Capital Market & Investment

Investor Menanti Kebijakan The Fed, Amati Peluang Cuan Saham BREN, BBRI, BRPT, BRIS

Layanan nasabah Bank BRI (Ilustrasi foto : BRI).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin kemarin turun sebesar 0,03% yang seiring dengan jual bersih investor asing (net sell) senilai Rp46 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, ASII, BBNI, dan AMMN.

Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, mengatakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi mencoba break resistance di 7.270 poin dengan target dekat di 7.320 poin. “Akan tetapi, jika gagal break 7.270 poin, potensi koreksi terbatas karena masih menunggu pidato the Fed dan data inflasi Amerika Serikat (AS) pada minggu ini. Level support IHSG di 7180-7215, sedangkan level resist berada di 7.270-7.320 poin,” tutur Fanny pada keterangannya di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Indeks utama Wall Street mayoritas menguat pada Senin (8/7), dimana S&P 500 dan Nasdaq reli rekor tertinggi. Terdorong hasil data inflasi utama dan laba dari beberapa raksasa keuangan dan perusahaan konsumen. S&P 500 naik 0,1% pada 5.572,85, sementara Nasdaq Composite naik 0,28% menjadi 18.403,74. Sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 31 poin (0,08%) pada 39.344,79. Sebagai informasi, indeks harga konsumen untuk Juni, akan dirilis Kamis pekan ini, dapat meningkatkan harapan tersebut jika angka utama menunjukkan sedikit peningkatan. Data

PepsiCo dan Delta Air Lines akan mengumumkan hasil pada Kamis (11/7). Kemudian, Citigroup dan JPMorgan Chase, akan melaporkan hasil pendapatan Q2 pada Jumat (12/7). Pergerakan indeks di bursa Asia melemah pada perdagangan awal pekan ini. Namun pasar optimis penguatan bursa Asia masih berlanjut dalam sepekan ini karena optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga sentimen dari ketidakpastian pemilu Prancis. Indeks Shanghai China turun 0,93%, Nikkei 225 Jepang turun 0,32%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,55%, dan ASX 200 Australia turun 0,76%. Indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,16%, sedangkan KOSDAQ bergerak lebih tinggi atau naik 1,39%.

Sementara itu, FTSE Singapura hari ini merupakan hari libur nasional memperingati Awal Muharam (Maal Hijrah). Selain itu, optimisme para pelaku pasar mengenai pemangkasan suku bunga AS didorong dari data-data ekonomi AS.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa ini;

1. BBRI: Buy on Weakness

Beli di Rp4.650-4750, cutloss jika break di bawah Rp4.670.

Jika tidak break di bawah Rp4.650, potensi naik ke Rp4.800-4.850 short term.

2. BRPT: Spec Buy

Beli di Rp1.120, cutloss jika break di bawah Rp1.080.

Jika tidak break di bawah Rp1.120, potensi naik ke Rp1.170-1.200 short term.

3. AKRA: Spec Buy

Beli di Rp1.510, cutloss jika break di bawah Rp1.500.

Jika tidak break di bawah Rp1.500, potensi naik ke Rp1.525-1.540 short term.

4. BRIS: Spec Buy

Beli di Rp2.450, cutloss jika break di bawah Rp2.400.

Jika tidak break di bawah Rp2.400, potensi naik ke Rp2.500-2.550 short term.

5. BREN: Spec Buy

Beli di Rp10.075, cutloss jika break di bawah Rp 10.000.

Jika tidak break di bawah 10.000, potensi naik ke Rp10.300-10.500 short term.

6. JPFA: Spec Buy

Beli di Rp1.540, cutloss jika break di bawah Rp1.520.

Jika tidak break di bawah Rp1.540, potensi naik ke Rp1.570-1.600 short term.


© 2023-2024 SWA Media Inc.

All Right Reserved