Management

Strategi Hijau Kino: Mengurangi Emisi dan Meningkatkan Efisiensi Energi

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) terus menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mengimplementasikan berbagai strategi untuk menekan penggunaan energi dan mengurangi emisi karbon. Salah satu langkah signifikan yang diambil perusahaan adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa pabriknya.

Pemasangan panel surya ini bukan hanya sekadar adopsi teknologi, tetapi juga merupakan upaya nyata Kino dalam mengintegrasikan kegiatan operasional dengan prinsip keberlanjutan. Panel surya yang dipasang memiliki kapasitas total mencapai 3.258,32 KWP dan mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 15% dari total konsumsi listrik per tahun.

Selain penggunaan energi terbarukan, Kino juga berkomitmen untuk mengurangi pemakaian energi fosil. Pada tahun 2023, Kino berhasil meniadakan penggunaan batubara sebesar 81.303,97 gigajoule dengan menggantinya dengan cangkang kelapa sawit dan biomassa lainnya.

Perusahaan juga mengurangi pemakaian solar sebesar 65%, dari 207.286,41 gigajoule pada tahun 2022 menjadi 72.221,66 gigajoule di tahun 2023. Selain itu, upaya efisiensi energi juga diterapkan dengan menggunakan boiler water tube yang dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan mengurangi konsumsi gas hingga 15% per tahun. Kombinasi penggunaan energi dari PLTS dan biomassa mampu menghasilkan energi listrik sebesar 43.450,72 gigajoule atau berkontribusi 11% dari total kebutuhan energi listrik Kino.

Strategi keberlanjutan Kino tidak hanya terbatas pada efisiensi energi tetapi juga mencakup pengelolaan air dan limbah. Pada tahun 2023, konsumsi air Kino mencapai 721 megaliter, turun 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga telah mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di fasilitas produksinya, mengolah air limbah sebanyak 120,07 megaliter, dengan 14% di antaranya digunakan kembali untuk operasional.

Upaya konservasi air ini juga dilengkapi dengan pembangunan 35 titik sumur resapan di pabrik Cikande dan rencana pembuatan kolam resapan air hujan di pabrik Cikembar di Sukabumi. Semua inisiatif ini tidak hanya menunjukkan dedikasi Kino terhadap lingkungan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kinerja bisnis, terbukti dengan pendapatan yang naik 13,90% menjadi Rp 4,1 triliun pada tahun 2023. Atas komitmen dan usahanya dalam efisiensi energi dan air, Kino berhasil meraih Penghargaan Gerakan Hemat Energi dan Air Tahun 2024.

Untuk memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan, Kino telah menyusun roadmap yang jelas untuk mencapai target-target lingkungan yang ambisius. Peta jalan ini mencakup pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, serta pengurangan emisi karbon.

Dalam roadmap tersebut, Kino berencana untuk meningkatkan kapasitas PLTS di fasilitas produksinya dan memperluas penggunaan biomassa sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, Kino juga berfokus pada peningkatan teknologi pengolahan air dan limbah untuk memastikan bahwa setiap proses produksi berjalan dengan dampak lingkungan yang minimal.

Roadmap ini terbagi dalam beberapa fase untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Fase pertama (2023-2025) berfokus pada implementasi infrastruktur dasar seperti pemasangan panel surya tambahan dan peningkatan penggunaan biomassa. Pada fase ini, Kino juga akan mengadopsi teknologi pengolahan air limbah yang lebih efisien untuk mengurangi dampak lingkungan.

Fase kedua (2025-2028) akan menekankan pada optimalisasi proses produksi melalui integrasi teknologi digital dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon lebih lanjut. Kino juga akan memperluas inisiatif konservasi air dengan membangun lebih banyak fasilitas resapan air hujan.

Selanjutnya, pada fase ketiga (2028-2030) bertujuan untuk mencapai hasil maksimal dari investasi yang telah dilakukan pada fase-fase sebelumnya. Pada tahap ini, Kino berencana mencapai penurunan emisi karbon hingga 25% dan meningkatkan efisiensi energi hingga 20%.

Inisiatif keberlanjutan yang digelar ini akan diperkuat dengan program-program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung upaya ini. Selain itu, Kino akan terus mengevaluasi dan memperbarui strateginya sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis.

Tidaklah mengherankan jika Kino aktif dalam langkah-langkah di atas. Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, Kino memang mengadopsi pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai kerangka kerja untuk memastikan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Pilar lingkungan (Environmental) berfokus pada pengurangan jejak karbon, efisiensi energi, pengelolaan air, dan pengolahan limbah. Pilar sosial (Social) mencakup upaya untuk memberikan dampak positif pada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemberdayaan komunitas, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Pilar tata kelola (Governance) melibatkan penerapan praktik tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas dalam seluruh operasi bisnis.

Dengan mengintegrasikan pilar ESG ke dalam strategi bisnisnya, Kino berkomitmen untuk tidak hanya mencapai keberlanjutan lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan tata kelola perusahaan yang kuat. Melalui pendekatan yang holistik ini, Kino berharap dapat terus tumbuh dan berkembang dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan pemegang saham. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved