Business Update

Pertamina International Shipping Berlayar ke Pasar Global dengan Bertransformasi

Pertamina International Shipping Berlayar ke Pasar Global dengan Bertransformasi

PT Pertamina International Shipping (PIS) telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain kunci dalam industri perkapalan dan logistik, khususnya sebagai bagian dari Pertamina Group. Keberhasilan PIS tidak hanya tecermin dalam pencapaian kinerja keuangan yang mengesankan, tetapi juga dalam upaya mereka untuk terus bertransformasi demi menangkap peluang di pasar global.

PIS didirikan pada 2016 sebagai spin-off dari PT Pertamina (Persero). Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, PIS terlahir sebagai entitas yang fokus pada pengelolaan end-to-end business perkapalan.

Tahun 2021, ketika Pertamina memutuskan mendirikan sub-holding Integrated Marine Logistics, PIS ditunjuk untuk mengemban peran krusial ini. Penunjukan ini menegaskan posisi strategis PIS sebagai tulang punggung bagi kelancaran rantai pasok energi nasional Indonesia.

Untuk bisa menjalankan peran ini dengan optimal, transformasi people dan organisasi menjadi agenda penting bagi perusahaan. Sebab, PIS tidak lagi sekadar sebuah fungsi di dalam operasional Pertamina, tetapi merupakan perusahaan yang secara mandiri harus mengembangkan diversifikasi pasar dan menangkap non-captive market di luar Pertamina Group, termasuk pasar global.

Direktur Human Capital & Corporate Services Pertamina International Shipping, Surya Tri Harto, menjelaskan bahwa perusahaannya perlu melakukan transformasi karena ada dorongan untuk tumbuh di luar domestik dan pasar non-captive. “Yang menjadi baseline transformasi ini ialah kapasitas dan kapabilitas people dan organisasi. Kami juga mengubah pendekatan organisasi yang sebelumnya functional oriented menjadi customer & product oriented,” kata Surya.

Sejak tahun lalu, PIS telah menjalankan program yang disebut sebagai Integrated Marine Logistics Academy. Melalui program ini, perusahaan mengidentifikasi berbagai program pelatihan dan pendidikan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman karyawan sehingga siap menjawab tantangan sebagai perusahaan global.

Tentunya, transformasi ini membawa perubahan fundamental dalam cara PIS beroperasi. Selain meningkatkan kapasitas SDM untuk menghadapi tuntutan pasar global, pergeseran ke arah orientasi pelanggan dan produk juga memungkinkannya untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar dan memperkuat daya saing dalam industri perkapalan.

“Kami harus men-develop SDM dan organisasi sesuai dengan itu. Dalam merancang perubahan organisasi ini, kami menerapkan McKinsey 7S Model, yakni Structure, Strategy, Skill, System, Shared values, Style, dan Staff,” kata Surya.

PIS pun telah merumuskan visi perusahaan yang lebih ambisius: “Menjadi Perusahaan Global Pelayaran dan Logistik Kelautan Terkemuka”. Dengan visi ini, perusahaan yang memiliki sekitar 1.500 karyawan ini menegaskan komitmen untuk tidak hanya menjadi pemimpin dalam industri perkapalan dan logistik di tingkat nasional, tetapi juga untuk meraih pengakuan dan keunggulan di pasar global.

Saat ini PIS memiliki dua kantor perwakilan di Singapura dan Dubai. Ini untuk lebih mendekatkan diri dengan klien internasional serta memberikan layanan yang lebih responsif dengan kapal-kapalnya yang berlayar di 50 rute internasional di seluruh dunia.

Selain itu, PIS memperhatikan pula area penting lainnya dalam proses transformasi, yaitu bidang bisnis berkelanjutan (green business). PIS berupaya memperkuat komitmennya terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan memberikan pelatihan kepada karyawan mengenai hal ini, serta merancang program-program yang memastikan dapat mematuhi standar green business.

“Kami mengidentifikasi beberapa lini bisnis yang harus dilengkapi dengan karyawan yang memiliki kapabilitas khusus, di antaranya bisnis angkutan all chemical (tidak hanya petrokimia), bisnis transisi energi, dan bisnis CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage). Dengan melakukan ini, kami memastikan bahwa kami tidak hanya berkomitmen pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” Surya memaparkan.

Transformasi PIS, katanya, dirancang dengan tiga horizon waktu. Pertama, perusahaan telah menyelesaikan aspek fundamental yang menjadi dasar transformasi. Kedua, fokus pada akselerasi dalam dua tahun ke depan, dan mengarahkan upayanya untuk mencapai target-target strategis secara lebih cepat dan efisien. Dan ketiga, PIS berambisi menjadi global hub marine logistics industry di tahun 2026.

Melihat hasilnya sejauh ini, PIS telah menorehkan catatan prestasi yang mengesankan dalam kinerja keuangan. Pada tahun 2023, sukses membukukan laba bersih US$ 330 juta, naik 60,9% dibandingkan laba tahun 2022 yang sebesar US$ 205 juta. Dari segi pendapatan, PIS mencatat angka US$ 3,3 miliar di 2023. Angka ini naik 17,6% dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 2,83 miliar.

Pendapatan dari pihak ketiga di luar Pertamina di tahun 2023 juga naik signifikan, menjadi US$ 648 juta. Tumbuh dari 14% di 2022 menjadi 19% di 2023 dari total pendapatan perusahaan.§

Yang menjadi baseline transformasi ini ialah kapasitas dan kapabilitas people dan organisasi. - Surya Tri Harto Direktur Human Capital & Corporate Services Pertamina International Shipping


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved