Economic Issues

OJK: Stabilitas dan Solvabilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (Foto: OJK).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa OJK menilai sektor keuangan tetap stabil dan berperan positif dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Mahendra dalam konferensi pers bulanan Juni di Jakarta, sektor jasa keuangan tetap stabil dengan tingkat solvabilitas tinggi dan risiko yang dapat dikelola, meskipun menghadapi ketidakpastian global yang masih tinggi.

"OJK menilai sektor keuangan terjaga stabil dan kontributif terhadap pertumbuhan nasional. Didukung oleh tingkat solvabilitas yang tinggi dan profil risiko yang dapat diatur di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global," ujar Mahendra dalam konfrensi pers Hasil RDK Bulanan Juni secara virtual, Jakarta (8/07/2024).

Mahendra juga menyoroti kondisi ekonomi global yang menunjukkan pelemahan, termasuk data ekonomi AS yang lebih rendah dari ekspektasi serta tantangan stagnasi pertumbuhan dan tekanan fiskal di Eropa. Di Tiongkok, terjadi penurunan permintaan dan penawaran yang terus berlanjut di tengah stimulus yang agresif dari pemerintah dan otoritas moneter.

Secara domestik, pemulihan permintaan masyarakat terus berlanjut meskipun dalam kecepatan yang lambat. Inflasi inti stabil dan pertumbuhan uang beredar yang meningkat mengindikasikan potensi penguatan permintaan di masa mendatang.

Di sektor produksi, sektor manufaktur mencatatkan ekspansi meskipun termoderasi, ditunjukkan oleh penurunan Indeks PMI Manufaktur. Mahendra juga mengingatkan tentang risiko downside ke depan yang dapat mempengaruhi sektor jasa keuangan nasional, di tengah melemahnya pasar keuangan global dan ekspektasi terhadap kondisi "higher for longer".

Terhadap risiko kredit, terutama pada UMKM, OJK menyatakan bahwa perbankan masih dianggap resilient dengan modal yang terjaga dan pencadangan yang memadai. Rasio kredit yang berisiko untuk UMKM saat ini dalam level yang terjaga dan cenderung menurun, jauh di bawah level selama pandemi COVID-19.

OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang sesuai dengan standar internasional untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan, OJK bersama Ditjen Dukcapil memperkuat kerja sama dalam pemanfaatan data kependudukan, termasuk penggunaan teknologi biometrik seperti pemindai wajah untuk mendukung kegiatan di sektor keuangan.

"Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang selaras dengan standar internasional," ujarnya.

Selain itu, sebagai upaya untuk meningkatkan layanan secara elektronik kepada industri yang lebih efektif dan efesien, OJK bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) memperkuat kerja sama dalam hak akses dan pemanfaatan data kependudukan dalam lingkup tugas OJK yakni memperluas cakupan persetujan kerja sama sebelumnya dengan menambah pemanfaatan teknologi biometrik atau pemindai wajah guna mendukung kegiatan di sektor jasa keuangan dan OJK.

OJK juga telah meresmikan penggunaan aplikasi SPRINT untuk melayani Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah dalam proses penilaian calon pihak utama serta dalam bidang inovasi teknologi seperti aset keuangan digital dan aset kripto dalam regulatory sandbox dan proses pendaftaran sebagai penyelenggara inovasi teknologi di OJK. (*)


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved