstraPay sebagai opsi pembayaran di sektor transportasi; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta perusahaan digital besar di Indonesia.

Seperti kita maklumi, kompetisi di bidang mobile payment di Indonesia sangat ketat. Ada layanan e-wallet Gopay dan Ovo yang sudah sangat populer. Belum lagi ada tantangan dari layanan mobile banking seperti Livin’dan BRImo, berikut layanan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang mereka sediakan. Karena itu, bagi Rina Apriana, CEO AstraPay, fokus utamanya ialah menarik lebih banyak pegguna dan meningkatkan retensi pengguna yang sudah ada.

Untuk mewujudkannya, AstraPay menjalankan sejumlah strategi. Antara lain, meluncurkan program loyalitas, seperti AstraPoints dan AstraVoucher. Program-program ini dirancang untuk memberikan nilai tambah untuk pelanggan, baik melalui poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik ataupun voucer yang menawarkan diskon khusus pada berbagai transaksi.

“Dengan demikian, AstraPay tidak hanya sekadar menyediakan layanan pembayaran, tetapi juga menciptakan pengalaman pengguna yang lebih kaya dan memuaskan,” tutur Rina.

Langkah lainnya, memperluas portofolio bisnis. Menurutnya, AstraPay akan terus mengikuti arahan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Karena itu, perusahaan ini juga mengadopsi fitur QRIS, agar pembayaran lebih fleksibel dan aman.

AstraPay pun akan mengembangkan layanan paylater yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan pembelian sekarang dan membayar nanti. AstraPay juga berencana memperkuat kolaborasi dengan bank digital guna menawarkan berbagai solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dari sisi operasional, AstraPay akan memperkuat fondasi manajemen data yang kokoh serta memanfaatkan analisis data secara optimal. Pendekatan ini, kata Rina, bertujuan menciptakan nilai tambah tidak langsung (indirect value) bagi ekosistem Astra secara keseluruhan. Dengan pengelolaan data yang baik, AstraPay dapat mengidentifikasi tren dan pola perilaku pelanggan (pengguna), sehingga mampu menawarkan layanan yang lebih personal dan relevan.

Peningkatan branding awareness dan kepuasan pelanggan juga menjadi salah satu fokus utama AstraPay pada tahun 2024. Untuk mencapai tujuan ini, menurut Rina, AstraPay akan melaksanakan kampanye pemasaran yang komprehensif dan terintegrasi. Berbagai saluran pemasaran akan dimanfaatkan, mulai dari media sosial, iklan digital, hingga kegiatan promosi langsung. Dengan strategi pemasaran yang tepat, AstraPay berharap dapat meningkatkan visibilitas merek di mata konsumen dan membangun citra perusahaan yang positif.

“Kepercayaan pelanggan adalah aset yang sangat berharga bagi AstraPay. Oleh karena itu, AstraPay akan terus meningkatkan kapabilitas perusahaan dari berbagai sisi, termasuk nilai perusahaan dan sistem operasional,” ungkap Rina yang memiliki lebih dari 21 tahun pengalaman karier di Astra Group.

Salah satu langkah penting yang akan diambil ialah peningkatan keamanan siber. Di era digital seperti sekarang, ancaman keamanan siber menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi perusahaan teknologi.

“AstraPay akan memastikan bahwa sistem keamanan yang digunakan selalu dalam kondisi prima dan sesuai dengan standar internasional, sehingga data dan privasi pelanggan tetap terlindungi dengan baik,” kata Rina.

Selain itu, AstraPay akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Investasi dalam pelatihan dan pengembangan SDM akan dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa seluruh tim memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan.

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri pembayaran digital, AstraPay juga akan berupaya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Penelitian dan pengembangan (R&D) akan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi bisnisnya.

Secara keseluruhan, 2024 akan menjadi tahun yang penuh dengan peluang dan tantangan bagi AstraPay. “Melalui berbagai inisiatif strategis, AstraPay berharap dapat memperkuat posisinya di pasar dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” Rina menandaskan.

Langkah-langkah yang diayun Rina dan timnya untuk membangun organisasi perusahaan yang agile dan adaptif di AstraPay melibatkan berbagai aspek penting, termasuk people review, employee happiness survey, perbaikan proses lingkungan kerja, redefinisi budaya dan nilai-nilai perusahaan, realignment antarfungsi, serta prioritisasi bisnis. Selain itu, transformasi organisasi pun dilakukan untuk memastikan seluruh tim dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dan teknologi.

Untuk menggerakkan seluruh tim dan karyawan guna mengeksekusi strategi, Rina menggunakan pendekatan leadership yang komprehensif, menggabungkan komunikasi rutin, penanaman mindset yang tepat, dan pemberdayaan individu melalui berbagai metode. Pendekatan ini mencakup membangun trust, memotivasi, memberikan tantangan, memberdayakan, serta memberikan coaching yang diperlukan.

Rina juga senantiasa mendorong transformasi digital yang komprehensif untuk memastikan bahwa perusahaan berada di garis depan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan dan efektivitas proses bisnis. Program digitalisasi perusahaan ini diakui telah membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan dan memperluas portofolio produk dan layanan yang ditawarkan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved