CSR Corner

Program IISMA Mengirim Mahasiswa Vokasi Menimba Ilmu di Perancis

Program Beasiswa IISMA ke Prancis. (Foto : Istimewa).

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya mengembangkan kompetensi dan pengalaman internasional para calon lulusan pendidikan vokasi Indonesia. Caranya, Kemendikbudristek menggulirkan program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Vokasi. Perancis menjadi salah satu negara tujuan mahasiswa vokasi pada program ini. Jumlah peminat program vokasi terus meningkat setiap tahunnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi di Kemenbudristek, Kiki Yuliati, mengatakanprogram IISMA sejak 2022 telah mengirimkan 148 mahasiswa Indonesia. "97 orang dari jumlah ini merupakan mahasiswa politeknik,” kata Kiki pada keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/7/2024). Kemenbudristek dan pemerintah Perancis menjalin kerja sama di program IISMA.

Menurut Kiki, sebagai salah satu kiblat pendidikan vokasi dunia, jumlah mahasiswa vokasi yang memilih belajar di Perancis terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk juga untuk host university-nya. Hal ini mengindikasikan program IISMA diterima baik oleh kampus-kampus di Prancis. “Banyak industri-industri besar yang bermitra dengan host university di Perancis, sehingga mahasiswa Indonesia tidak hanya berkesempatan untuk melakukan pertukaran studi selama satu semester, akan tetapi juga bisa merasakan atmosfer industri di Perancis melalui program-program IISMA yang dijalankan di setiap host university tersebut,” tambah Kiki.

Dia program IISMA ini membuka kesempatan kepada mahasiswa vokasi untuk meningkatkan keterampilan hard skill maupun soft skill dan berinteraksi dengan mahasiswa lintas budaya, serta mengaplikasikan ilmu praktik yang dipelajari selama masa pembelajaran di Indonesia. Selain itu, mereka juga dapat bertukar pengalaman dengan para mahasiswa dari berbagai negara di Perancis. Ujung-ujungnya, para keahlian para calon lulusan mahasiswa politeknik Indonesia bakal meningkat di masa mendatang.

IISMA merupakan program beasiswa unggulan yang didanai pemerintah, dikelola oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek. Program ini bertujuan untuk mendanai mahasiswa program sarjana Indonesia untuk mengikuti program mobilitas di universitas mitra terkemuka di luar negeri.

Program IISMA tahun ini dilakukan melalui tiga skema, antara lain skema reguler, afirmasi, dan co-founding. Skema reguler merupakan beasiswa penuh dari Kemendikbudristek. Sementara itu, skema afirmasi merupakan beasiswa penuh dari Kemendikbudristek untuk para mahasiswa yang berasal dari wilayah tertinggal, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 tahun 2020 terkait penetapan daerah tertinggal. Skema ini juga diberikan kepada para mahasiswa yang menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) atau mahasiswa yang lolos penerima Beasiswa Bidikmisi. “Pada program IISMA ini, kami ingin memberikan kesempatan untuk semua mahasiswa unggul di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, skema co-founding ditujukan kepada mahasiswa Indonesia yang akan mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri dengan skema pembiayaan dana dari pemerintah dan mahasiswa secara mandiri. “Program IISMA ini berperan sebagai program Kampus Emansipasi yang dapat mengembangkan apresiasi dan pemahaman lintas budaya di antara para mahasiswa. Melalui program ini, kami berharap dapat melahirkan generasi anak muda yang siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, dan dapat mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045 kelak,” ujar Kiki. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved