Women Business Leaders

Rizka Wahyu Romadhona: Menavigasi Agrinesia dengan Walk the Talk

Sejumlah tantangan selalu dihadapi para pengelola bisnis, tak terkecuali Rizka Wahyu Romadhona, Pendiri dan Presiden Direktur PT Agrinesia Raya. S aat ini, Agrinesia telah menjelma menjadi perusahaa food manufacturing dengan berbagai produknya yang sudah dikenal. Sebut saja, Lapis Bogor Sangkuriang, Lapis Kukus Pahlawan, Bakpia Kukus Tugu Jogja, Bolu Susu Lembang, Nusa Rasa, Bolu Malang Singosari, dan Bolu Stim Menara.

Perusahaan yang bermula dari UMKM ini masih memiliki tantangan dengan adanya gap dalam kompetensi dan infrastruktur (sistem) yang perlu diperkuat. Karena itu, Rizka berupaya fokus pada pembangunan fundamentaI perusahaan untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang di masa mendatang.

Ditambah lagi, timnya didominasi gen Z sehingga perlu membangun ekosistem yang menarik, sehingga tercipta employee experience dan engagement yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Tak bisa dihindari juga tantangan makroekonomi, seperti inflasi, dinamika geopolitik, perubahan pada rantai pasok, serta pergeseran yang begitu cepat dalam aspek pasar dan inovasi. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi Agrinesia. Tantangan lainnya, semakin banyak bermunculan kompetitor di kategori bisnis yang sama dengan Agrinesia.

Maka, perusahaan harus memiliki strategi yang tangguh, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan yang semakin sengit tersebut. “Sesuai dengan corporate value Agrinesia, yakni creativity and agility, kami berupaya untuk terus adaptif dan berinovasi sehingga mampu menavigasi dengan baik di era baru ini,” kata lulusan Teknik Elektro ITS Surabaya ini.

Tiga Prioritas Kunci

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, perusahaan ini menerapkan sejumlah strategi. Seperti di 2024 ini, Agrinesia memiliki tiga prioritas kunci, yakni elevate the brand, channel, and product; expand the market and category; serta unleash the potential from within, untuk bisa meraih kembali kemenangan dengan baik.

Dengan mengusung slogan citra “To infinity and beyond”, Rizka mengajak 1.500 “Agrinesian” (sebutan bagi setiap individu yang bekerja di Agrinesia) untuk berupaya sebaik mungkin mengoptimalkan peluang yang ada guna mendorong kinerja perusahaan yang semakin baik.

Dengan inovasi dalam setiap langkah, ia yakin, hal itu akan memperkuat sinergi dan kolaborasi, lebih fokus pada konsumen, serta mengeksekusi strategi dengan prima. Dengan fokus pada visi “Delivering Happiness in Every Moment of Life”, Agrinesia melakukan transformasi dan terus mencari peluang untuk pertumbuhan perusahaan. Harapannya, keberhasilan ini bukan hanya akan memperkuat posisi perusahaan di pasar, tapi juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh stakeholder-nya.

Mengenai cara membangun organisasi yang agile dan adaptif, alumnus MM IPB University ini mengatakan, Agility merupakan salah satu core value Agrinesia, sehingga kami selalu berupaya membangun budaya adaptif dan responsif dalam keseharian Agrinesian.”

Banyak inisiatif yang telah dilakukannya. Di antaranya, membuat program Avatar (Agrinesia Victory Team of Transformation) untuk menerapkan core value I-CARE dan kompetensi I-IMPACT pada seluruh Agrinesian. Lalu, meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim dengan me-review setiap proses yang dilakukan, serta memperbarui work load analysis dan prosedur kerja yang sudah berjalan,

Kemudian, meningkatkan jam wajib untuk learning and development tim menjadi 24 jam, sehingga kompetensi mereka semakin ter-upgrade. Berikutnya, membangun budaya inovasi dengan membuat program “Awesome” yang mendorong tim untuk berlomba membuat inovasi dan continuous improvement.

Selain itu, Rizka juga merombak organisasi di beberapa departemen agar semakin lean sehingga bisa kian adaptif dan optimal dalam menangkap peluang yang ada. “Hal ini tentunya juga kami masukkan dalam Key Performance Indicators (KPI) setiap tim sehingga mendorong dilakukannya transformasi yang masif,” katanya.

Transformasi Digital

Agrinesia pun melakukan transformasi digital. Pada 2023, misalnya, ada 10 aplikasi yang telah diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional. Beberapa di antaranya perlu dilakukan improvement di tahun ini agar bisa semakin optimal, seperti aplikasi e-procurement 2.0 untuk mempercepat proses procurement dan menutup potensi fraud.

Ada pula aplikasi WMS dan TMS yang dapat membantu tracing bahan baku dan proses untuk menjaga keamanan pangan serta meningkatkan efisiensi distribusi. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) saat ini juga terus didalami untuk mendukung operasional perusahaan.

Transformasi digital pun dilakukan untuk meningkatkan revenue perusahaan. Dengan memanfaatkan fitur-fitur di media sosial dan e-commerce, pihaknya berusaha bisa semakin dekat dengan konsumen sehingga produknya selalu menjadi top of mind dan memudahkan mereka mengakses produk Agrinesia.

Rizka. Memimpin Agrinesia dengan prinsip "walk the talk" (Foto: Wisnu Tri Rahardjo/SWA)

Walk the Talk

Yang tak dilupakan Rizka, pendekatan leadership untuk menggerakkan seluruh tim/karyawan guna mengeksekusi strategi. Menurutnya, pendekatan kepemimpinan yang ia terapkan merupakan refleksi dari visi besar Agrinesia, yaitu memberikan kebahagiaan di setiap momen kehidupan. Ia pun mengajak timnya untuk bersama-sama mewujudkan visi tersebut, seiring dengan memastikan setiap Agrinesian juga merasa bahagia dalam lingkungan kerjanya.

Kebahagiaan dalam lingkungan pekerjaan dapat dipupuk melalui pemberdayaan tim yang memperhatikan kebutuhan mereka. Selain itu, ia juga mencoba memberdayakan tim dengan mendorong kolaborasi aktif melalui pelaksanaan proyek-proyek bersama, memastikan bahwa setiap anggota tim dapat berkontribusi secara optimal.

Ia pun membebaskan tim berkreasi; memberikan ruang kepada mereka untuk menciptakan solusi dan pendekatan yang inovatif yang akan meningkatkan kemampuan mereka dalam mencapai target perusahaan.

Sebagai seorang CEO, ia menilai bahwa setiap pemimpin perlu menerapkan prinsip “walk the talk” sebagai wujud keseriusan dalam menerapkan nilai-nilai dan strategi perusahaan. Di Agrinesia, ia berusaha terlibat langsung dalam inisiatif-inisiatif yang mendukung tujuan perusahaan, sehingga tim merasa didukung dan termotivasi untuk mengikuti jejak positif tersebut. Ia pun sering mengajak management committee untuk turun ke lapangan guna melihat kondisi riil yang terjadi.

“Selain itu, konsep situational leadership saya terapkan, di mana saya mengenali dan merespons situasi-situasi yang berbeda dengan pendekatan kepemimpinan yang sesuai untuk menciptakan lingkungan yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan tim,” ungkapnya.

Monitoring dan evaluasi secara berkala juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan Rizka. Ia secara aktif terlibat dalam memastikan setiap langkah dan proyek sesuai dengan visi dan strategi yang telah ditetapkan. Harapannya, upaya ini akan berdampak positif pada seluruh aspek bisnis, mendukung pertumbuhan perusahaan, dan mencapai tujuan jangka panjang yang berkelanjutan.

Dengan penerapan strategi yang disusun bersama, Agrinesia telah mencapai sejumlah hasil positif, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yang menunjukkan peningkatan kinerja bisnis secara menyeluruh. Di tengah kondisi yang berat di 2023, revenue Agrinesia berhasil tumbuh dua digit dibandingkan dengan 2022. Skala bisnis/revenue perusahaan ini sebesar Rp 1 triliun - 5 triliun per tahun.

“Inisiatif efisiensi dan yang telah kami lakukan juga menghasilkan perbaikan EBITDA yang signifikan,” ucap Rizka penuh syukur. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved