Trends

Penglipuran Village Festival 2024, Penghormatan pada Ibu Pertiwi

Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli Bali yang memiliki reputasi sebagai desa wisata terbersih di dunia, kembali menggelar event tahunannya, Penglipuran Village Festival (PVF) 2024 pada 4-7Juli, ajang promosi dan mengembangkan berbagai potensi seni, budaya dan ekonomi kreatif masyarakat setempat yang tahun lalu terpilih menjadi salah satu dari 54 United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Best Tourism Villages 2023

Tema yang diusung dalam PVF ke-XI ini adalah 'Pertiwi: Endless Devotion to the Mother Earth as a Spirit of Generative Tourism', yang .merupakan penghormatan pada Ibu Pertiwi di mana kita lahir, hidup dan mengabdikan diri.

"Tema Pertiwi dimaknai bagaimana kita dapat bersujud syukur atas anugerah yang sudah diberikan Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana Pertiwi telah memberikan kehidupan kepada kita semua, sesuai visi dan misi pariwisata berbudaya dan berwawasan lingkungan" ujar Wayan Budiarta Kelian Desa Adat Penglipuran.

Event PVF Desa Pengliouran sekaligus menjadi penyelenggara pertama secara nasional program terbaru Kemenkraf, Senandung Dewi.

Seremoni pembukaan Penglipuran Festival ke-XI diawali dengan menampilkan Tari Raksan Gumi, tari maskot Desa Penglipuran, dilanjutkan 100 penari joged bumbung, tari pergaulan yang ditarikan di sepanjang jalan Desa Penglipuran dengan deretan rumah warga berarsitektur bangunan tradisional Bali. Penglipuran Village Festival tahun ini melibatkan tidak kurang dari 500 seniman tari dan tabuh.

Wayan Sumiarsa, General Manager Desa Wisata Penglipuran menjelaskan bila tahun-tahun sebelum Penglipuran Festival selalu digelar pada bulan Desember, mulai PVF XI akan digelar pada bulan Juli, bertepatan dengan libur sekolah dan mengantisipasi curah hujan sehingga wisatawan diharapkan bisa lebih menikmati aktraksi-atraksi yang mayoritas diadakan di alam terbuka.

"PVF sebagai sarana hiburan, baik untuk pengunjung maupun warga setempat. Juga sebagai keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan, budaya dan ekonomi. Serta sebagai wadah inovasi, wadah kreativitas warga, terakhir adalah sujud syukur krama (warga) Penglipuran atas keberkahan dari wisatawan," ujar Wayan Sumiarsa.

Pengelola Desa Wisata Penglipuran menargetkan bisa menjaring 5.000 wisatawan selama berlangsungnya festival dari rata-rata 3.500 kunjungan wisatawan di hari biasa, dengan harga tiket masuk wisatawan domestik Rp15.000 untuk anak-anak dan Rp25.000 untuk dewasa, serta wisatawan mancanegara Rp25.000 untuk anak-anak dan Rp50.000 untuk dewasa. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved