Technology

Kripto Digunakan Untuk Pembayaran Jaminan Sosial di Filipina

Oscar Darmawan, CEO Indodax. (Foto : Dok)

Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, bekerja sama dengan Uquid menghadirkan opsi pembayaran kripto baru bagi warga Filipina. Sekarang, warga Filipina bisa membayar kontribusi Social Security System (SSS) mereka menggunakan Tether (USDT) di blockchain The Open Network. SSS di Filipina ini merupakan program asuransi sosial yang dikelola oleh negara. Program ini melayani pekerja di sektor formal, informal, dan swasta, dan bertujuan untuk membantu warga negara di masa-masa sulit. Program ini terdiri dari dua bagian utama, jaminan sosial dan kompensasi karyawan.

Kemitraan ini memperlihatkan stablecoin seperti USDT dan teknologi kripto bisa membuat hidup sehari-hari lebih mudah, nyaman, dan transparan. dengan menggunakan platform terdesentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain. Langkah Tether untuk memperkenalkan pembayaran USDT bagi kontribusi jaminan sosial di Filipina.

Perihal ini, Oscar Darmawan, CEO Indodax, menyampaikan hal Ini menunjukkan teknologi blockchain dapat digunakan sebagai pembayaran yang sah dan memberikan kenyamanan bagi pengguna. "Harapannya, bisa membuka peluang bagi negara-negara lain untuk mengadopsi teknologi kripto untuk beragam kebutuhan," ujar Oscar pada Jumat (5/7/2024).

Dia menggarisbawahi semakin banyaknya negara yang mulai mengadopsi teknologi blockchain, maka bisa dikatakan bahwa peran blockchain semakin nyata di kehidupan sehari-hari. "Blockchain dapat membantu dalam inklusi keuangan dan kehidupan sehari-hari. Di Indodax kami berkomitmen untuk mendukung inovasi semacam ini yang mendorong inklusi keuangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Adopsi mata aset kripto, terutama stablecoin, telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain digunakan sebagai alat pertukaran di bursa terpusat, stablecoin kini menjadi sumber likuiditas utama di pasar terpusat dan terdesentralisasi. Platform pembayaran seperti PayPal telah memperkenalkan stablecoin mereka sendiri, PayPal US$ (PYUSD), sementara Ripple berencana meluncurkan stablecoin-nya pada awal 2025 untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.Terjadinya kemajuan ini menandakan bahwa perkembangan aset kripto terus berjalan. “Hal ini tidak hanya membantu memudahkan pembayaran bagi warga Filipina, tetapi juga menyoroti pentingnya kemitraan antara perusahaan teknologi dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Dengan adopsi yang semakin luas, diharapkan lebih banyak negara akan melihat manfaat dari penggunaan stablecoin dalam sistem keuangan mereka,” tambah Oscar. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved