Women Business Leaders

Noto, Nuntun, Nagih: Gaya Tribuana Menjaga Kepatuhan dan Mengembangkan SDM di BSI

Tribuana Tunggadewi, Direktur Compliance & Human Capital Bank Syariah Indonesia (BSI), telah menjadi salah satu tokoh dalam proses merger tiga bank syariah terbesar di Indonesia—BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri—menjadi satu entitas yang kokoh.

Bisa dikatakan, tantangan besar menanti di setiap langkahnya, baik dari segi internal maupun eksternal. Tantangan internal melibatkan penyelesaian dokumen legal, memastikan kelanjutan produk dan layanan, serta menyusun SOP dan PTO (Petunjuk Teknis Operasional) yang merupakan gabungan terbaik dari ketiga bank tersebut. Selain itu, harmonisasi budaya kerja dari tiga bank berbeda menjadi satu budaya kerja BSI dengan core value AKHLAK serta harmonisasi remunerasi pegawai, juga menjadi fokus utama Tribuana.

Sementara itu, tantangan eksternal berupa pandemi, telah menambah kompleksitas proses merger. Dengan disrupsi yang meluas, semua rapat harus dilakukan secara online dan dokumen disampaikan dalam bentuk soft copy. Namun, dengan dukungan dari OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan pihak-pihak lain, proses merger berhasil diselesaikan hanya dalam waktu dua bulan.

Sejak awal, seperti direksi yang lain, Tribuana memiliki visi yang jelas untuk BSI, yakni menjadikan bank syariah ini sebagai entitas yang universal dan inklusif, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia, tidak hanya yang Muslim. BSI juga diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi digital dan menarik minat generasi muda.

"Saat launching BSI, Presiden RI Bapak Joko Widodo menyampaikan pesan bahwa BSI harus menjadi bank syariah yang universal, inklusif, dan menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air," ungkapnya.

Dan sebagai Direktur Compliance & Human Capital, Tribuana berkomitmen memastikan pertumbuhan bisnis dan operasional BSI mematuhi regulasi, sambil terus mengembangkan kualitas dan kapabilitas SDM BSI untuk mendukung visi menjadi Top 10 Global Islamic Bank.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Tribuana menyusun house of strategy dari sisi human capital yang sejalan dengan kebutuhan pengembangan bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Strategi ini meliputi membangun fondasi sumber daya manusia yang kokoh, mengakselerasi pengembangan talenta terbaik, dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

"Kami menyusun house of strategy dari sisi human capital yang sejalan dengan kebutuhan pengembangan bisnis jangka pendek dan jangka panjang, mulai dari proses rekrutmen hingga pengembangan dan penyiapan mereka menjadi leader masa depan," dia menegaskan.

Komunikasi terbuka menjadi elemen penting dalam strategi ini, di mana Tribuana menerapkan mekanisme coaching dan mentoring, serta membuka ruang diskusi tanpa birokrasi yang kaku.

Lalu, bagaimana dia menerapkan gaya leadership-nya?

Pendekatan leadership Tribuana berfokus pada membangun hubungan kuat dengan timnya. Ia menggabungkan aspek kepercayaan dan verifikasi, serta menggunakan prinsip noto, nuntun, nagih — menata organisasi, memberikan arahan, dan memonitor pekerjaan agar sesuai dengan harapan. Dengan gaya kepemimpinan yang inklusif ini, Tribuana berhasil menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

"Kami percaya karyawan harus diberi kepercayaan tapi harus dimonitor. Kita bekali dengan pembelajaran dan kita tagih pekerjaan mereka dan awasi apakah sesuai ketentuan."

Hasil dari kepemimpinan Tribuana terlihat jelas. BSI berhasil membangun tim yang solid dan mencapai peningkatan kepuasan pelanggan, kecepatan layanan, serta penurunan komplain pelanggan. Secara kuantitatif, BSI masuk dalam Top 10 Bank di Indonesia dengan total aset Rp358 triliun dan pertumbuhan laba bersih 17% YOY. Lalu, valuasi perusahaan meningkat dari Rp40 triliun menjadi Rp120 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Selain itu, BSI juga aktif dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui zakat dan program CSR, memperkuat peran bank syariah dalam pembangunan sosial.

Kepemimpinan Tribuana dinilai telah membawa BSI melewati berbagai tantangan dan meniti jalan kemajuan. Dengan strategi yang matang danserta pendekatan yang inklusif, Tribuana menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif dapat mengatasi hambatan, sekaligus mendorong organisasi menuju pertumbuhan. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved