Women Business Leaders

Muti Arintawati: Memimpin Transformasi di LPPOM MUI

Muti Arintawati, sebagai Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Periode 2020-2025, telah menunjukkan kepemimpinan yang tangguh dan visioner dalam menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan regulasi, Muti berhasil membawa LPPOM MUI melalui masa-masa sulit dengan strategi pertumbuhan bisnis yang inovatif dan pendekatan leadership yang inklusif.

Menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar organisasi, Muti dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional, serta menyesuaikan struktur organisasi untuk tetap kompetitif. Pandemi COVID-19 juga menambah kompleksitas dengan pembatasan interaksi langsung yang mengharuskan perubahan cepat ke arah digitalisasi layanan.

"Pandemi COVID-19 memaksa kami untuk beradaptasi dengan cepat dalam proses sertifikasi halal. Dengan penerapan teknologi digital, kami memastikan layanan tetap optimal meski di tengah tantangan besar," ujar Muti. Selain itu, penerapan UU Jaminan Produk Halal yang membuka persaingan baru dengan lebih dari 70 lembaga lain juga menambah tantangan eksternal yang harus dihadapi.

Tujuan utama Muti adalah menjaga dan meningkatkan profesionalitas serta reputasi LPPOM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal yang terpercaya. "Tujuan utama saya adalah menjaga dan meningkatkan profesionalitas serta reputasi LPPOM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal yang terpercaya, sambil terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar," kata Muti.

Dia juga berusaha untuk mengembangkan model bisnis yang lebih adaptif dan proaktif, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas jangkauan layanan agar LPPOM MUI tetap menjadi pilihan utama bagi kliennya. Komitmen Muti terlihat dari peningkatan nilai aset sebesar 54% dan kenaikan profit sebesar 114% dari tahun 2020 hingga 2023.

Strategi pertumbuhan bisnis yang dijalankan oleh Muti melibatkan restrukturisasi manajemen dan penyegaran sumber daya manusia. LPPOM MUI menghilangkan jabatan kepala bidang dan memperkenalkan fungsi baru seperti corporate secretary dan marketing.

Selain itu, dilakukan juga pelatihan dan evaluasi untuk meningkatkan kapabilitas auditor serta mendorong inovasi dalam proses bisnis. "Restrukturisasi manajemen dan pengenalan fungsi-fungsi baru seperti corporate secretary dan marketing adalah langkah penting untuk memastikan LPPOM MUI tetap kompetitif di pasar yang semakin ketat," jelas Muti.

Dalam mengembangkan organisasi yang agile, Muti memastikan bahwa LPPOM MUI mampu merespons perubahan pasar dengan cepat dan efektif. Dia menerapkan pendekatan leadership yang inklusif, dengan membuka ruang komunikasi yang terbuka dan memberdayakan setiap anggota tim untuk berkontribusi.

"Kepemimpinan inklusif berarti membuka ruang komunikasi yang terbuka dan memberdayakan setiap anggota tim untuk berkontribusi. Dengan cara ini, kami membangun tim yang kuat dan kompak," tutur Muti. Dia juga memanfaatkan teknologi digital untuk transformasi operasional lembaga, seperti mengadopsi sistem sertifikasi online dan platform digital untuk mendukung efisiensi dan transparansi.

Salah satu cara Muti mencetak pemimpin dari dalam adalah dengan mendorong pelatihan berkelanjutan dan rotasi pekerjaan yang efektif. Dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk belajar dan berkembang, Muti memastikan bahwa LPPOM MUI memiliki cadangan pemimpin yang siap untuk mengambil alih tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. "Melalui pelatihan berkelanjutan dan rotasi pekerjaan yang efektif, kami mencetak pemimpin dari dalam organisasi. Ini memastikan LPPOM MUI memiliki pemimpin masa depan yang siap mengambil tanggung jawab lebih besar," ujar Muti.

Hasil dari pendekatan kepemimpinan inklusif dan strategis ini sangat signifikan. Di bawah kepemimpinan Muti, LPPOM MUI berhasil meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan daya saing di pasar sertifikasi halal. Transformasi digital yang dilakukan juga berhasil mempercepat proses sertifikasi dan meningkatkan transparansi.

"Dengan peningkatan nilai aset sebesar 54% dan kenaikan profit sebesar 114% dalam tiga tahun terakhir, kami menunjukkan bahwa strategi dan kepemimpinan yang kuat dapat membawa hasil yang signifikan," ungkap Muti. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved